Powered By Blogger

Selasa, 31 Juli 2012

Bangsa Butuh Pemimpin Kreatif


*Sekretaris Jenderal DPP PKS, Anis Matta

SITUASI kepemimpinan nasional yang belum sepenuhnya mampu membawa bangsa keluar dari berbagai persoalan, banyak melahirkan spekulasi dan asumsi tentang bagaimana pemimpin saat ini. Namun banyak juga yang coba memunculkan ide-ide mengenai sosok pemimpin ideal yang paling pantas memimpin bangsa ini keluar dari berbagai persoalan, utamanya yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat menjelang pemilu presiden 2014 mendatang. Seperti apa gagasan politisi di senayan?, berikut petikan wawancara wartawan FAJAR, Hamsah dengan Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta pekan lalu.

Akhir-akhir ini wacana pencapresan makin ramai dibincangkan. Apa tanggapan Anda?
Wacana pencapresan memang sudah sangat ramai dibicarakan, itu seiring dengan sikap partai politik yang juga sudah mulai mempersiapkan kadernya menjadi calon presiden. Sehingga hampir setiap saat, masalah capers ini dibahas.

Pendapat Anda tentang capres dari tokoh muda dan yang sudah senior?
Yang pertama saya ingin katakan bahwa tidak tepat kalau saat ini kita harus bedakan antara capres dari kalangan muda dan capres dari kalangan tua. Kenapa ini saya anggap tidak tepat karena persoalan usia tidak berkaitan langsung dengan kompetensi yang dimiliki seseorang. Mungkin ada tokoh muda tapi kompetensi yang dimiliki tidak kalah dibanding dengan tokoh yang sudah senior. Sehingga dikatomi antara capres muda dan tua menurut saya tidak tepat.
Apalagi, kalau kita bicara kepala pemerintahan, persoalan yang dihadapi sangat banyak dengan kerumitan multidimensi. Karena itu, bicara calon presiden ke depan, harus memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Lalu seperti apa capres atau pemimpin yang dibutuhkan ke depan?
Karena persoalan yang harus kita selesaikan sangat rumit baik konteks nasional dan global, maka menurut saya yang kita butuhkan adalah pemimpin yang sangat kreatif. Karena kerumitan multidimensi ini, pemimpin harus memiliki terobosan besar yang kreatif. Jadi bukan soal muda atau tua, tapi bagaimana pemimpin yang kita hadirkan nanti adalah sosok yang kreatif. Dalam demokrasi yang kita kenal demokrasi liberal, trend pemimpin Indonesia semakin dibatasi otoritasnya, sementara tanggung jawab yang diembang sangat tinggi.
Karena otoritas pemimpin semakin dibatasi, sementara dituntut tanggung jawab yang tinggi, maka disitulah dibutuhkan kreativitas tinggi seorang pemimpin untuk menjalankan tanggung jawabnya dengan baik meski dengan otoritas yang terbatas. Otoritas seorang presiden itu menjadi terbatas karena sebagaian kekuasaannya diambil misalnya legislatif dan yudikatif.
   
Salah satu bentuk kreativitas pemimpin yang dibutuhkan seperti apa?
Kreativitas pemimpin utamanya seorang presiden yang saya maksudkan misalnya kreativitas dalam merumuskan agenda kerja. Gaya kepemimpinan feodal dan instruksional kalau menurut saya saat ini tidak dibutuhkan lagi, tapi yang dibutuhkan adalah pemimpin yang memiliki jiwa persuasif tinggi, begitu juga memiliki teknik dan manajerial tinggi, yang tentunya bagaimana seluruh agendanya mampu dieksekusi dengan baik.
Salah satu asumsi menyebutkan bahwa yang cocok dalam berdemokrasi adalah mendengar dan bertanya. Pemimpin yang baik dan peduli rakyat harus rajin mendengar dan bertanya. Rajin mendengar yang saya maksud di sini adalah raji mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap pemimpinnya, supaya berbagai harapan masyarakat itu bisa diwujudkan pemerintah dengan baik.
Sedang yang saya maksud rajin bertanya supaya apa yang belum diungkapkan masyarakat bisa muncul dipermukaan. Ini yang saya kira harus selalu menjadi acuan bagi pemerintah dalam menjalankan program pemerintahan pro rakyat. Karena menurut saya, masih terlalu banyak harapan-harapan masyarakat yang belum sanggup dipenuhi pemerintah saat ini.

Apakah menurut Anda ada sosok pemimpin kreatif dari sederet capres yang mulai muncul?
Saya kira tidak baik kalau saya menyebut nama. Tapi menurut saya, bangsa kita ini masih perlu lebih banyak memunculkan tokoh yang punya kemampuan membangun bangsa. Saya kira, kita memang perlu melahirkan mekanisme yang bisa membuat orang yang tersembunyi bermunculan. Harus ada mekanisme untuk munculkan tokoh-tokoh yang kompatibel.
Misalnya saja mempermudah syarat pencapresan. Kalau perlu kita samakan dengan parliamentary threshold (PT), sehingga semua partai yang lolos PT bisa mencalonkan kadernya sebagai capres. Dengan begitu, akan lebih banyak tokoh yang akan menjadi capres dalam setiap pilpres karena persyaratannya mudah. Karena menurut saya, semakin banyak capres yang maju, akan semakin bagus kepemimpinan kita ke depan.

Apakah ada upaya mempermudah syarat capres?
Saya kira saat ini kita sudah mulai mewacanakan kemudahan capres itu. Apalagi akan ada revisi undang-undang tentang pilpres. Tentunya, PKS akan mengusulkan kemudahan capres itu sehingga partai yang lolos PT bisa mengusung sendiri capres.
Dalam undang-undang pilpres ini, poin penting yang perlu kita revisi adalah lebih banyak pada syarat pencapresan. Sekarang ini, kita saya kira perlu buka mata demi kepentingan bangsa yang lebih besar. Ini juga akan menjadikan partai lebih berani mengajukan calonnya.

Soal tokoh mudah jadi capres seperti apa harapan Anda?
Sebenarnya kita tidak harus berorientasi ke sana, tapi kita perlu dorong pemimpin muda maju di pilpres sebagai refresentasi demografi. Kenapa perlu di dorong pemimpin muda karena pemimpin muda itu orientasinya produktif, hasrat inovasi tinggi dan semacamnya. Makanya, kita harus beri ruang bagi mereka karena menurut saya mereka juga mampu menumbuhkan ekonomi dan bangkitkan bangsa. Tapi bukan berarti lebih bagus dari yang tua. (**)
 
               

Ketua Hanura Mamuju Utara Ditangkap


MAKASSAR, FAJAR--Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Mamuju Utara, H Saparuddin dilaporkan ditangkap petugas Polres Mamuju Utara, Senin, 30 Juli sekira pukul 16.00 Wita.
Informasi yang diperoleh, politisi Hanura ini ditangkap polisi di Kecamatan Tikke Raya Mamuju Utara. Dia dilaporkan ditangkap petugas karena membawa sabu-sabu dengan barang bukti seberat 2 gram. Belum diperoleh informasi lengkap mengenai proses dan kronologis sehingga Saparuddin harus berurusan dengan petugas kepolisian.
Namun informasi yang berkembang menyebutkan, penangkapan Saparuddin ini diwarnai ketegangan antara dia dengan petugas yang akan melakukan penangkapan. Pasalnya, Saparuddin mencoba melawan petugas dengan cara mengancam polisi yang akan menangkapnya dengan pistol jenis air softgun, jenis senjata yang banyak dipakai latihan menembak.
Belum diketahui secara pasti dimana Saparuddin ditangkap apakah di rumah, di jalan, atau di tempat umum. Pasalnya, Kapolres Mamuju Utara, AKBP Adri Irniadi belum mau memberikan penjelasan mengenai penangkapan politisi Hanura Mamuju Utara ini. Beberapa kali dihubungi telepon selulernya tidak diangkat  kendati posisi aktif.
Kendati, Irniadi sempat mengirim pesan singkat kepada FAJAR yang isinya berjanji untuk memberikan keterangan mengenai informasi tersebut. "Jangan di hp (lewat telepon), besok saja di kantor ya jam 10.00 Wita pagi. Terima kasih," kata Irniadi. (hamsah umar)  
   

Jadi Gubernur, Doa Ilham di Mekah


*Buka Bersama Fakir Miskin

MAKASSAR, FAJAR--Ibadah umrah yang dilaksanakan cagub Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin dimanfaatkan maksimal, termasuk salat sunat 50 rakaat per hari. Momen umrah ini juga dimanfaatkan Ilham melaksanakan salat nazar.
Doa yang dipanjatkan Ilham salah satunya adalah mendapat ridha dan ramhat Allah Swt untuk menjadi gubernur Sulsel berpasangan Aziz Qahhar Mudzakkar 2013-2018 mendatang. Sebelum salat nazar, Ilham melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjidil Haram, salat dhuha dan salat mutlak 50 rakaat di mimbar imam Masjidil Haram.
Begitu juga, Ilham dalam nazarnya juga berharap menjadi pemimpin yang baik di jalan Allah. Dalam salat nazar ini, ustadz Rahman Qayyum yang juga mantan penasehat spiritual Syahrul di pilgub lalu menuntun dan memimpin doa. "Tiang-tiang yang ada tulisan Alquran ini pernah dipeluk oleh Nabi Muhammad Saw saat Masjidil Haram hendak roboh karena sudah berusia tua. Namun setelah Rasulullah memeluknya, akhir kembali berdiri kokoh," tutur Rahman.
Ilham mengaku, tawaf nazar ini sengaja dilakukan dengan harapan cita-citanya menjadi pemimpin/gubernur dan membangun Sulawesi Selatan lebih baik terwujud. "Segala sesuatu yang harus kita lakukan dalam kehidupan ini, harus memohon ridha dan rahmat dari Allah Swt. Insya Allah, niat dan doa yang baik akan diijabah oleh Allah," ucap Ilham.
Di Mekah, Ilham tidak menyia-nyiakan waktu untuk kegiatan bernilai ibadah, salah satunya dengan melakukan buka puasa bersama puluhan fakir miskin dan anak yatim piatu di Mekah. Usai menggelar buka bersama fakir miskin, Ilham dan rombongan kembali melaksanakan umrah ketiga.
Tawaf dan sa'i  yang membutuhkan kekuatan fisik dan mental dilalui Ilham dengan penuh semangat. Bahkan saat kakinya mulai tak normal dan berjalan pincang, Ilham masih tetap menyelesaikan tawaf dan sa'i.
Sementara, Aziz Qahhar Mudzakkar menyapa warga Parepare dan menggelar tausiah di Masjid Agung Parepare. Magnet Aziz cukup kuat bagi jamaah di masjid ini yang terlihat dari antusias menyimak tausiah yang disampaikan Aziz.
Warga bahkan berebut foto bareng dengan Aziz secara bergantian. Mereka siap antre sekadar foto bareng, sehingga mereka rela meninggalkan masjid setelah pukul 06.30, bahkan tidak bosan mengajak Aziz diskusi di teras masjid. Aziz mengajak jemaah mengembangkan pola hidup sederaha, bekerja dan berikhtiar secara optimal dan tidak gampang putus asa. "Kalau ada usaha dan gagal jangan lantas putus asa, tetapi harus diulangi lagi," pesannya.
Aziz juga menyapa pedagang di Pasar Lakessi. Ia berdialog dan mendengar keluhan pedagang, baik menyangkut fluktuasi harga juga soal fasilitas di pasar. Aziz menyatakan komitmen menjadikan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu  program prioritas ke depan.
"Salah satu indikator ekonomi kerakyatan itu berjalan adalah ketika pasar-pasar tradisional menggeliat dan pemerintah berkontribusi untuk membuat makin baik, makin ramai dan transaksinya terus meningkat," ujar Aziz.
Aziz menjamin aktivitas di pasar tradisional tidak ada yang terganggu di bawah kepemimpinannya kelak jika diberi amanah memimpin Sulsel.Bahkan, alokasi anggaran akan dikucurkan secara khusus untuk menstimulasi agar aktivitas di pasar tradisional lebih berkembang. (hamsah umar)

Kadir Andalkan Nurdin Halid


MAKASSAR, FAJAR--Nama besar Ketua Bappilu DPP Golkar, Nurdin Halid menjadi andalan calon wali kota Makassar, Kadir Halid. Meski Nurdin banyak berkiprah di Jakarta, namun pengaruh mantan Ketua Umum PSSI untuk pencalonan adiknya di Makassar tetap ada.
Apalagi, Nurdin dikabarkan siap terjun langsung memberi support terhadap Kadir maupun tim pemenangan yang telah dibentuk politisi Golkar Sulsel ini. Bukti awal Nurdin siap mendukung atau terlibat langsung menyosialisasikan cawali asal Golkar ini mulai terlihat saat Kadir menggelar buka puasa bersama dengan Tim Pemenangan Kadir Halid, Minggu, 29 Juli. Buka puasa bersama tim dan tokoh masyarakat ini bahkan digelar dikediaman Nurdin Halid, Jalan Bau Mangga No.32 Makassar.
Dukungan besar Nurdin terhadap Kadir dalam menatap pertarungan pilwalkot Makassar ini diakui oleh anggota DPRD Sulsel ini. "Pak Nurdin akan turun langsung memantau setiap aktivitas tim secara keseluruhan di Makassar," ucap Kadir Halid, Senin, 30 Juli.
Dengan dukungan langsung Koordinator Wilayah Sulawesi DPP Golkar ini, tim pemenangan kadir, jaringan keluarga, serta simpatisan lainnya dipastikan semakin memiliki semangat tinggi untuk melakukan penggalangan dukungan terhadap Kadir Halid. Bahkan, dia memastikan pengaruh kakaknya terkait pencalonannya ini sangat besar baik terhadap tim maupun masyarakat kota Makassar pada umumnya.
Kadir mulai memperlihatkan keseriusannya maju di pilwalkot Makassar pada Ramadan ini, terbukti ada ratusan tim pemenangan yang sudah dibentuk. Tim ini terbilang terstruktur karena dilengkapi pakaian seragam Tim Pemenangan Kadir Halid. Tim ini tidak hanya ada di tingkat kecamatan dan kelurahan tapi sudah sampai pada tingkat RT/RW kendati belum sepenuhnya merata disemua wilayah.
"Saya sudah punya tim keluarga, tim pemenangan, tim relawan, dan tim komando supporter. Tim inilah yang akan bekerja menyosialisasikan Kadir Halid dalam rangka menghadapi pemilihan wali kota Makassar," jelas Kadir.
Kadir sendiri bertekad untuk mengikuti mekanisme partai dalam penentuan cawali yakni dengan pendekatan survei sebagaimana kebiasaan Golkar. Dia optimis, dengan hadirnya tim disetiap kelurahan dan RT/RW, Kadir mampu meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya beberapa bulan ke depan. (hamsah umar)            

Dewie Fokus Ibadah, Muhyina Pilih Berbagi


MAKASSAR, FAJAR--Kalau momentum Ramadan menjadi saat yang penting bagi calon wali kota Makassar utamanya yang memiliki basic ustadz lebih meningkatkan sosialisasi, tidak demikian dengan figur perempuan.
Cawali Makassar, Dewie Yasin Limpo misalnya mengaku tidak terlalu banyak melakukan aktivitas politik selama Ramadan ini, kendati sesekali tetap melakukan pertemuan dengan masyarakat. Dewie mengaku ingin lebih banyak fokus menjalankan aktivitas ibadah selama Ramadan tahun ini. Dia tidak ingin, aktivitas ibadah terganggu hanya karena kegiatan politik yang dilakukan.
"Saya tidak banyak melakukan aktivitas politik di bulan Ramadan ini, karena saya ingin mengfokuskan diri untuk beribadah. Tidak eloklah kalau kegiatan ibadah Ramadan yang kita lakukan ini dibumbui dengan kegiatan politik, sehingga saya memutuskan untuk fokus dulu menjalankan puasa," kata Dewie.
Cawali Makassar yang mengincar jalur perseorangan untuk bertarung ini sudah banyak mengumpulkan dukungan KTP dari masyarakat di kota Makassar. Kendati, dia tetap punya harapan didukung melalui jalur partai politik. Salah satu dukungan partai yang diharapkan adalah Partai Hanura Makassar. Namun bagi Dewie, dukungan partai atau pun keluarga Yasin Limpo bukan menjadi hal utama untuk bertarung di Makassar, tapi yang lebih penting adalah dukungan masyarakat kota Makassar itu sendiri.
Tokoh perempuan lain yang membidik wali kota Makassar, Muhyina Muin memiliki cara sendiri bersosialisasi di tengah masyarakat selama Ramadan yakni dengan berbagi kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Kendati aktivitas yang dilakukan berbeda diluar Ramadan, namun cawali ini tetap berharap kegiatan yang dilakukan akan memberi kontribusi positif bagi pencalonannya.
"Jadi saya lebih banyak melakukan kegiatan yang sifatnya berbagi dengan masyarakat kota Makassar yang memang membutuhkan uluran tangan kita. Kegiatan berbagi dengan warga Makassar ini saya lakukan bersama dengan teman-teman di organisasi perempuan," kata Muhyina.
Muhyina yang memiliki komitmen untuk memberikan perhatian pada persoalan gender ketika terpilih menjadi wali kota Makassar ini, berharap dukungan kaum perempuan di Makassar dalam pilwalkot mendatang. Apalagi, pemilih perempuan di Makassar cukup besar dan memiliki pengaruh. Salah satu program yang ditawarkan kepada kaum perempuan adalah pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kreativitas perempuan. (hamsah umar)      
   

Aziz: Lawan Ketidakadilan


MAKASSAR, FAJAR--Calon wakil gubernur Sulsel, Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar tak kuasa menahan haru di depan keluarga besarnya, utamanya yang tergabung dalam tim pejuang perempuan (TPP) Ilham-Aziz.
Suara Aziz terbata-bata saat meminta keluarga besarnya untuk membantu menjelaskan keinginannya maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan Ilham Arief Sirajuddin. "Tolong bantu saya menjelaskan kepada keluarga semua dan mohon dukungannya untuk perjuangan dakwah dan tujuan ibadah ini," harap Aziz saat berbicara di hadapan tim perempuan keluarga, di Balai Rasdiana Centre, Senin, 30 Juli.
Anggota DPD RI RI menyatakan maju sebagai calon wakil gubernur bukan karena selera pribadinya. Tetapi karena tujuan ibadah dan ingin memberikan yang terbaik kepada umat dan masyarakat Sulsel secara keseluruhan. Apapun yang tujuannya untuk memberikan yang terbaik bagi umat dan masyarakat bangsa itu adalahi ibadah.
"Saya sudah berusaha meminimalisasi kepentingan pribadi saya untuk kepentingan jabatan. Karena itu, bantu saya bahasakan kepada keluarga," imbuhnya.
Bagi Aziz, pemilihan gubernur kali ini bukan hanya pertarungan seorang Aziz Qahhar. Juga pertarungan keluarga besar Kahar Muzakkar dan pertarungan keluarga besar masyarakat Luwu Raya. Alasannya, nama besar Kahar Muzakkar tidak bisa dipisahkan dari Aziz sebagai putranya.
Selain itu, masyarakat Luwu juga harus menyadari bahwa selama ini mereka telah diperlakukan tidak adil. "Saatnya masyarakat Luwu Raya melawan ketidakadilan itu," imbau Aziz.
Bagi Aziz, posisi kosong satu atau kosong dua bukan hal yang perlu disoal. Karena tujuannya adalah bagaimana bekerja untuk umat dan masyarakat Sulsel.
Persoalan ketidakadilan ini juga pernah disuarakan cagub Sulsel, Andi Rudiyanto Asapa utamanya mengenai manajemen anggaran dalam APBD Sulsel. Rudiyanto menilai, distribusi anggaran di 24 kabupaten/kota di Sulsel tidak merata dan tidak adil, karena ada kabupaten tertentu yang mendapat porsi anggaran besar, sementara daerah lain tetap dimiskinkan. (hamsah umar)

Promal Siap Dampingi Taufan-ACC


*Tunggu Sikap Sultan Pawi

MAKASSAR, FAJAR--Masuk daftar cawabup Bone yang diincar oleh Andi Irsan Idris (ACC) dan Andi Taufan Tiro (direkomendasi MPP PAN), tidak membuat Andi Promal Pawi cepat mengambil sikap.
Sebaliknya, Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Bone ini memilih tetap melihat perkembangan politik yang terjadi. Kendati, Promal mengaku siap menjadi pendamping cabup yang memiliki keseriusan menjadikan dirinya sebagai pendampingnya apakah ACC atau Raufan. Kedua figur ini dianggap pantas diperhitungkan di pemilukada Bone 2013 selain pasangan yang sudah ada saat ini Andi Baso Fahsar Padjalangi-Ambo Dalle (Tafa'dal).
"Kalau ditanya kesiapan tentu kita siap saja, karena menurut saya dua figur ini memang punya potensi dan kompetensi untuk memimpin Bone ke depan. Sehingga saya bisa katakan bahwa mereka ini memenuhi standar. Tapi untuk menentukan sikap sekarang, saya masih harus melihat perkembangan termasuk dari keluarga," kata Promal, Senin, 30 Juli.
Salah satu hal yang membuat Promal masih belum mau bersikap secara resmi karena masih menunggu kepastian kakaknya, Andi Sultan Pawi. Sultan sejauh ini juga intens melakukan sosialisasi sebagai calon bupati di Bone. Sekiranya sang kakak tersebut jadi bertarung di Bone, Promal memastikan tidak akan bertarung. Dia tidak ingin konsentrasi keluarga besarnya di pemilukada Bone terpecah karena dia berhadapan dengan kakaknya sendiri. Kakak beradik ini memang cukup diperhitungkan di Bone ketika bertarung, apalagi memiliki investasi politik menjabat sebagai camat dibeberapa kecamatan.
Baik Promal maupun kakaknya Sultan masih sama-sama jalan dan melakukan komunikasi politik, baik terhadap parpol yang belum menentukan sikap maupun dengan calon. "Komunikasi kita dengan semua kandidat tetap jalan. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, sudah ada kepastian dari keluarga kami," harap Promal.
Sebelumnya, Ketua MPP PAN Bone, Muhammad Naim yang juga mengincar cawabup merekomendasikan nama Promal kepada Taufan Tiro untuk digandeng sebagai cawabup. Tokoh ini menurut Naim memiliki kans untuk menambah dukungan masyarakat terhadap calon yang akan diusung oleh PAN. Dia juga dianggap memiliki kesiapan dan keseriusan untuk bertarung di Bone.
Sejauh ini, PAN Bone belum menentukan siapa pendamping Taufan Tiro. Apalagi partai ini memilih untuk menyerahkan sepenuhnya persoalan pendamping kepada Taufan. Namun baik DPD PAN Bone maupun DPW PAN Sulsel berharap, Taufan tidak terlalu lama dalam menentukan pendamping sehingga ada ruang sosialisasi yang lebih panjang. (hamsah umar)    

Ketua Bawaslu: Tertibkan PNS Tidak Netral


MAKASSAR, FAJAR--Mobilisasi PNS oleh calon gubernur Sulsel tertentu dalam kegiatan politik tampaknya sudah disampaikan kepada Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu). Anggota Panwaslu Sulsel dan kabupaten/kota pun diinstruksikan bertindak tegas dan menertibkan PNS yang cenderung berpihak itu.
Penegasan ini disampaikan Ketua Bawaslu RI, Dr Muhammad Alhamid saat pelantikan anggota panwaslu kabupaten/kota se-Sulsel, di Gedung Training Centre UIN Makassar, Senin, 30 Juli. Alhamid menginstruksikan jajarannya untuk tinggal diam atau ambil alasan bahwa saat ini belum ada calon yang ditetapkan oleh KPU. Sekiranya Panwaslu bekerja, tanpa ada cagub yang ditetapkan KPU panwaslu bisa bertindak.
"Saya ini sudah mendapat banyak laporan mengenai mobilisasi aparat dan PNS, begitu juga PNS yang membranding mobilnya ini semua perlu ditertibkan. Karena itu saya minta semua anggota panwaslu untuk mengambil tindakan. Kalau belum bisa ditindak karena calon tidak ada, lakukan pendekatan secara persuasif. Kalau mereka tidak mau mendengar, umumkan kepada media bahwa inilah PNS yang tidak netral nanti masyarakat yang menghakimi dan memberinya sanksi sosial," terang Alhamid.
Pilgub Sulsel yang oleh pemerintah pusat diberi bintang atau pilgub yang rawan terjadi kecurangan, gesekan, dan konflik harus sukses kalau perlu tanpa harus berakhir di Mahkamah Konstitusi (MK). Sulsel yang merupakan daerah kelahiran Alhamid bahkan akan menjadi perhatian khusus Bawaslu.
"Saya juga akan mengawal langsung pilgub Sulsel ini karena saya ingin pemilukada di daerah ini sukses. Sukses pilgub juga menjadi sukses panwaslu sebagai salah satu penyelenggara pemilu," tandas Alhamid.
Karena tugas pengawasan cukup berat, Alhamid mengimbau seluruh anggota panwaslu se-Sulsel untuk bekerja serius dan tidak menciderai netralitas panwaslu. Anggota panwaslu yang coba tidak netral akan diberi sanksi pemecatan. Karena itu, masyarakat diminta untuk pro aktif mengawasi gerak-gerik anggota panwaslu. Bahkan Bawaslu telah bekerja sama dengan Badan Inteligen Negara (BIN) untuk mengawasi anggota panwaslu. Sehingga bisa jadi ada tukang becak yang menjadi tangan kanan BIN untuk mengawasi panwaslu atau pun pemilu.
"Kalau dalam peradilan dua bukti baru bisa menjadi alat bukti, Bawaslu tidak butuh dua bukti. Bawaslu cukup satu bukti dan benar maka SK saudara akan kita terbitkan. Pilgub Sulsel ini singkat sehingga tidak ada waktu bagi Bawaslu untuk membina saudara yang tidak netral dalam menjalankan tugas," kata Alhamid.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang yang hadir dalam pelantikan panwaslu ini menyatakan, sekiranya penyelenggara pemilu baik KPU dan panwaslu bekerja normal, maka separuh dari agenda pilgub bisa dianggap sudah tuntas. Makanya, Agus juga berharap pelaksanaan pilgub Sulsel ini berjalan dengan baik. (hamsah umar)                            

Senin, 30 Juli 2012

IA Ingatkan Tim Tidak Terprovokasi


*Baliho IA Dirusak

MAKASSAR, FAJAR--Aksi perusakan baliho calon gubernur di kota Makassar yang dilakukan dengan sengaja makin marak. Dua baliho pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) di rusak di Jalan Gunung Latimojong, dirusak Minggu, 29 Juli dini hari.
Perusakan baliho IA ini ditengarai dilakukan dengan sengaja. Pasalnya, selain di robek juga dirubuhkan. Dua baliho ini berdekatan sementara baliho yang ada di sekitar lokasi perusakan tidak diganggu. Sebelumnya, baliho pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) juga dirusak di Makassar dengan cara di robek dan disemprot menggunakan cat hitam.  
Terjadinya aksi perusakan baliho yang dipastikan dilakukan dengan sengaja oleh oknum tertentu ini dikecam pasangan IA. Apalagi, informasi yang diperoleh, Kantor Camat Makassar yang berada tidak jauh dari lokasi baliho yang dirusak ini juga dilempari. "Perusakan baliho ini jelas disengaja bahkan terkesan dilakukan karena kebencian. Karena setelah di robek, baliho itu kemudian dirubuhkan," kata Jubir IA, Syamsu Rizal.
Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal tidak mau menuduh siapa pelaku dibalik perusakan baliho ini termasuk menuduh kompetitornya. "Kami tidak mau sembarangan menuduh. Biarakan polisi yang mencari tahu apalagi kantor camat ikut dilempari. Tim hukum IA sudah kita minta untuk melaporkan itu ke polisi," kata Ical.
Terhadap tim dan pendukung IA, Ical meminta agar seluruh komponen pendukung di Makassar tidak terpancing dan terprovoksi dengan ulah oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Apalagi, tim IA tidak mau berbuat onar dan tindakan kekerasan lainnya. "Kami cuma mau ingatkan pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya," imbuh Ical.
Bagaimana dengan pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na), pasangan ini mengaku kalau sejauh ini baliho miliknya masih aman-aman. "Kalau pun ada yang rusak, itu kelihatannya masih murni karena angin. Kan bisa ji dibedakan mana yang dirusak angin dan dirusak orang," kata jubir Garuda-Na, Nasrullah Mustamin.
Perusakan baliho ini bersamaan saat Ilham bersama istri, Aliyah Mustika melaksanakan umrah di tanah suci Mekah. Karena suasana Ramadan, Ilham dan istrinya harus menjalankan ibadah puasa selama 20 jam karena menyesuaikan waktu berbuka puasa di Madinah.
Di Mekah, Ilham mendapat kesempatan mencium hajar aswad meski harus melalui perjuangan keras, semangat dan keteguhan hati. Sempat terdesak dan kesulitan menerobos jamaah lainnya, Ilham akhirnya berhasil mencium hajar aswad setelah beberapa kali berebutan dengan jamaah lainnya. Dia berhasil mencium Hajar Aswad dan keluar dengan senyuman yang bahagia. Keringat bercucuran dan membasahi baju gamis warna coklat yang dipakainya. Sementara Ustad Rahman Qayyum dan Saad Iranda Dollar yang menemani Ilham, gagal menembusnya.
"Luar biasa padat dan desak-desakannya. Saya lihat ada yang mundur. Tapi saya sudah niat harus mencium Hajar Aswad sampai berhasil. Makanya saya tidak mundur," tutur Ilham. Sebelum mencium Hajar Aswad, Ilham melaksanakan salat Dhuha di Hijir Ismail, tepat di bawah shower emas, Kakbah. Selanjutnya mencium Rukun Yamani dan mencium Hajar Aswad.
Sajadah berwarna biru yang bertuliskan nama Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) terbentang di antara sajadah di Masjidil Haram saat shalat tarawih kesembilan. Sajadah ini digunakan oleh Ustadz Rahman Qayyum yang menjadi imam salat tarwih. (hamsah umar)

Nurdin: Golkar Bisa Diistimewakan JK


MAKASSAR, FAJAR--Sikap keras DPP Golkar menghadapi Jusuf Kalla (JK) berangsur melunak. Golkar mulai memberi ruang JK maju sebagai calon presiden pada pemilu 2014 mendatang sekalipun bukan melalui pintu Golkar.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Golkar, Nurdin Halid yang ditemui saat menghadiri buka puasa bersama Tim Pemenangan Kadir Halid di Jalan Bau Mangga, Minggu, 29 Juli menegaskan Golkar tidak pernah berpikir untuk memecat JK sebagai kader Golkar. Bahkan menurut dia, Golkar sangat mendukung sikap politik JK ketika ingin mencalonkan diri sebagai capres pada pemilu 2014 mendatang.
"Jadi kita di Golkar itu sangat mendukung sebenarnya, dan mempersilahkan JK maju. Yang jelas, tidak ada sampai sekarang ada niat untuk memecat JK. Kalau pun saat ini ada isu yang berkembang, itu saya kira hanya permainan politik saja," kata Nurdin.
Mengenai penegasan elit DPP Golkar untuk memecat kader yang tidak mendukung keputusan partai sesaat setelah Ketua Umum DPP Golkar, Aburizal Bakrie sebagai capres tunggal Golkar, Nurdin lagi-lagi menepis asumsi bahwa ancaman tersebut ditujukan kepada JK. Kalau pun dalam aturan partai tidak boleh ada kader maju ketika sudah ada yang ditetapkan partai, Golkar untuk seorang JK bisa saja mendapat perlakukan khusus.
Namun itu juga sangat bergantung dengan hak prerogatif Ical-sapaan akrab Aburizal Bakrie sebagai pimpinan partai. Namun bagi Nurdin, JK pantas mendapatkan perlakuan khusus Golkar apalagi pernah menjadi Ketua Umum DPP Golkar. "Bisa saja JK diperlakukan khusus tergantung ketua umum, karena kita tidak pernah berniat memecatnya," kata Nurdin.
Yang pasti menurut Nurdin, ketika JK tampil sebagai capres pada pilpres 2014 mendatang, mayoritas masyarakat Sulsel dipastikan akan memilih JK. Apalagi JK di mata warga Sulsel, JK cukup berjasa dalam meningkatkan pembangunan di Sulsel.
Sementara terhadap partai politik yang selama ini menyatakan dukungan terhadap JK, Nurdin minta agar parpol tersebut segera mendeklarasikan JK sebagai capres yang akan diusung partainya. Pasalnya, Nurdin khawatir JK sekadar dijadikan permainan politik oleh parpol yang coba meningkatkan kepercayaannya di mata masyarakat. "Kita persilahkan, tapi jangan JK diombang-ambingkan dan hanya jadi alat politik," imbuh Nurdin.    
Sejauh ini, JK memang banyak dilirik partai politik untuk diusung sebagai capres kendati belum secara resmi. Parpol yang sudah memunculkan JK capres adalah PPP. Partai berbasis Islam ini bahkan menggadang-gadang JK sebagai capres melalui munas PPP beberapa waktu lalu. Partai lain seperti Nasional Demokrat juga melirik JK untuk capres, sementara Gerindra mengincar JK sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto.
Terhadap pilgub Sulsel dimana Golkar akan mengusung Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang), Nurdin minta semua kader Golkar solid mendukung calon yang diusung partai. utamanya ketika calon tersebut sudah didaftarkan ke KPU. "Kader yang ditemukan tidak mendukung, tentu akan kita pertimbangkan," tandas Nurdin.
Bahkan ketika ada kader yang coba-coba mendukung calon lain, partai kata dia tidak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas berupa pemecatan. "Bahkan kalau ada bupati dari Golkar yang tidak mendukung calon Golkar, juga akan kita beri sanksi," sebut Nurdin. (sah)  
 (hamsah umar)    

Kadir Kumpul Tim, A+ Temu Konstituen


MAKASSAR, FAJAR--Calon wali kota Makassar, Kadir Halid mulai memperlihatkan kekuatannya dengan mengumpulkan sekaligus buka puasa bersaa Tim Pemenangan Kadir Halid di Jalan Bau Mangga Makassar, Minggu, 29 Juli.
Sedikitnya ada seratusan Tim Pemenangan Kadir dikumpulkan sambil buka puasa bersama. Buka puasa tim ini juga dihadiri Ketua Bappilu DPP Golkar, Nurdin Halid, wakil gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, ustadz ternama Sulsel, Arifuddin Lewa serta sejumlah tokoh lainnya. Arifuddin yang tampil membawakan pengantar buka puasa beberapa kali menyemangati tim Kadir dengan menyebut pemimpin baru seperti Kadir diperlukan di Makassar.
"Kalau tim mau melihat Kadir Halid memimpin Makassar, perbanyak zikir. Insya Allah akan lahir pemimpin baru di daerah ini," kata Arifuddin menyemangati tim pemenangan Kadir Halid.  "Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba Pak Ustadz tahu keinginan saya maju di Makassar padalah tidak pernah saya sampaikan," kata Kadir menanggapi.
Untuk pilwalkot Makassar, Kadir mengaku memiliki kesiapan untuk bertarung, termasuk bersaing mendapatkan dukungan partai. Apalagi menurut dia, acuan utama Golkar dalam menentukan calonnya adalah melalui mekanisme survei. Dia yakin, survei popularitas dan elektabilitasnya bisa bersaing dengan kader lain yang lebih awal muncul.
"Yang jelas survei di Golkar menjadi ukuran utama. Siapa pun nanti yang memiliki survei tertinggi dan ditetapkan oleh partai, itulah yang harus kita dukung karena mekanisme di Golkar seperti itu. Pastinya, saya juga punya berbagai program yang akan ditawarkan kepada masyarakat kalau diberi kepercayaan untuk bertarung," kata Kadir.
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sulsel, Ariady Arsal tidak sekadar rajin sosialisasi di Makassar, tapi juga konstituennya di daerah. Sebagai anggota DPRD Sulsel, Ariady merasa bertanggung jawab untuk menemui konstituen sebagaimana yang dilakukan di Makassar. Kemarin A+ menemui konstituen di Bulukumba dan mengajak meneladani Nabi Yusuf. "Salah satu yang bisa kita contoh adalah gaya kepemimpinan Nabi Yusuf." kata Ariady.
"Nabi Yusuf adalah pemimpin yang punya visi yang jelas, punya pesona pribadi dan siap menghadapi intrik dan godaan politik," lanjutnya. (hamsah umar)

Muslimin Bando Buka Diri untuk Wakil


MAKASSAR, FAJAR--Ketua DPD PAN Enrekang, Muslimin Bando mulai membuka ruang komunikasi bagi tokoh di Enrekang yang ingin bertarung di pemilukada Enrekang mendatang. Tidak hanya terhadap tokoh yang bisa menjadi wakilnya, tapi juga semua kandidat yang menyatakan keinginannya maju di Enrekang.
Kendati penentuan wakil tetap mengacu survei, Muslimin yang saat ini menempati survei teratas mengaku ingin lebih awal mengenal karakter semua tokoh yang akan maju di Enrekang, baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bipati. Apalagi, sejumlah tokoh yang akan maju di daerah ini sebagian masih ada hubungan keluarga dan kerabat.
"Hampir semua calon yang muncul tetap kita bangun komunikasi, karena memang banyak dari keluarga dan teman dekat. Tapi komunikasi ini bukan untuk mengajaknya menjadi wakil saya karena PAN sendiri belum ada calonnya. Yang pasti, secara pribadi saya terbuka kepada kepada siapa pun, karena yang jadi ukuran kita tetap survei," kata Muslimin, Minggu, 29 Juli.
Di PAN sendiri, Muslimin menjadi kader partai yang dijagokan bertarung di pemilukada Enrekang. Bahkan peraih suara hingga 30 persen di pemilukada sebelumnya ini menjadi andalan PAN untuk memenangkan pemilukada Enrekang mendatang, kendati sejauh ini PAN belum memastikan kapan akan memulai menjaring calon bupati/cawabup untuk Enrekang.
"Kita belum ada petunjuk dari DPW PAN Sulsel untuk menjaring calon. Pastinya, PAN bisa mengusung pasangan calon. Sebagai kader partai, saya juga tentu siap jika diberi kepercayaan PAN untuk bertarung nantinya," kata Muslimin.
Saat ini, setidaknya sudah berkisar 20 tokoh yang sudah menyatakan kesiapannya bertarung di pemilukada Enrekang seperti Andi Natsir, Mustamin Amir, Chaerul Tahir, Nurhasan, Amiruddin, Chaerul Latanro, Rahman Pina, Arfah Rauf, dan sejumlah tokoh lainnya.
Selama Ramadan ini, Muslimin banyak melakukan buka puasa bersama dengan masyarakat termasuk tarawih keliling. Bahkan, hampir setiap hari, dia menggelar tarawih keliling untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan pendukungnya. "Begitu juga dengan partai. Kader-kader partai juga banyak menggelar kegiatan seperti ini. Ini kan memang momen kita untuk lebih banyak menggelar pertemuan di masyarakat," katanya. (hamsah umar)

PKS Prihatin Konflik di Burma


MAKASSAR, FAJAR--Pembantaian muslim Rohingya di Burma, Myanmar menjadi keprihatinan DPW PKS Sulsel. Partai berbasis Islam ini mengecam pembantaian terhadap warga muslim. PKS Sulsel pun mendesak pemerintah mengambil upaya untuk menghentikan kekerasan tersebut.
Apalagi,  pembantaian terhadap muslim Rohingya ini telah mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan puluhan ribu mengungsi. Di sisi lain, dua termasuk Indonesia masih bungkam. Ketua DPW PKS Sulsel, Andi Akmal Pasluddin minta pemerintah Indonesia melakukan upaya diplomasi menekan pemerintah Burma untuk menghentikan pembantaian. "Ini
adalah pelanggaran keji dan pelakunya harus diseret ke pengadilan internasional," kata Akmal, Minggu, 29 Juli.
Akmal melihat, pembantaian muslim Rohingya ini merupakan tragedi kemanusiaan dan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia (HAM). PKS Sulsel melihat aksi ini sudah mengarah pada pemusnahan etnis Rohingya sehingga tidak bisa dibiarkan terjadi.
Bahkan, tragedi ini dianggap bentuk kemunduran dalam penegakan HAM dunia terlepas dari siapapun korbannya. "Karenanya kita harus mendesak pemerintah mengambil sikap resmi mengutuk dan mendesak negara tersebut keluar dari ASEAN," tambah Sekretaris PKS Sulsel, Amru Saher.
Sebagai negara yang dihormati di ASEAN bahkan berpenduduk terbesar muslim, PKS Sulsel agar pemerintah secepatnya mengambil langkah nyata untuk mengentikan pembantaian etnis muslim tersebut. (hamsah umar)

ACC-Taufan Incar Promal


MAKASSAR, FAJAR--Dua calon bupati Bone, Andi Irsan Idris dan Andi Taufan Tiro bakal bersaing mendapatkan Andi Promal Pawi sebagai pendampingnya. Promal masuk salah satu tokoh yang diincar ACC, begitu juga Promal masuk incaran DPD PAN Bone.
Kendati Promal tidak diincar langsung oleh Taufan, namun Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN Bone merekomendasikan agar Taufan memprioritaskan Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Bone ini sebagai wakilnya di pemilukada Bone mendatang. Alasannya, Promal sudah dikenal sepak terjangnya oleh sebagian masyarakat Bone, apalagi sempat menjadi camat di beberapa kecamatan.
Promal diketahui pernah menjadi camat di Tanete Riattang, Lapri, Ulaweng sehingga dianggap punya investasi sosial untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Belum lagi, Promal dikenal sebagai birokrat yang berkinerja baik di tengah masyarakat. "Jadi kalau dari MPP PAN Bone, kita inginkan Taufan menggandeng Promal Pawi. Tapi tentu itu kembali lagi kepada Pak Taufan sendiri karena dia sendiri yang akan menentukan siapa wakilnya," saran Ketua MPP PAN Bone, Muhammad Naim, Minggu, 29 Juli.
Naim yang juga menjadi salah satu daftar cawabup di PAN Bone mengaku, Taufan perlu mencari figur dari luar partai untuk memperkuat pencalonannya di pemilukada Bone. Naim juga menyarankan agar Taufan tidak terlalu lama bersikap dalam menentukan pendampingnya, agar sosialisasi pasangan ini bisa lebih cepat dilakukan. Apalagi, Taufan tidak terlalu diunggulkan dibanding Fahsar dan Irsan.
Bagaimana dengan akademisi UMI, Zakir Sabara? Naim menyatakan bahwa semua bergantung cabup PAN. Yang pasti menurut dia, Taufan membutuhkan figur yang sudah dikenal di masyarakat Bone untuk mendukung peningkatan tingkat dukungan masyarakat terhadap pasangan ini nantinya. "Siapa pun yang dipilih, kita tentu akan mendukung. Harapan kita bagaimana cawabup ini secepatnya ditetapkan supaya ada ruang gerak lebih di masyarakat," kata Naim.
Untuk mendapatkan Promal, PAN maupun Taufan tidak bisa semudah ketika membidik figur yang lain. Pasalnya, Promal juga menjadi salah satu tokoh yang dibidik putra bupati Bone Idris Galigo, Irsan untuk menjadi pendampingnya. Peluang ACC mendapatkan Promal juga lebih terbuka apalagi ketika mempertimbangkan pengaruh Idris yang saat ini masih atasan Promal. "Tapi bukan berarti itu tidak bisa," imbuh Naim.
Sebelumnya, jubir ACC Ali Sadikin menandaskan bahwa ACC memprioritaskan membidik birokrat sebagai pendampingnya. Kendati ACC sejauh ini belum mau terang-terangan melansir tokoh yang diincar untuk menjadi wakilnya. Namun rumor yang beredar di Bone menempatkan Promal adalah salah satu tokoh kuat yang diincar. (hamsah umar)  

Demokrat Perkuat Jaringan RT/RW


MAKASSAR, FAJAR--Pascapelantikan pengurus PAC dan ranting se-kota Makassar, DPC Demokrat Makassar mulai fokus memperkuat kader dan jaringan di tingkat RT/RW. Untuk tingkat RT/RW setidaknya ada 45 ribu kader Demokrat.
Upaya memperkuat jaringan atau kader di tingkat RT/RW ini menjadi salah satu agenda Demokrat Makassar pascapelantingan PAC dan ranting, dalam rangka memenangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) di pilgub Sulsel mendatang. Kader di tingkat RT/RW ini lebih banyak diarahkan untuk menyasar pemilih pemula dan perempuan.
Ketua Badan pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Demokrat Makassar, Endre Cecep Lantara menyatakan penguatan jaringan di tingkat RT/RW ini, guna meningkatkan basis suara  Demokrat dan menjaga konstituennya, utamanya pendukung pasangan Ilham-Aziz .
Makanya, dia minta seluruh pengurus Demokrat Makassar utamanya PAC dan ranting untuk memperkuat sosialisasi pasangan IA pascadilantik sebagai pengurus. Selain itu setiap kader juga harus bekerja lebih maksimal, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap partai maupun calon yang diusung dapat lebih baik. Apalagi, Makassar merupakan salah satu basis pasangan IA di pilgub Sulsel.
"Apa yang sudah dicapai teman-teman saat ini, tidak lain dari dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada Partai Demokrat. Untuk menjaga itu, kader harus terus bekerja maksimal utamanya menghadapi agenda pemilukada yang akan datang," katanya.
Sosialisasi dalam rangka memenangkan pasangan Ilham-Aziz di Makassar harus terus ditingkatkan utamanya terhadap pemilih pemula dan kaum perempuan. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melakukan bakti sosial, baik kesehatan, pendidikan dan beberapa kegiatan lain.
Anggota DPRD Makassar ini optimis jiga semua elemen partai bekerja dengan baik maka target untuk memenangkan pasangan IA di Makassar bukan hal mustahil. Selain konsolidasi kader, Demokrat Makassar juga melakukan konsolidasi dengan beberapa partai yang mengusung IA di pilgub. (hamsah umar)

Empat Pengusung IA Berpaling ke Garuda-Na


MAKASSAR, FAJAR--Sabotase partai pengusung Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), sepertinya sukses dilakukan pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na).
Dari sepuluh parpol nonparlemen yang dikabarkan sudah mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan Ilham-Aziz di pilgub Sulsel, empat di antaranya belakangan ini mulai berpaling dan memilih intens berkomunikasi dengan Garuda-Na. Salah satu yang disebut-sebut intens berkomunikasi dengan Garuda-Na adalah PIB yang dipimpin Koordinator Koalisi Nonparlemen, Saelan Moka.
Kendati belum pasti 100 persen berpaling dari IA ke Garuda-Na, tim IA tidak menampik adanya empat parpol yang sempat mengeluarkan rekomendasi ke IA saat ini intens berkomunikasi dengan IA. Kubu IA sendiri menilai upaya tersebut merupakan hak empat parpol tersebut, yang tetap membuka ruang komunikasi dengan kandidat lain. "Kita tidak ada masalah, karena itu hak mereka untuk membuka komunikasi dengan kandidat," kata Juru Bicara IA, Selle KS Dalle, Jumat, 27 Juli.
Sekalipun nantinya empat parpol tersebut benar-benar berubah sikap, IA tidak terlalu memusingkan sepanjang proses yang ditempuh parpol tersebut baik. IA selalu berusaha menghargai setiap keputusan yang diambil partai politik. "Kita tidak ada niat menjegal kandidat manapun. Garuda-Na bagi IA bukan lawan tanding tapi dia adalah kawan bertanding kita. Karena secara umum visi-misi yang diperjuangkan Garuda-NA seiring dengan perjuangan kita untuk Sulsel," tandas Selle.
Adapun parpol nonparlemen yang dikabarkan memilih intens komunikasi dengan Garuda-Na enggan dibeberkan Selle. Kendati dia tidak menepis kalau salah satu partai dimaksud adalah PIB.
Jubir IA yang lain, Syamsu Rizal terpisah juga tidak menampik adanya parpol yang telah merekomendasikan IA saat ini membangun komunikasi dengan Garuda-Na. "Tapi belum bisa juga dikatakan bahwa partai itu sudah berpaling, karena kita tetap membangun komunikasi dengan mereka," kata Ical-sapaan Syamsu Rizal.
Ical hanya berharap, seluruh partai yang pernah mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan IA tetap menjaga komitmen dan konsistensinya terhadap apa yang menjadi kesepakatan awal dengan IA. "Tapi kita juga tidak bisa menghalangi langkah mereka, karena dia juga punya kewenangan sendiri," tambahnya. (hamsah umar)          

Minggu, 29 Juli 2012

IA Waspada, Garuda-Na Tantang Konsisten


*Soal Ajakan Tidak Curang

MAKASSAR, FAJAR--Statemen cagub petahana Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang meminta semua kandidat tidak curang di pilgub Sulsel, langsung direspons dua kompetitor Sayang, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na).
Respons dari tim IA adalah mewarning seluruh penghuni rumah rakyat di Sulsel untuk meningkatkan kewaspadaan. Alasannya, statemen Syahrul kadang kontradiktif dengan apa yang dilakukan timnya di bawah.  
"Itu isyarat untuk kami waspada. Pernyataan Pak Syahrul sejauh ini selalu kontradiktif dengan realitas di lapangan.  Apa yang diucapkan cenderung tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan. Ketika beliau menyebut jangan politisasi masjid, ternyata prajuritnya di lapangan menyambut dengan mempolitisasi masjid," ujar Jubir IA, Selle KS Dalle dalam rilisnya, Jumat, 27 Juli.
Demikian pula ketika Pak Syahrul berteriak untuk jangan saling memfitnah, justru adiknya sendiri, Irman Yasin Limpo yang secara terang benderang  menuduh kompetitornya sebagai pelaku penyebaran The Tabloid (memuat kampanye hitam "Gubernur Narkoba"). Tidak sampai di situ, Jubir Sayang, Maqbul Halim secara serampangan  menuduh ustadz sebagai pelaku penyebaran majalah The Tabloid tanpa ada bukti yang jelas.
"Tidak mustahil, instruksi terbaru untuk  jangan curang justru perintah kepada pasukannya di lapangan  untuk menghalalkan segala cara demi mempertahankan kekuasaannya," kata Selle.
Jubir Garuda-Na, Nasrullah Mustamin menyebut ajakan petahana agar kandidat tidak main curang suatu hal yang wajar dan semestinya dilakukan demikian. Dalam berkompetisi, semua kandidat memang sewajarnya fair. "Itu artinya bahwa Pak Syahrul ini sudah siap bermain secara fair. Terlepas ada tidaknya maksud tertentu dari ajakan itu, Garuda-Na tidak sampai berpikir ke sana. Yang jelas itu kita sambut karena Garuda-Na memang sejak awal mengajak bertarung fair," kata Nasrullah.
Namun, Garuda-Na menantang Syahrul untuk memegang pernyataannya itu dengan tetap komitmen dan konsisten dengan ucapannya, bukan lain diucapkan lain juga yang dilakukan di tengah masyarakat. "Termasuk ketika misalnya dia roadshow ke daerah untuk kepentingan sosialisasi dirinya sebagai cagub untuk tidak melibatkan aparat pemerintah. Karena saya kira kalau melibatkan aparatur itu bukan pada tempatnya," tantang Nasrullah.
Tantangan Nasrullah kepada Syahrul konsisten dengan ucapannya itu karena Garuda-Na melihat pelibatan aparat di daerah masih ditemukan dalam setiap kunjungannya ke daerah. Di Wajo, Garuda-Na bahkan menemukan adanya upaya tim Sayang meminta PNS untuk membentuk tim sukses. "Di Wajo kemarin kita temukan ada PNS diminta bua tim. Apakah itu sepengetahuan kandidat atau tidak, yang pasti itu adalah upaya pemerintah kabupaten untuk menunjukkan loyalitasnya," beber Nasrullah. (hamsah umar)

Cabup Berebut Simpati Keluarga Karaeng-Sayyed


MAKASSAR, FAJAR--Pertarungan pasangan cabup-cawabup Takalar di pemilukada Oktober mendatang, tidak lepas dari pengaruh perebutan simpati keluarga karaeng dan sayyed. Dukungan keluarga besar karaeng dan sayyed yang ditokohkan di Taklar dianggap punya pengaruh besar.
Di Takalar, setidaknya ada dua komunitas keturunan yang dianggap berpengaruh di pemilukada Takalar yakni keluarga karaeng dan sayyed. Misalnya saja keluarga besar Karaeng Polobangkeng, Karaeng Galesong, serta Sayyed Cikoang. Karena pengaruh keluarga karaeng dan sayyed ini dianggap punya potensi mempengaruhi pemilih, klaim dukungan keluarga karaeng pun mulai dimunculkan kandidat.
Misalnya saja pasangan A Makmur Sadda-Nashar Baso (Aman) yang lebih awal mengklaim didukung keluarga besar Karaeng Polobangkeng. Ini cukup mendasar karena Makmur dikenal memiliki pertaliang keluarga dengan keluarga karaeng di Polobangkeng seperti Ranggong Dg Romo. Sementara Nashar dikenal sebagai bagian dari rumpung keluarga Karaeng Galesong dan Gowa.
Juru Bicara Aman, Dedi Hasta bahkan menyebut dukungan besar tokoh masyarakat Takalar termasuk keluarga karaeng di Takalar, semakin meningkatkan tingkat elektabilitas pasangan ini. "Bergabungnya simbol-simbol tokoh masyarakat Takalar ini semakin menguatkan posisi Aman," kata Dedi.
Jubir pasangan Syamsari Kitta-Hamzah Barlian, Hairil Anwar tidak mau kalah dengan dukungan keluarga karaeng di daerah ini. Kendati demikian, pasangan ini ogah mengklaim keluarga karaeng yang mendukungnya. "Pak Hamzah Barlian itu bagian dari keluarga besar keturunan karaeng. Cuma kan tidak etis kalau saya harus membeber keluarga karaeng yang mendukung tim kita," kata Hairil.
Bagaimana dengan keluarga Sayyed di Cikoang, pasangan Ahmad Dg Se're-Sukwansyah dianggap lebih memiliki peluang untuk mendapatkan simpati keluarga Sayyed ini. Dukungan keluarga besar Bupati Takalar, Ibrahim Rewa terhadap pasangan ini dianggap lebih mudah mendapatkan simpati keluarga Sayyed dibanding kandidat lainnya. Kendati sejauh ini belum ada calon yang mau mengklaim mendapat dukungan dari keluarga besar Sayyed Cikoang. (hamsah umar)    

   

Aziz Buka Bersama Tukang Becak


MAKASSAR, FAJAR--Momentum Ramadan adalah saatnya berbagi utamanya dengan masyarakat kurang mampu, misalnya dengan mengundang tukang becak berbuka puasa bersama. 
Cawagub pendamping Ilham Arief Sirajuddin, Aziz Qahhar Mudzakkar bersama istri tercinta, Sabriati Aziz memilih berbuka puasa bersama puluhan tukang becak di  Sekretariat Tim Pejuang Perempuan Ilham-Aziz,  di kompleks Ruko Zamrud AP Pettarani, Jumat, 27 Juli.
Aziz, istri dan TPP IA terlihat berbaur bersama menyantap penganan buka puasa yang disiapkan. Dalam tausiyahnya Aziz mengungkap bahwa sebagai ustadz tidak pernah merasa jauh dari rakyat kecil.  "Saya ini kemana-mana selalu bersama rakyat kecil, apakah itu  petani, tukang becak, nelayan, serta kaum kecil lainnya," ujarnya.
Tidak lupa, Aziz mengingatkan para tukang becak untuk tidak pernah  melupakan Allah. "Nasib kita boleh saja berbeda tetapi bagaimana pun sebagai khilafah Allah di muka  bumi ini, kita harus terus berjuang dan bersemangat untuk mencari reseki yang halal. Tapi jangan lupa ibadah harus tetap ditegakkan. Apalagi di bulan Ramadan ini kita semua harus meningkatkan ibadah baik siang maupun malam. Lebih sering melafalkan ayat suci Alquran," ujarnya.
Sabriati yang merupakan Ketua TPP IA Sulsel mengatakan bahwa buka puasa ini digelar sebagai bentuk silaturahmi sekaligus memberi semangat yang kurang mampu agar terus menggengam harapan yang dijanjikan oleh Allah.
Sementara, artis senior Dewi Yull mengajak warga Jeneponto untuk memilih pemimpin yang bermoral, religius, dan dekat dengan rakyat. Ajakan itu dikemukakan Dewi saat tabliq Akbar di Lapangan Tolo, Kecamatan Kelara, Jeneponto, Kamis  malam.  Ilham hadir bersama istri Aliyah Mustikla Ilham dan Ketua DPC Demokrat Jeneponto, Alamsyah Mahadi Kulle
Tablig Akbar yang dihadiri sekitar 10 ribuan warga itu digelar usai salat tarawih yang digelar paguyuban Turatea. "Jika pemimpin dekat dengan rakyat maka rakyat dengan mudah mengutarakan aspirasinya," kata Dewi. (hamsah umar)

14 PAC Dukung ARA Cawali


MAKASSAR, FAJAR--Dukungan terhadap Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA) untuk bertarung di pilwalkot Makassar makin kuat. 14 Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kota Makassar bulat mendorong ARA sebagai cawali Makassar 2013 mendatang.
Pernyataan dukungan 14 PAC ini disampaikan saat pelantikan pengurus PAC dan Pengurus Ranting Demokrat Makassar di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat, 27 Juli. Pernyataan dukungan tertulis oleh seluruh PAC ini disampaikan langsung kepada Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin sesaat sebelum melantik PAC dan Pengurus Ranting se-Kota Makassar.
Dalam pernyataan itu, PAC juga menyatakan kesiapannya bekerja dan memenangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar sebagai gubernur 2013-2018. Agenda pilgub dan pemilukada di Sulsel ini memang menjadi salah satu sasaran antara yang ditargetkan dimenangkan menuju pemilu legislatif 2014. "Dua sasaran antara ini harus kita menangkan untuk memenuhi target minimal 30 persen suara di pemilu 2014," tandas Ilham.
Ilham menandaskan, jika sekiranya target antara utamanya pilgub Sulsel bisa diwujudkan 2013 mendatang, target perolehan suara di pemilu 2014 mendatang akan dengan mudah dicapai di Sulsel. Kepada kader Demokrat, Ilham mengajak kader tidak perlu sesumbar, angkuh, sombong, menjadi nomor satu, tapi yang terpenting harus diwujudkan kader Demokrat adalah menjadikan Demokrat atau pun calon yang diusung partai sebagai pilihan terbaik rakyat Sulsel.
Terkhusus pilgub Sulsel yang paling dekat, Ilham mengajak seluruh kader untuk tidak mengenal kata tidak dalam berjuang, termasuk memperkuat konsolidasi kader berjuang bersama. Dalam pelantikan 14 PAC dan ranting ini, sedikitnya seribuan lebih kader dan simpatisan Demokrat menghadiri acara pelantikan tersebut. Tak lupa, Ilham mengingatkan kader Demokrat untuk menjaga amanah partai yaitu bekerja memenangkan kader terbaik yang diusung dalam pemilukada.
"Pengurus yang tidak mau bekerja atau malah bekerja untuk orang lain, lebih baik katakan mulai sekarang. Silahkan cabut atribut Demokrat kalau ada yang tidak dukung keputusan partai. Kita tidak ingin ada kader tidak konsisten terhadap amanah organisasi," Ilham mengingatkan.
Ketua DPC Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali menyatakan setelah pelantikan pengurus PAC dan ranting, September mendatang Demokrat memperkuat kader tingkat RT/RW yang diperkirakan mencapai 45 ribu kader. "Saya minta semua kader harus punya KTA, karena semua kader kita asuransikan," imbuh ARA.
Terhadap agenda pemenangan pilgub dan pemilukada, ARA mengimbau kader Demokrat Makassar untuk bekerja keras memenangkan pasangan cagub Sulsel, Ilham-Aziz. " Jangan permalukan Ketua DPD Demokrat Sulsel, jangan permalukan Ketua DPC Makassar dan jangan permalukan diri Anda sendiri," urai ARA. (hamsah umar)      
                   

Sayang Tidak Overconfidence


MAKASSAR, FAJAR--Diunggulkan bisa kembali memenangkan pilgub Sulsel mendatang, tidak membuat pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) overconfidence alias terlalu percaya diri.
Buktinya, pasangan Sayang hingga saat ini terus bekerja baik Golkar maupun relawannya melakukan penggalangan dukungan kepada masyarakat Sulsel. Kalau selama ini ada asumsi Sayang overconfidence, tidak dibernarkan kader Golkar Sulsel. "Kalau confidence tentu saja Sayang seperti itu. Yang bukan saja incumbent confidence apalagi kalau berstatus sebagai petahana. Semua yang akan bertarung di pilgub saya kira memiliki optmisme," kata Tim Pemenangan Sayang Dapil Bulukumba, Bantaeng, Selayar dan Sinjai, Risman Pasigai, Kamis, 26 Juli.
Risman menandaskan, kerja politik yang dilakukan tim Sayang dalam rangka meraih dukungan masyarakat Sulsel tetap berbasis penggalangan. Manajemen ini tetap menjadi salah satu bentuk kerja politik Sayang dalam rangka memenangkan pilgub mendatang.
Kerja tim dan relawan Sayang yang tetap intens ini mengindikasikan Sayang tidak overconfidence menghadapi pilgub Sulsel mendatang. Kalau pun selama ini senior Golkar, HM Roem sering berkomentar agar Sayang tidak overconfidence, tidak berarti pasangan ini terlalu percaya diri. "Tim yang baik dan kuat adalah yang selalu mengevaluasi dan mengingatkan. Karena overconfidence dalam tim kami adalah suatu hal yang tidak diinginkan terjadi," tandas Risman.
Sekiranya Sayang overconfidence, tentu saja tim, relawan atau pun partai pengusung tidak terlihat melakukan kerja politik menghadapi pertarungan pilgub. Syahrul sendiri sejak awal menyatakan baru mulai bekerja pada Juli ini.
Selain penggalangan dukungan yang dilakukan Golkar, tim, dan relawan secara massif. Hal lain, pemasangan atribut Sayang akhir-akhir ini semakin menjamur khususnya di Makassar dan sekitarnya. Baliho yang semakin menjamur di sejumlah sudut kota ini menunjukkan kalau tim Sayang mulai bergerak massif dalam menyosialisasikan Sayang. "Yang sebenarnya fenomena adalah overconfidence kompetitor Sayang yang berasumsi sudah memenangkan pertarungan," kata Risman.
Terhadap dukungan Sayang utamanya di dapil Bulukumba, Risman menyebutkan bahwa secara umum masyarakat senang dengan Syahrul, karena melihat cagub ini tidak pernah terindikasi korupsi. "Karena itu, pilih pemimpin bebas dari korupsi, syahrul menawarkan itu," tambah Risman. (hamsah umar)

Belasan Legislator Sulsel Ingin Naik Kelas


MAKASSAR, FAJAR--Belasan anggota DPRD Sulsel ingin naik kelas dengan membidik DPR RI pada pemilu legislatif 2014 mendatang. Umumnya, legislator yang membidik senayan ini sudah dua periode mengabdi di DPRD Sulsel.
Politisi DPRD Sulsel yang siap bersaing ke senayan ini seperti Akmal Pasluddin, Amru Saher, Ariady Arsal (PKS), Ajiep Padindang, Hoist Bachtiar (Golkar), Amir Uskara, Andi Mariattang, Abubakar Wasahua (PPP), Ashabul Kahfi, Buhari Kahar Mudzakkar, Dodi Amiruddin (PAN), Ambo Dalle (Hanura). Bahkan politisi Demokrat, Andry Arief Bulu yang baru satu periode di DPRD Sulsel juga disebut-sebut  ingin naik kelas.
Dari sejumlah nama legislator Sulsel yang membidik senayan ini, beberapa di antaranya sudah terang-terangan bahkan sudah mulai sosialisasi di tengah masyarakat, apalagi proses pencalegannya di partainya sudah rampung. Misalnya saja Andi Mariattang, Abubakar dan Amir Uskara. Begitu juga Buhari dan Ashabul Kahfi sudah terang-terangan mengutarakan niatnya naik kelas.
Kendati akan bersaing dengan politisi kuat yang lebih awal berkiprah di senayan, anggota DPRD Sulsel ini tidak mau kalah optimis dengan politisi lain yang sudah duduk di DPR RI. Mereka mengaku tetap memiliki kemampuan untuk mendapatkan dukungan masyarakat Sulsel di daerah ini.
"Meski akan berhadapan dengan beberapa politisi kuat atau sudah memiliki investasi karena sudah berkiprah di senayan, saya tetap optimis mampu menembus anggota DPR RI. Tentunya dengan tetap bekerja dan berharap dukungan masyarakat di dapil yang akan menjadi tempat kita bertarung," kata Abubakar Wasahua.
Abubakar juga sudah mulai menyosialisasikan diri di tengah masyarakat utamanya keluarga tentang keinginannya bertarung menjadi anggota DPR RI pada pemilu 2014 mendatang. Kendati masih sebatas keluarga, namun Wasahua yakin mampu meraih simpati warga Sulsel pada saat pemilu mendatang.
Optimisme bisa tembus senayan juga disampaikan politisi PAN, Buhari Kahar Mudzakkar. "Kita tentu kan harus siap dan optimis kalau didorong ke senayan. Saya kira kita harus berusaha untuk mampu lolos ke sana," kata Buhari. (hamsah umar)

Legislator Sulsel Bidik Senayan:
PKS: Akmal Pasluddin, Amru Saher, Ariady Arsal
Demokrat: Andry Arief Bulu
Golkar: Ajiep Padindang, Hoist Bachtiar
PPP: Amir Uskara, Mariattang, Abubakar Wasahua
Hanura: Ambo Dalle
PAN: Ashabul Kahfi, Buhari Kahar Mudzakkar, Dodi Amiruddin

Jumat, 27 Juli 2012

Akbar Bagi Trik Politik ke IA


MAKASSAR, FAJAR--Meski Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) adalah lawan politik Golkar di pilgub Sulsel mendatang, mantan Ketua Umum DPP Golkar, Akbar Tanjung tetap berbagi trik politik kepada IA.
Strategi politik ini diberikan saat Ilham melakukan pertemuan tertutup dengan Akbar di Grand Clarion, kamar 606, Kamis, 25 Juli dini hari. Dalam pertemuan ini, juga dihadiri mantan Ketua Umum DPP KNPI, Ahmad Doly Kurnia. Keakraban Ilham dengan Akbar ini tidak lepas dari masa lalu Ilham sebagai Ketua DPD Golkar Makassar.
Pertemuan berlangsung akrab dan santai. Selama pertemuan berlangsung, Akbar banyak menanyakan mengenai tahapan pemilihan gubernur mulai jadwal kampanye, pemilihan, hasil survei, jumlah pemilih, dan geopolitik.
Salah satu strategi politik yang disampaikan Akbar kepada Ilham agar pasangan nasionalis-religius ini mengusung tema kampanye yang mudah dipahami dan diterima masyarakat awam. Akbar bahkan sempat mendoakan pasangan Ilham-Aziz sukses pada suksesi pilgub mendatang. Saat pertemuan berlangsung, Akbar mengenakan baju koko berwarna krem.
Sebeliknya, Ilham banyak memaparkan mengenai geliat pembangunan di kota Makassar selama dua periode dipimpin. Termasuk pembangunan Masjid Terapung Amirul Mukminin di Pantai Losari yang menjadi ikon baru Kota Makassar.
Terhadap masjid terapung ini, mantan ketua umum PB HMI ini, cukup kagum dengan masjid yang megah di Pantai Losari. Masjid tersebut menambah dan memberi warna baru khususnya semangat spritual masyarakat Makassar. Diakhir pertemuan, Akbar dan Ilham sempat cipika-cipiki sambil mengingatkan "Aco tetap semangat yah".
Kemarin, Ilham kembali roadshow ke Jeneponto bersama istri Aliyah Mustika dan artis kondang ibukota Dewi Yul. Ilham berbuka puasa dengan seribuan warga di pelataran Masjid Syuhada 45 Pallantikang, Kecamatan Bangkala.
"Saya tidak suka berjanji karena pasti warga Jeneponto menilai singkamma ji riolo ma'janji tapi tena realisasina (sama kandidat sebelumnya yang berjanji tapi tidak merealisasikan," kata Ilham disambut aplaus.
Ilham sekadar mohon dukungan masyarakat Jeneponto untuk diberikan kepercayaan mengemban amanah yang lebih besar di Sulsel. "Jika dua tahun kami memimpin tidak ada perubahan maka kami mengembalikan mandat kepada rakyat," imbuh Ilham.
Dalam lawatanya, Ilham memboyong tiga ustadz yakni Muhammadiyah Yunus, Agung Wirawan, dan Dr Rahman Qayyum. Di daerah yang dikenal kering ini, Ilham santap malam bersama 40 kepala desa di kediaman Kepala Desa Pallantikang, Kasmin. (hamsah umar)

Garuda-Na Target Sabotase Pengusung IA


*PIB Mulai Goyah

MAKASSAR, FAJAR--Sejumlah parpol nonparlemen pengusung Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) menjadi target sabotase pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na). Ini untuk memenuhi target minimal 15 persen persentase suara dukungan parpol nonparlemen.
Kendati menarget parpol nonparlemen yang selama ini disebut-sebut sudah mendukung IA, Garuda-Na menolak disebut mengsabotase parpol pengusung kandidat lain. Menurutnya, partai yang dilobi adalah partai yang belum resmi mendukung calon gubernur di Sulsel. Bahkan menurut kalkulasi tim Garuda-Na, pesersentase suara dukungan parpol nonparlemen yang akan mendukung pasangan ini mencapai 16 persen.
"Tidak masalah kalau tim Ilham-Aziz mengklaim sepuluh parpol nonparlemen, tapi saya kira kita tetap memenuhi syarat. Kalau hitung-hitungan kita itu mencapai 16 persen, jadi saya kira target kita tetap," kata Juru Bicara Garuda-Na, Nasrullah Mustamin, Kamis, 26 Juli.
Namun partai apa saja yang akan mendukung Garuda-Na, lagi-lagi pasangan ini memilih berspekulasi dan menolak untuk membeberkan partai yang sudah pasti di tangan. Dia beralasan, pasangan ini tidak ingin beber parpol pendukungnya karena selama ini ada pihak yang tidak inginkan Garuda-Na ikut bertarung di pilgub. "Ada yang beredar di masyarakat kalau Rudi-Nawir tidak akan maju. Ini artinya bahwa ada pihak yang tidak inginkan pasangan ini bertarung," kata Nasrullah.
Garuda-Na sendiri terus bergerak dan menyisir wilayah Bosowa. Setelah melakukan roadshow ke Belawa, Wajo bersilaturahmi dengan keluarga besar Datu Pasamula, pasangan ini melanjutkan kerja politiknya di Kabupaten Soppeng.
Ketua DPD PIB Sulsel, Saelan Moka yang tadinya sudah menegaskan partainya sudah mendukung IA mulai berubah. Saelan mengaku hingga saat ini DPP PIB belum mengeluarkan rekomendasi resmi, apalagi kepengurusan PIB saat ini berubah dan dipimpin Yenny Wahid setelah memilih bergabung dengan Partai  Kemakmuran Bangsa Nusantara (PKBN).  Gabungan partai ini saat ini bernama PKBIB.
"Sampai saat ini kita belum ada kejelasan, lagi pula kan kita masih perlu membicarakan lebih lanjut komitmen-komitmen yang harus dibangun. Yang saya ingin katakan PIB belum jelas," kata Saelan Moka. (hamsah umar)
           

Sosialisasi IA, PKS Door to Door


MAKASSAR, FAJAR--Instruksi Sekretaris Jenderal DPP PKS, Anis Matta kepada seluruh kader PKS di Sulsel memenangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) di pilgub Sulsel, makin menyolidkan kader PKS mendukung pasangan nasionalis-religius ini.
Setelah mendapat pengarahan di Hotel Grand Clarion Rabu malam, kader PKS di 24 kabupaten/kota sudah siap tancap gas menyosialisasikan dukungan PKS terhadap pasangan IA kepada seluruh kader dan konstituen PKS di Sulsel.PKS bahkan secara simultan dan door to door bekerja untuk memenangkan pasangan Ilham-Aziz di pilgub mendatang.
"Sejak awal kita kan sudah mempersiapkan memang tim pemenangan sehingga begitu dukungan sudah pasti ke IA, kita langsung tancap gas. Salah satu cara yang kita tempuh adalah dengan melakukan sosialisasi door to door. Menurut saya, langkah seperti ini akan lebih efektif untuk menyakinkan warga terhadap pasangan Ilham-Aziz," jelas Ketua Bappilu DPW PKS Sulsel, Asriadi Samad, Kamis, 26 Juli.
Asriadi menjamin soliditas kader PKS di Sulsel akan satu mendukung IA, apalagi PKS Sulsel sudah memberikan penjelasan mengenai alasan PKS mendukung pasangan IA. Pengarahan Anis Matta ini menjadi semangat baru kader PKS di Sulsel untuk melakukan kerja politik. Hadirnya seluruh DPD dan legislator PKS se-Sulsel menjadi pertanda kader partai ini menyatu mendukung IA. "Kalau yang kita undang hanya ketua dan sekretarisnya, ternyata hampir seluruh pengurus harian datang. Itu artinya dukungan ini sudah dinantikan," kata Asriadi.
Dalam pengarahan yang disampaikan Anis Matta di Grand Clarion, Anis terlebih dahuu meminta struktur partai bekerja memenangkan IA, apalagi trend survei elektabilitas pasangan IA semakin mendekati alasan psikologi untuk menumbangkan pasangan incumbent, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang).
"Dengan masuknya PKS, itu semakin menambah kenyakinan atas trend yang baik itu. Apalagi konstituen PKS pada dasarnya sangat mengsupport dan seiring dengan visi misi yang dibawa pasangan ini," lanjutnya.
Di mata PKS, pasangan IA adalah refresentasi yang mampu memberikan perhatian pada kepentingan umat, tidak sebatas umat Islam tapi seluruh umat di Sulsel. DPW PKS Sulsel sudah minta seluruh DPD untuk koordinasi secepatnya dengan tim pemenangan IA yang ada di daerah masing-masing. (hamsah umar)

Kyai Marzuki: Aziz Bermoral dan Sederaha


*Tawarkan Debat Soal Politisasi Masjid

MAKASSAR, FAJAR--Calon wakil gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar identik dengan
sosok pemimpin yang memiliki karakter moral yang tinggi dan jarang ditemukan di era kekinian. Selain bermoral, Aziz adalah tokoh yang dikenal sangat sederhana.
Penilaian ini disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqamah, Kyai H Muhammad Arief Marzuki saat Aziz hadir memberikan kuliah subuh di Darul Istiqamah, Kelurahan Bontoa, Mandai,Kamis, 26 Juli.  Karakter dan kesederhanaan Aziz sebagai tokoh pemimpin bangsa dan umat patut diteladani terutama santri di pondok pesantren.
"Kita wajib selalu mendoakan pemimpin yang bersih seperti beliau. Karakter Keislaman dan kesederhanaan yang ada di ustadz Aziz patut menjadi teladan untuk semua santri," ujar Kyai Marzuki di hadapan ratusan santrinya.
Pesantren Darul Istiqamah berdiri sejak tahun 1970 dan saat ini telah memiliki 30 cabang di sejumlah daerah di Indonesia Timur. Pesantren yang berdiri diatas lahan seluas 65 Hektar itu dihuni lebih seribu santri dari berbagai daerah.
Sementara itu, Aziz yang hadir memberikan kuliah subuh kembali menyinggung soal polemik mengenai isu politisasi masjid. Sadar sebagai kandidat yang setiap hari keluar masuk masjid, Aziz menawarkan tantangan terbuka kepada kompetitornya untuk berdepat mengenai politisasi masjid.
"Ada yang ribut soal politisasi masjid di bulan Ramadan. Saya katakan terkait pernyataan tersebut, kami tantang berdebat dengan siapapun untuk membedah apa itu politisasi masjid. Kalau dikatakan jangan bicara kebenaran termasuk ajaran politik di masjid mari kita berdebat,"ujar Aziz.
  Pimpinan pondok pesantren ini menyatakan ajaran Islam sangat sempurna dan lengkap. Mulai dari tata cara keyakinan, tata cara beribadah, sampai tata cara sehari - hari semua ada dalilnya. "Tidak ada satu persoalan yang tidak diatur dalam Islam. Kalau ada yang bilang jangan bicara politik di masjid, apalagi membatasi ustadz ceramah kebenaran berarti banyak sekali ayat Alquran dan Hadits yang tidak bisa diceramahkan dalam masjid," lanjutnya.
Kuliah subuh Aziz diikuti oleh ratusan santri dan santriwati. Selain menyinggung  politik Islam, Aziz juga banyak memberikan ceramah seputar hakikat manusia, hawa nafsu, pemerintahan Islami, ekonomi Islam, gender, toleransi agama, dan banyak lagi. "Jangan ada egosime agama. Jangan ada merasa paling bagus Islamnya, dan merasa paling berhak masuk surga sendiri. Karena tidak ada sekelompok orang yang bisa memborong pekerjaan umat ini. Orang yang tinggal di pesantren telah mengambil bagian terpenting dalam Islam yakni pendidikan dan dakwah," imbuhnya.
Seorang pemimpin yang baik yang baik adalah pemimpin yang mau memikirkan umat secara keseluruhan, bukan cuma memikirkan honor, amplop, serta proyek. Senator RI yang merupakan putra pejuang kemerdekaan ini juga meminta kepada pengurus pesantren dan santri untuk berhati - hati ke kantor yang niatnya hanya ingin memperalat Islam. "Yaitu yang hanya datang ke pesantren dan rajin masuk masjid kalau menjelang pemilukada. Namun tidak semua begitu, masih ada yang datang karena memang memiliki komitmen ke Islaman yang tinggi," lanjut Aziz. (hamsah umar)

Yagkin Janji Menangkan Tafa'dal


MAKASSAR, FAJAR--Adik kandung Andi Baso Fahsar Padjalangi, Yagkin Padjalangi punya misi besar memenangkan kakak kandungnya di pemilukada Bone mendatang. Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel ini berjanji all out memenangkan pasangan Fahsar-Ambo Dalle (Tafa'dal) di bumi berjuluk Arung Palakka.
Yagkin bahkan telah membentuk Cappo Community untuk bekerja memperjuangkan kemenangan pasangan Tafa'dal di daerah ini. Cappo Community ini akan bekerja secara terstruktur mulai tingkay kabupaten, kecamatan hingga desa. Saat ini Cappo Community sudah memiliki banyak relawan yang siap bekerja untuk Tafa'dal. Apalagi pasangan ini memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memimpin Bone lebih baik ke depan.
"Jadi tidak hanya sebagai kader Golkar, tentu sebagai keluarga pasti akan berusaha bekerja untuk memenangkan pasangan ini. Apalagi pasangan ini adalah pasangan yang resmi didukung oleh partai, sehingga tidak ada alasan untuk tidak bekerja dan memenangkannya," tandas Yagkin.
Selain disiapkan untuk memenangkan Tafa'dal di pemilukada Bone, Cappo Community juga akan all out untuk memenangkapan pasangan cagub petahana Sulsel, Syahrul Yasin Limpo-Aguas Arifin Nu'mang (Sayang).        
Selain didukung komunitas yang dibentuk oleh Yagkin, pasangan yang diusung Golkar serta sejumlah koalisi partau termasuk partai nonparlemen ini, Tafa'dal juga didukung beberapa komunitas di daerah ini. Salah satu tim sukses ternama pasangan ini adalah Iyana'E. Tim sukses keluarga ini memang dibentuk Fahsar sejak mendeklarasikan diri menjadi cabup Bone di daerah ini.
"Selain didukung struktu partai hingga pelosok desa, tim dari berbagai komunitas juga memiliki jaringan hingga pelosok desa. Tim yang ada ini tanpa diarahkan terus bekerja dan menyosialisasikan pasangan Fahsar-Ambo Dalle," kata juru bicara Tafa'dal, Sugirman. (hamsah umar)
             

Ije, JS, A+ Kewalahan Ceramah


MAKASSAR, FAJAR--Momen Ramadan bagi tokoh religius yang akan maju di pilwalkot Makassar semakin memberikan kesibukan berdakwah. Calon wali kota dari PKS yang dikenal sosok ustadz bahkan kewalahan dengan banyaknya permintaan untuk menjadi penceramah di masjid-masjid.
Latar belakang sebagai ustadz yang melekat pada ketiga cawali PKS ini membuatnya semakin banyak diundang tampil ceramah tarawih, apalagi setelah menyatakan keinginannya untuk bertarung di pilwalkot Makassar. "Kita ini kan dari dulu sebenarnya sudah menjadi pekerjaan ceramah dari masjid ke masjid. Karena saat ini Ramadan, memang kami semakin sibuk untuk menghadiri undangan untuk berdakwah," kata Jafar Sodding.
Bahkan, JS yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Syariah DPW PKS Sulsel mengaku dalam satu malam terkadang ceramah lebih dari satu masjid, untuk memenuhi semua undangan konstituen dan pendukungnya. Selain ceramah di masjid-masjid, JS juga tetap melakukan silaturahmi dengan elemen masyarakat begitu juga buka puasa bersama.
"Apalagi bagi kader PKS, bulan puasa ini adalah bulan untuk lebih peduli dengan sesama. Tentunya, agenda-agenda politik pada waktu luang tetap berjalan sebagaimana yang telah direncanakan," kata JS.
Kesibukan yang sama juga dialami  Ketua Bidang Keumatan Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (DPD PKS) Makassar, Iqbal Djalil. Ije yang merupakan alumni Pesantren Gombara ini juga sibuk keliling ceramah, termasuk di lingkungan pesantren sendiri. "Kegiatan keagamaan selama Ramadan ini tentu semakin padat, diluar Ramadan saja kita sudah banyak keliling ceramah," kata Ije.
Pengurus Pesantren Darul Aman Gombara ini terus membangun komunikasi dengan elemen masyarakat Makassar. Ije memiliki optimisme tinggi untuk bisa bertarung di pilwalkot mendatang. Dukungan komunitas pesantren menjadi salah satu andalan Ije. "Apalagi Pak Aziz tadi menyempatkan diri silaturahmi di pesantren. Ini tentu saja menjadi magnet tersendiri," kata Ije.
Begitu juga dengan Ketua MPW PKS, Ariady Arsal. Selain ceramah tarawih, Ariady juga banyak mengisi ceramah untuk salat subuh. "Dakwah bagi kita sudah sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan, karena sejak dulu seperti itu," katanya. (hamsah umar)                            

Demokrat Optimalkan Mesin Partai


MAKASSAR, FAJAR--Disokong belasan partai politik di pilgub Sulsel mendatang,  DPD Demokrat Sulsel tetap ingin bekerja keras untuk memenangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) di pilgub Sulsel mendatang.
Partai berlambang Mercy ini terus mengoptimalkan mesin partai khususnya tingkat DPC hingga ranting. Untuk memaksimalkan kinerja partai tingkat DPC ini, Demokrat Sulsel bahkan telah membentuk tim 12 yang ditugaskan untuk melakukan kontrol dan melihat sejauh mana pengurus DPC Demokrat di kabupaten/kota di Sulsel dalam bekerja dan memperjuangkan pasangan IA di Sulsel.
"Kita sudah menurunkan tim 12 untuk mengevaluasi dan melihat sejauh mana partai di tingkat daerah melakukan kerja politik, khususnya dalam memenangkan pasangan IA di pilgub. Tim ini pada dasarnya bekerja untuk mengoptimalkan kinerja partai yang ada hingga tingkat paling bawah," kata Ketua Devisi Publikasi dan Komunikasi DPD Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal, Rabu, 25 Juli.
Kalau selama ini ada pengurus partai yang kurang semangat bekerja memenangkan pasangan IA, dengan adanya evaluasi kinerja ini, semua struktur partai yang ada di daerah bisa lebih mengoptimalkan mesin partainya khususnya dalam menyosialisasikan pasangan IA sebagai pasangan cagub-cawagub Sulsel.
Selain mengoptimalkan mesin partai di daerah, Demokrat juga mendorong anggota legislatif Demokrat yang duduk di DPRD kabupaten/kota untuk meningkatkan konsolidasi utamanya dengan konstituennya. "Kalau semua bergerak sesuai yang diarahkan oleh partai, saya kira apa yang menjadi target kita bersama akan mudah kita capai. Makanya, kita terus menyemangati teman-teman kader untuk bekerja sesuai yang telah diarahkan," imbuh Syamsu Rizal.
Rizal menegaskan bahwa kerja politik yang dilakukan pasangan nasionalis-religius selama ini cukup memberikan hasil yang menggembirakan dimana tingkat elektabilitasnya terus bergerak naik. "Inilah yang ingin kita terus tingkatkan dengan memaksimalkan mesin partai termasuk pergerakan teman-teman partai pendukung," kata Rizal. (hamsah umar)

Rabu, 25 Juli 2012

Dekati Keluarga Datu Pasamula


MAKASSAR, FAJAR--Belum memastikan kendaraan untuk maju bertarung di pilgub Sulsel, tidak membuat pasangan cagub Sulsel, Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) surut sosialisasi. Pasangan yang punya pengalaman sebagai bupati dua periode ini tidak kalah intens menyapa warga di daerah.
Tadi malam, pasangan ini melakukan roadshow ke Kabupaten Wajo. Salah satu kecamatan yang jadi sasaran adalah Belawa. Di tempat ini, Rudi-Nawir melakukan silaturahmi ke keluarga besar Datu Pasamula. Keluarga Datu Pasamula merupakan salah satu tokoh masyarakat keturunan datu yang dikenal memiliki pengaruh di daerah penghasil sutera ini.
"Silaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat di Belawa termasuk keluarga besar Datu Pasamula ini merupakan, agenda yang disusun oleh teman-teman pengurus PAC Gerindra Kecamatan Belawa. Kami memang masih lebih banyak mengandalkan struktur partai dan jaringan keluarga untuk melakukan sosialisasi di masyarakat," kata Juru Bicara Garuda-Na, Nasrullah Mustamin, Rabu, 25 Juli.
Di Wajo, Garuda-Na juga menggelar buka puasa bersama dengan masyarakat di Desa Wele, Kecamatan Belawa. Bahkan yang menjadi tuan rumah dalam acara buka puasa ini adalah Kepala Desa Wele, Ambo Asse.
Nasrullah menyebutkan, pasangan Garuda-Na akan melakukan roadshow ke 24 kabupaten/kota di Sulsel selama Ramadan, dengan memanfaatkan kegiatan yang digelar struktur partai. Pada kesempatan ini, Rudi mengajak masyarakat Wajo untuk memilih pemimpin yang memiliki komitmen baik dalam menjalankan roda pemerintahan utamanya yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. (hamsah umar)  
     

Aziz: Perlu Konsisten Tidak Politisasi Masjid


MAKASSAR, FAJAR--Calon Wakil Gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar mengajak seluruh kandidat gubernur untuk konsisten tidak mempolitisasi masjid selama proses pilgub bergulir utamanya saat Ramadan.
"Artinya jangan memperalat masjid untuk kepentingan politik murahan.Jadi saya sepakat jika masjid jangan dipolitisasi. Artinya jangan pasang spanduk di masjid kemudian meminta yang lain untuk tidak mempolitisasi masjid itu tidak konsisten namanya," urai Aziz saat berkunjung di pesantren Darul Aman, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Rabu, 25 Juli.
Senator RI ini melanjutkan bahwa mempolitisasi masjid berbeda ketika bicara politik di masjid. Bahkan tidak ada masalah karena ajaran Islam  meliputi seluruh aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, budaya, hukum, pemerintahan, kepemimpinan, serta politik. Itu semua ada di dalam Alquran dan Hadits.
"Yang tidak benar jika ustadz menceramahkan politik di masjid, misalnya langsung mengatakan pilih si A, itu tidak benar, tapi ketika menjelaskan tentang  keadilan, kepemimpinan yang banyak diulas dalam Alquran dan Hadits tidak salah karena murni menyampaikan ajaran islam," lanjutnya.
  Ketua Komite Penegakan Syariat Islam ini membeberkan bahwa dirinya sejak dulu, sejak berpuluh puluh tahun yang lalu pekerjaannya keluar masuk masjid. Ceramah ajaran Islam, apakah itu terkait politik, politik keadilan, kepemimpinan serta syariat Islam lain. "Sejak dulu saya ceramah begitu, tidak ada perubahan dalam materi ceramah saya.  Apalagi sejak 12 tahun jadi Ketua KPPSI yang saya sampaikan soal syariat. Syariat itu kan banyak,  mulai masuk wc hingga masuk PBB ( Perserikatan Bangsa – Bangsa) itu  ada semua," katanya.
Begitu juga aktivitas Aziz selama Ramadan ini tidak banyak berubah yakni dari masjid ke masjid menemui umat, begitu juga di pasar ataupun di pesantren. Ramadan harus lebih meningkatkan ibadah, lebih banyak baca Alquran, ibadah malam, shalat malam, lebih bernuansa spiritual.
Saat bersilaturrahmi di Pesantren Darul Aman, Aziz diterima sejumlah pengurus pesantren, termasuk  Pembina Pondok Pesantren Kyai H Munawar, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Sulsel. Sebelumnya Aziz tauziyah duhur di masjid Pasar Daya. Di tempat ini, Aziz bercengkrama dengan ratusan pedagang dan pengunjung pasar. Juga ceramah di Madrasah Tsanawiyah An-Nashar dan menyumbangkan  sarung kepada siswa yang tidak mampu. (hamsah umar)

Anis: IA Refresentasi Riil Umat di Sulsel


*Kolaborasi Kompetensi dan Integritas

MAKASSAR, FAJAR--DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) punya alasan kuat memilih pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) di pilgub mendatang. Figur  nasionalis-religius ini dinilai kolaborasi yang paling tepat.
Alasannya, Ilham memiliki pengalaman pemerintahan memimpin Makassar selama dua periode sehingga kompetensi kepemimpinannya tidak diragukan lagi, sementara Aziz yang saat ini sebagai anggota DPD RI dua periode adalah tokoh umat di Sulsel sehingga dipastikan memiliki integritas yang baik bagi masyarakat Sulsel ke depan.
  "Ilham-Aziz itu kolaborasi kompetensi dan integritas," ujar Sekjen DPP PKS, Anis Matta saat hadir berbuka bersama di Rubaj Anging Mammiri, Rabu, 25 Juli.
Acara buka puasa ini dihadiri sejumlah elit PKS seperti Ketua DPW PKS Sulsel Akmal Pasluddin, Ketua MPW PKS Ariady Arsal, Sekretaris Dewan Syariah PKS Jafar Sodding, Sekretaris PKS Amru Saher dan sejumlah elit PKS lainnya. Tidak hanya dari PKS, Ketua PPP Makassar Busranuddin Baso Tika, Wakil Ketua PDS Nelson M Kamisi, pimpinan ormas Islam dan sejumlah pihak lainnya.
Ilham-Aziz lanjut Anis merupakan figur yang punya integritas dan kepribadian yang tinggi. Atas alasan itu, PKS sudah menjatuhkan pilihannya untuk mendukung pasangan ini di pilgub. Bahkan seluruh Ketua DPD PKS se-Sulsel dikumpulkan untuk sosialisasi keputusan dukungan PKS tersebut di Grand Clarion.
Saat memberikan pengantar buka puasa, Anis sempat mengungkapkan bahwa aroma kemenangan pasangan IA di pilgub Sulsel sudah mulai dirasakan, kendati dia tidak merinci alasan pasangan Semangat Baru ini akan memenangkan pertarungan. "Kita semua sudah bisa mencium aroma kemenangan," kata Anis.
Di era pemerintahan yang serba dihimpit berbagai persoalan ini, ikon umat sudah saatnya didorong untuk tampil memimpin bangsa tidak hanya di Sulsel, tapi juga di Indonesia ke depan. Anis bahkan sempat menyinggung soal pilgub DKI Jakarta yang memiliki kemiripan dengan pilgub Sulsel.  
Lantas kapan SK resmi diserahkan?, Anis menyebutkan penyerahan SK masih akan dikondisikan dengan kesiapan pasangan calon, termasuk jadwal deklarasi. "Dukungannya sudah final ke Ilham-Aziz, sisa proses administrasi saja untuk penyerahannya dan akan disesuaikan dengan jadwal deklarasi," kata Anis.
Dengan koalisi keumatan yang akan dibangun, akan memudahkan pemenangan Ilham-Aziz. Sebab, memang memiliki dukungan massa yang riil. "Koalisi ini juga akan jauh lebih solid karena tersebar merata di Sulsel dengan hadirnya PKS dalam barisan pemenangan Ilham-Aziz," tambahnya.
Anis menambahkan, dalam kondisi relatif menurunnya kepercayaan publik terhadap parpol, Ilham-Aziz merupakan figur yang layak dipercaya. Hal itu sudah dibuktikan sejak diberi amanah untuk memimpin.
Sementara itu, Ilham mengapresiasi keputusan PKS bergabung bersama rumah rakyat. "Kalau sudah sekjen yang mengatakan seperti itu, itu sudah sangat luar biasa. Adapun rekomendasi sebenarnya sudah tidak masalah karena itu juga dibutuhkan saat mendaftar di KPU nanti," kata Ilham. (hamsah umar)