Powered By Blogger

Senin, 17 September 2012

Sayang Target 75 Persen di Jeneponto


MAKASSAR, FAJAR--Tampil sebagai petahana, tim pemenangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) memiliki target menang besar di Jeneponto hingga 75 persen.
Janji memenangkan Sayang di Jeneponto ini di sampaikan Koordinator Relawan Supra  Tan Malaka Guntur yang juga Ketua Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Sulsel serta bupati Jeneponto, Radjamilo. "Pak Syahrul selalu sayang dan memperhatikan orang Turatea. Sehingga, menjadi wajib hukumnya untuk setia pada Pak Syahrul," kata Tan Malaka, Minggu, 16 September.
Syahrul hadir di Jeneponto dalam rangka halal bihalal yang digelar tim relawan ini. Tokoh adat dan tokoh masyarakat di Kecamatan Bangkala dan Bangkala Barat sepakat untuk mendukung Sayang. Diantaranya, Karaeng Moncong dan Karaeng Lolo. "Saya siap mendukung dan memenangkan Pak Syahrul dan Pak Agus," kata Karaeng Moncong di sela-sela halal bihalal Komunitas Turatea Jeneponto.
Karaeng Moncong dan Karaeng Lolo, turut bergabung sebagai relawan Supra dibawah koordinator Tan Malaka Guntur dan Radjamilo MP.
Ketua Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Sulsel menyebut tim Supra sudah bekerja dan melakukan sosialisasi di 11 kecamatan di Kabupaten Jeneponto.
Bupati Jeneponto, Radjamilo pun siap memenangkan Sayang. "Selaku bupati dan tim pemenangan siap memenangkan Sayang di Jeneponto. Kalangan petani, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan semua yang hadir  memiliki idealisme yang sama untuk memenangkan sayang," tegasnya.
Kandidat incumbent Syahrul mengatakan cita-cita bersama adalah idealisme menghadirkan pemerintahan yang baik, dan menyejahterakan masyarakat Jeneponto.
"Dalam lima tahun terakhir, kita bersama-sama sudah buktikan selain banyaknya penghargaan, Sulsel juga maju dari berbagai sektor, khususnya ekonomi. Selain itu, pemerintahan terbaik di Indonesia, Prasamya Karya Bhakti Praja Nugraha," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Syahrul menyerahkan bantuan senilai Rp2 miliar kepada kelompok tani dan nelayan yang ada di Jeneponto.
Sebelum tiba di Jeneponto, Syahrul mendadak menyetir bus operasionalnya saat menuju Desa Karama dari Takalar.
Syahrul mengambil alih kemudi bus usai mampir menyantap jagung rebus di Kabupaten Takalar. Para rombongan yang berada dalam bus itu sontak kaget dengan ulah mantan Bupati Gowa dua periode ini. Sebab, baru kali ini SYL mengemudikan bus yang sudah di full branding Don't Stop Komandan.
Syahrul yang kerap mengenakan syal ini sangat tenang dan mahir mengendalikan bus buatan Eropa tersebut. Penumpang yang berada di atas terasa sangat nyaman sampai di tujuan  yakni Kecamatan Bangkala, Jenetonto.
Di Jeneponto, Syahrul akan menghadiri halal bihalal yang digelar Tim Supra Pemenangan Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang (Sayang)  di Dusun Banrimurung Karama, Kecamatan Bangkala.
Sekedar diketahui, bus berwarna hitam tersebut merupakan kendaraan operasional Syahrul untuk menghadiri sejumlah kegiatan di 24 kabupaten/kota baik sebagai Gubernur Sulsel maupun sebagai ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini pun membawa bus dengan kecepatan 80 kilometer (km) per jam hingga ke lokasi kegiatan.
"Pak Syahrul bawa bus dari Takalar sampai ke lokasi kegiatan di Desa Karama dengan kecepatan 80 km per jam," kata Badaruddin salah orang rombongan yang ada dalam bus. (hamsah umar)

Pemilih Ganda Makassar 72.063


MAKASSAR, FAJAR--Proses pemutakhiran data penduduk potensial pemilih pemula (DP4) sudah mulai berjalan di tingkat kelurahan. Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) sudah mulai melakukan pemutakhiran data berbasis tempat pemungutan suara (TPS).
Khusus di Makassar, hasil analisa sementara yang dilakukan KPU Makassar setidaknya ada sekitar 72.063 daftar pemilih yang ditengarai ganda. Daftar pemilih yang ganda inilah yang menjadi fokus utama PPDP dalam melakukan verifikasi untuk mengecek daftar pemilih tersebut, termasuk mencari tahu ada tidaknya warga yang belum terdaftar.
"Dua hari lalu kita sudah turunkan ke tingkat PPS untuk dilakukan verifikasi oleh petugas PPDP. Dari hasil analisa yang kita lakukan, sedikitnya ada 72.063 yang ganda. Daftar pemilih yang ganda ini bisa saja berkurang atau bertambah pada saat diverifikasi petugas di lapangan," kata Ketua Pokja Pemilu KPU Sulsel, Isdin Idrus, Minggu, 16 September.
Banyaknya daftar pemilih ganda ini tentu saja akan merepotkan petugas di lapangan dalam melakukan verifikasi. Kendati, KPU berharap proses verifikasi di tingkat PPS ini bisa berjalan tepat waktu dan menghasilkan data yang akurat. Verifikasi DP4 di tingkat PPS ini akan berjalan hingga satu bulan.
Sementara terhadap verifikasi partai politik, anggota KPU Makassar, Nurmal Idrus menyebutkan bahwa partai politik yang ada di Makassar masih sangat minim yang telah merampungkan dokumen yang dibutuhkan oleh KPU. Misalnya saja KTA masih banyak partai yang menyetor KTA dalam jumlah sedikit.
"Banyak parpol yang masih jauh dari standar yang ditentukan dalam hal kesiapan dokumen. Padahal, batas waktu penyerahan dokumen utamanya KTA ini hanya sampai 29 September mendatang," kata Nurmal.
Makanya, Nurmal minta agar partai politik yang ada di Makassar untuk tidak meremehkan proses verifikasi. KPU menegaskan, tidak akan memberi kompromi dengan tahapan verifikasi partai politik yang telah dijadwalkan KPU. "Kita juga sudah diminta KPU pusat untuk tidak kompromi dengan hal ini. Makanya kita minta parpol tidak meremehkan," ajak Nurmal.
Mengingat parpol yang menyerahkan dokumen ke KPU belum maksimal, KPU Makassar menjadwalkan akan melakukan sosialisasi dan menghadirkan seluruh partai politik yang ada di Makassar.  "Kita rencanakan pekan depan. Kita akan kumpulkan partai politik," sebut Nurmal. (hamsah umar)

Pemeriksaan Kesehatan Cagub 23 September


MAKASSAR, FAJAR--Tiga pasangan calon gubernur Sulsel yang sudah resmi mendaftar di KPU Sulsel, dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan pada Minggu, 23 September mendatang.
Pemeriksaan kesehatan calon gubernur Sulsel ini akan berlangsung sehari penuh. Itu karena pemeriksaan dilakukan bersamaan dan berlangsung hanya sehari. Tiga cagub Sulsel ini akan dihadapi sedikitnya 40 tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel. "Jumlah dokter yang melakukan pemeriksaan sama dengan saat pemeriksaan kesehatan cabup Takalar. Tim dokter yang dilibatkan itu juga," kata anggota KPU Sulsel, Ziaur Rahman Mustari.
Untuk pemeriksaan kesehatan ini, para kandidat dibebankan biaya pemeriksaan sebesar Rp5 juta per orang atau Rp10 juta per pasangan. Tiga kandadat gubernur yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan ini masing-masing Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar, dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na).
Ziaur Rahman menambahkan, anggota KPU Sulsel mulai hari ini akan melakukan verifikasi keabsahan dukungan partai politik terhadap tiga pasangan yang ada ke DPP dan Menteri Hukum dan HAM. Berdasar catatan KPU, setidaknya ada 11 parpol yang memberikan dukungan ganda kepada ketiga pasangan calon ini.
"Kita sudah akan melakukan verifikasi ke DPP dan Mengkum Ham. Paling lambat Selasa proses verifikasi di DPP sudah mulai kita lakukan. Untuk melihat yang mana saja yang sah dari dukungan yang ganda itu," sebutnya.
Parpol yang memberikan dukungan ganda karena kepengurusannya dualisme, KPU akan melakukan verifikasi ke Mengkum HAM. Beberapa partai yang ditengari terjadi dualisme seperti PDS, PPRN, dan Kedaulatan. "Tidak ada masalah masing-masing calon mengklaim sebagai pemegang rekomendasi yang sah, tapi verifikasi KPU nanti yang menentukan mana yang sah," tambagnya. (hamsah umar)

Ilham Dampingi JK Resmikan Gudang PMI


MAKASSAR, FAJAR--Calon gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin dijadwalkan mendampingi mantan wapres RI, Jusuf Kalla (JK) saat peresmian Gudang PMI Regional Makassar, di Jalan Ir Sutami Makassar, Senin, 17 September.
JK dan sejumlah pengurus PMI Pusat dijadwalkan akan meresmikan gudang PMI sekira pukul 08.30 Wita. Gudang PMI Regional Makassar ini akan menjadi pusat distribusi logistik PMI wilayah Indonesia Timur. Di Gudang ini, berbagai kebutuhan logistik untuk bantuan kemanusian termasuk heli pad tersedia.
"Ilham memang sering menyempatkan waktu bertemu dengan Pak JK begitu ada di Makassar. Kebetulan besok ada peresmian gedung PMI di Sutami, Ilham juga dijadwalkan mendampingi Pak JK saat peresmian dilakukan," kata panitia, Syamsu Rizal, Minggu, 16 September.
Sebagaimana diketahui, Ilham adalah salah satu calon gubernur Sulsel yang akan bertarung pada pilgub 2013 mendatang. Dukungan JK terhadap calon yang ada diperkirakan bakal memberi pengaruh terhadap pasangan cagub utamanya Ilham dan Syahrul yang dikenal memang dekat dengan JK.
Gudang PMI Regional Makassar yang akan diresmikan JK ini merupakan bantuan dari pemerintah Norwegia. Dengan hadirnya gudang PMI untuk wilayah Indonesia Timur ini, peran PMI khususnya di Makassar semakin besar ke depan. (hamsah umar)


Ilham Torehkan 145 Penghargaan


*Refreshing di Bugis Water Park

MAKASSAR, FAJAR--Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin genap berusia 47 tahun. Diusia yang tergolong masih muda ini, Ilham telah menorehkan 145 penghargaan untuk rakyat selama dua periode menjabat wali kota Makassar.
Ilham merayakan ultahnya di rujab Anging Mammiri secara sederhana dan dihadiri ratusan kolega, baik dari pegawai pemkot, kerabat, maupun teman-teman dekat Ilham. "Terima kasih untuk semua masyarakat, teman-teman semua. Penghargaan ini saya persembahkan untuk kalian semua sebagai aparat pemerintah dan masyarakat, andalah yang lebih pantas dan berhak karena ini adalah jerih payah kalian," kata Ilham penuh haru.
Suasana tambah haru ketika Aliayah Mustika bersama kedua putrinya, Hera dan Lisa datang memeluk memberikan support. Seniman Sulsel, Ram Prapanca mempersembahkan sebuah puisi, disusul persembahan lagu ayah tercinta dari kedua putrinya. Pada ultah ini Ilham persembahkan video dokumenter detik-detik pendaftaran IA ke KPU kepada hadirin.
Momentum ultah IA juga dirayakan dengan rekreasi bersama seluruh tim pejuang IA di arena bermain Bugis Water Park. Ilham berterima kasih kepada seluruh keluarga Tim IA yang selama ini telah ikut menjadi bagian dalam perjuangan memenangkan IA sebagai gubernur Sulsel.
" Kami tahu banyak yang terpaksa harus meninggalkan istri dan anak di rumah selama berhari - hari demi berjuang untuk kemenangan IA. Ini bukan pengorbanan yang sedikit, tapi sebuah pengabdian yang begitu gigih akan sebuah keyakinan yang dianggap benar," tandas Ilham.
Makanya, IA berharap momen berkumpul bersama ini harus jadi ajang untuk saling menguatkan persaudaraan, semakin meneguhkan tekad untuk menjadikan Sulsel jauh lebih baik.
Seperti diketahui, pasangan ini baru saja mendaftar di KPU Sulsel Jumat pekan lalu. Ilham dan Aziz bersama keluarga menikmati akhir pekan sekaligus menghilangkan kepenatan. "Refreshing bersama keluarga dan tim untuk menghilangkan kepenatan," kata organizing committe, Hendra Sirajuddin.
Di arena bermain itu, digelar aneka lomba buat anak-anak seperti lomba nyanyi lagu Assalamu Alaikum, lomba mewarnai, dan lomba puzzle buat keluarga.
Peraih penghargaan Bidang Toleransi dan Apresiasi Keagamaan ini mengharapkan semoga usia yang bertambah makin menambah pula semangat untuk mengabdi untuk rakyat Sulsel tanpa ada sekat-sekat. (hamsah umar)

Oktober, Garuda-Na Baru Bentuk Tim Pemenangan


MAKASSAR, FAJAR--Tertinggal dari pasangan lain, tidak membuat Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) buru-buru membentuk tim pemenangan. Pasangan ini baru akan membentuk tim pemenangan Oktober mendatang.
Pasangan ini baru akan membentuk tim pemenangan bersama dengan parpol pengusung setelah KPU Sulsel melakukan penetapan calon. "Memang kita sudah susun agenda-agenda yang akan dilakukan dalam proses pencalonan ini. Tim pemenangan di kabupaten/kota baru kita bentuk setelah penetapan calon oleh KPU," kata juru bicara Garuda-Na, Nasrullah Mustamin.
Nasrullah yang juga Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel ini menegaskan pasangan yang menjadi pelopor pendidikan dan kesehatan gratis ini, tidak merasa ketinggalan dari calon lain. Bahkan, pembentukan tim setelah penetapan juga merupakan strategi pasangan ini menghadapi pilgub Sulsel.
Pada Oktober, tim advance Garuda-Na yang khusus didatangkan DPP Gerindra dari Jakarta juga sudah dipastikan ada di Sulsel. Tim advance ini khusus membentu tim pemenangan Garuda-Na menyusun strategi dan kerja politik dalam rangka memenangkan pertarungan. "Jadi ada tim advance dari Jakarta yang sudah disiapkan partai. Tim inilah yang menyusun strategi pemenangan termasuk mengarahkan tim pemenangan seperti apa bekerja di lapangan," tandas Nasrullah.
Selama ini, Garuda-Na baru melibatkan tim dalam struktur partai bekerja di lapangan. Sosialisasi Garuda-Na di daerah ini juga lebih banyak pada pelantikan pengurus DPC dan PAC Gerindra. "Termasuk tadi (kemarin) kita memperkuat penggalangan dukungan di Kecamatan Tamalate dan Rappocini Makassar. Di dua kecamatan ini kita melantik pengurus PAC," kata Nasrullah.
Namun, pelantikan ini tidak dihadiri langsung oleh Rudiyanto karena tiba-tiba diminta menghadap ke Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto. Pasangan ini juga tadinya akan melakukan kunjungan ke beberapa media dalam rangka silaturahmi, namun terpaksa batal karena ada panggilan dari Prabowo.
Terhadap partai pengusung yang ternyata juga mendukung pasangan Ilham-Aziz, Nasrullah optimis dukungan parpol yang diserahkan ke KPU Sulsel saat pendaftaran lalu tidak akan berubah. "Kita kan pemegang SK terakhir. Kita yakin itu tidak akan ada perubahan," tandas Nasrullah. (hamsah umar)    

Golkar Bidik Ketua PAN Enrekang


*Survei Cabup

MAKASSAR, FAJAR--Popularitas dan elektabilitas Ketua DPD PAN Enrekang, Muslimin Bando sebagai cabup Enrekang cukup menjadi alasan tokoh ini menjadi incaran partai politik, tidak terkecuali partai Golkar.
Informasi yang diperoleh, Golkar saat ini mulai memetakan tokoh-tokoh yang selama ini muncul untuk bertarung pada pemilukada Enrekang 2013 mendatang. Pemetaan tokoh ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan survei awal terhadap kandidat bupati di daerah itu.
Selain tokoh internal Golkar sendiri, partai ini juga tetap memasukkan tokoh yang ada diluar partai untuk masuk daftar survei. Tokoh-tokoh yang disiapkan Golkar untuk disurvei seperti Nurhasan, Andi Nasir, Chaerul Latanro, Amiruddin, dr Iriany, Suwandi Mahendra, Ian Latanro, Mustamin Amir, Masrur Makmur, Ridwan Abdullah, Roem Latunrung, Rahman Pina, serta Muslimin Bando.
Dalam menentukan calon yang akan diusung, Golkar masih tetap mempertimbangkan hasil survei. Namun demikian, kader yang memiliki potensi untuk memenangkan pertarungan tetap menjadi priortitas untuk diusung. Untuk kepentingan survei, partai berlambang pohon rimbung ini tetap membuka diri bagi kader eksternal.
Koordinator Pemenangan Golkar Enrekang, Ian Latanro yang dikonfirmasi mengaku belum tahu menahu siapa saja tokoh yang bakal disurvei Golkar. Namun, untuk kepentingan survei awal, partai ini dipastikan dalam waktu dekat akan mulai melakukan survei. "Kalau surveinya mungkin dalam waktu dekat sudah dilakukan, tapi siapa saja yang akan kita survei masih dalam tahap penjajakan," kata Ian Latanro.
Untuk tokoh eksternal, Ian menyebut Golkar selalu memberi ruang. "Kita ini partai terbuka. Jadi siapa pun itu bisa saja masuk dalam daftar survei kita, termasuk misalnya Pak Muslimin," imbuh Ian Latanro.
Ian menyebut, banyaknya kader Golkar yang ingin bertarung di Enrekang menjadi bukti bahwa partai ini memiliki banyak kader potensial untuk menjadi seorang pemimpin termasuk kader muda. Dengan potensi itu, Golkar Enrekang berharap tetap mampu memenangkan pertarungan kendati persaingan di pemilukada Enrekang ini akan lebih berat. (hamsah umar)                  

Minggu, 16 September 2012

Yuliani: Mayoritas Kader PAN ke IA


MAKASSAR, FAJAR--Dukungan PAN ke pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) di pilgub Sulsel 2013 mendatang, dipastikan membuat kader PAN terpecah.
Koordinator Wilayah (Korwil) Sulawesi DPP PAN, Andi Yuliani Paris bahkan menyebut mayoritas kader PAN di Sulsel utamanya yang ada di daerah (DPC) lebih simpati kepada pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA).
"Mayoritas kader PAN lebih memilih pasangan Ilham-Aziz. Makanya, kehadiran saya di sini (IA), untuk mengayomi suara kader yang ada di akar rumput," kata Yuliani di kediaman orang tua Ilham, Jalan Maipa Makassar.
Yuliani datang bergabung dengan sejumlah partai pengusung IA menggunakan baju warna biru lengkap dengan atribut PAN, bahkan ikut mengantar Ilham mendaftar di KPU Sulsel. Selain Yuliani, sejumlah kader PAN juga terlihat hadir mengenai jas PAN termasuk membawa bendera PAN.
"Saya melihat dinamikanya ternyata masyarakat Sulsel lebih menginginkan adanya perubahan di daerah ini. Demikian pula konstituen PAN dari kalangan cendikiawan muslim maupun akademisi, semua menginginkan pasangan IA, jadi PAN mestinya memperhatikan suara konstituennya,” lanjutnya.
Bagi mantan legislator DPR RI ini, Sulsel tidak mengalami banyak kemajuan. Ini bisa di ukur dari Indeks Pembangunan Manusia  (IPM) yang masih berada di posisi 19 nasional. "IPM kita jelek sekarang. Padahal kalau ingin melihat indikator keberhasilan pemimpin, lihat IPM-nya. IPM merupakan elaborasi dari tingkat daya beli, harapan hidup, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyatnya," jelasnya.
Padahal, dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Sulsel, IPM Sulsel tidak semestinya serendah saat ini. "Seandainya kinerja pemimpinnya baik, pastinya IPM akan baik, tapi ini kan tidak,“ ujarnya.
Yuliani menilai warga Sulsel saat ini sangat menantikan perubahan. Pasangan  IA dianggap mampu mengayomi keinginan masyarakat akan perubahan yang lebih baik, serta pemerataan ekonomi yang lebih bagus, demikian pula komitmennya untuk  menghadirkan masyarakat religius yang memang sangat mendesak.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura, Akbar Faisal menitipkan sejumlah harapan kepada pasangan IA jika terpilih sebagai pemimpin baru sulsel. "Sebagai salah satu partai pengusung, kami menitipkan ke pasangan IA agar lebih mengedepankan kepentingan rakyat pada berbagai pengambilan keputusan termasuk segera melakuklan perbaikan di semua  sektor. Kita pilih IA karena kita ingin pembangunan lebih cepat dan pesat, mengingat Sulsel ini gerbang Indonesia Timur. Jangan lagi kalah dengan propinsi lain," urai Akbar.
Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Usman Lonta minta kader PAN Sulsel untuk menghargai keputusan partai yang mengusung pasangan Sayang di pilgub mendatang. Salah satunya tidak membawa-bawa atribut partai ketika ada kegiatan yang dilakukan pasangan IA. "Kami tidak setuju kalau ada kader PAN yang mendukung IA kemudian membawa-bawa partai. Ini tidak dibenarkan," tegas Usman Lonta. (hamsah umar)  

Awal Baik Pilgub Damai

MAKASSAR, FAJAR--Proses pendaftaran dua kandidat gubernur Sulsel di KPU Sulsel berjalan damai dan sukses. Proses pendaftaran kedua pasangan ini cukup tenang, termasuk puluhan ribu massa pendukung yang mengawalnya.
Kekhawatiran terjadinya gesekan massa pendukung cagub petahana, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) dan massa Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) dapat dihindari, apalagi setelah perubahan jadwal pendaftaran Sayang. Proses awal tahapan pilgub yang berjalan damai ini harus terus dipertahankan pada tahapan berikutnya, agar pilgub Sulsel betul-betul bisa menjadi percontohan pilgub damai di negeri ini. 
Selain pergerakan massa kedua pendukung ini yang terbilang tertib, suhu di kota Makassar juga sangat bersahabat. Setelah beberapa bulan dilanda kemarau, tiba-tiba berkah berupa hujan turun saat pasangan ini akan mendaftar di KPU Sulsel. Sejak massa pendukung IA mulai berdatangan di depan KPU Sulsel, langit Makassar yang tadinya terik langsung berawan.
Sekira pukul 15.00 Wita, hujan ringan mulai mewarnai proses pendaftaran IA di KPU Sulsel. Puluhan ribu pendukung IA yang memenuhi Jalan AP Pettarani dari dua arah harus rela basah kuyub, namun hujan ini tidak membuat mereka patah semangat. Massa pendukung IA tetap setia menanti kedatangan jagoannya yang sementara dalam perjalanan.
Hujan ringan yang turun ini langsung reda begitu pasangan ini sudah sampai di depan kantor KPU Sulsel. Turunnya hujan secara tiba-tiba yang mengiringi pendaftaran IA ini banyak menjadi bahan cerita sejumlah pihak yang menanti IA di KPU baik dari aparat keamanan, staf KPU, termasuk kalangan wartawan yang menjadikan bahan cerita. Ada yang menyebut hujan ringan yang turun saat IA mendaftar di KPU ini pertanda pasangan ini diberkahi dan berpeluang besar memenangkan pertarungan.     
Bagi Ilham sendiri, hujan ringan yang mengiringi dirinya mendaftar di KPU Sulsel pertanda kalau proses pilgub Sulsel yang dikhawatirkan banyak pihak berjalan panas bahkan konflik itu akan berjalan sejuk. "Suasana sejuk dengan turunnya hujan ini pertanda pilgub akan berjalan sejuk, dan Insya Allah akan antar IA gubernur," kata Ilham mengawali keterangan pers usai pendaftaran.                
Sebagaimana diketahui, pasangan Sayang datang di KPU Sulsel dikawal puluhan ribu pendukungnya sebelum salat Jumat berlangsung, kemudian pasangan Ilham-Aziz yang tiba di KPU Sulsel kurang lima menit pukul 16.00 Wita. Pasangan yang mengusung Semangat Baru ini sebenarnya sudah bergerak dari kediaman orang tua Ilham di Jalan Maipa sekira pukul 14.00 Wita. 
Namun, banyaknya massa pendukung IA serta antusias warga Makassar menyaksikan iring-iringan pasangan ini datang mendaftar ke KPU Sulsel, membuat pasangan ini harus menempuh perjalanan satu jam lebih untuk sampai di KPU Sulsel. Belum lagi, begitu sampai di Jalan AP Pettarani, pasangan ini tidak begitu mudah berjalan ke KPU karena rapatnya massa pendukung IA.
Di depan kantor KPU Sulsel sendiri, pasangan nasionalis-religius ini bahkan harus menunggu sekira 10 menit untuk bisa masuk ke kantor KPU, itu karena antusias massa pendukung IA yang ingin menyapanya dan menyalaminya. "Begitu besar antusias warga Makassar sehingga kami harus menempuh perjalanan 1 jam 40 menit untuk sampai di tempat ini. Sepanjang jalan ada begitu banyak orang yang mencintai kami," kata Ilham.
Respons masyarakat Makassar yang sangat besar terhadap pasangan ini menjadi tanda awal kalau pasangan ini bakal mendapat dukungan mayoritas di ibukota berpenduduk 1,7 juta jiwa ini. "Respons masyarakat ini hal positif dan mudah-mudahan bisa mengantar kami gubernur 2013," sebut Ilham.
Pasangan cagub ini didukung sedikitnya 20 parpol pengusung. Salah satu partai pengusung Sayang yakni PDS ternyata juga memberikan dukungan ke pasangan ini. Dualisme dukungan PDS ini bisa dipahami karena partai ini juga dualisme baik tingkat provinsi hingga DPP. Dukungan ganda juga dari sejumlah partai nonparlemen yang ternyata juga mendukung pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na).
Ilham orasinya menyatakan bahwa pendaftaran pasangan IA di KPU sebagai kandidat gubernur, adalah proses awal untuk membawa Sulsel sebagai provinsi yang sejahtera, adil, bermartabat, dan lebih maju di masa mendatang. Untuk mewujudkan semua cita-cita itu, Sulsel membutuhkan nakhoda yang mampu bawa Sulsel berorientasi kerakyatan  berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
IA mengajak masyarakat Sulsel untuk memilih pemimpin yang bisa membawa Sulsel sesuai harapan. Indikator ketertinggalan Sulsel menjadi salah satu alasan pasangan ini terdorong maju di Sulsel. "Insya Allah kepemimpinan IA bisa mengantar Sulsel lebih berkembang," lanjutnya.
Tokoh politik nasional yang mendampingi IA mendaftar seperti Ketua Bappilu DPP PAN, Andi Yuliani Paris, legislator Hanura Akbar Faizal, Andi Timo Pangerang, sementara pimpinan parpol pengusung seperti Akmal Pasluddin, Abu Djaropi, Sjaiful Kasim, Ambo Dalle, dan sejumlah pimpinan parpol pengusung lainnya turut mendampingi.
Usai mendaftar di KPU, Ilham-Aziz juga menyempatkan waktu orasi politik di depan puluhan ribu pendukungnya Jalan AP Pettarani. Sama dengan Syahrul, Ilham juga naik ke mobil trailer untuk berorasi. Sebelum pendaftaran, beberapa elit parpol pengusung IA juga menyempatkan orasi politik termasuk seruang bagi kadernya untuk total mendukung IA di pilgub mendatang. 
Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas didampingi empat anggota KPU masing-masing Ziaur Rahman Mustari, Lomba AS, Syamsir Rahim Toran, dan Nusra Azis menyebut KPU Sulsel akan menutup pendaftaran pada Sabtu, 15 September pukul 24.00 Wita. "Kita tetap bukan hingga memasuki 16 September," kata Jayadi.
Jayadi menyebut, berdasar jadwal yang ditetapkan komisioner KPU sudah mulai melakukan verifikasi surat pencalonan tiga pasangan kandidat gubernur pada Minggu, 16 September. Verifikasi awal ini akan dilakukan selama tujuh hari kerja. Anggota KPU ini dipastikan harus terbang ke Jakarta untuk mengecek dukungan sah parpol pengusung.
"Setelah proses verifikasi awal selesai, kita beri kesempatan kepada kandidat untuk melakukan perbaikan selama tujuh hari kerja. Setelah itu kita kembali melakukan verifikasi untuk kemudian menetapkan pasangan calon," jelas Jayadi.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Erwin Triwanto mengungkapkan kebanggaannya atas proses pendaftaran tiga cagub Sulsel yang berjalan lancar dan damai. "Berkat kerja sama yang baik sehingga masing-masing kandidat bisa mengendalikan massa mereka dengan baik, sehingga apa yang selama ini dikhawatirkan tidak terjadi. Ini tentu saja menjadi awal yang baik mewujudkan pilgub Sulsel damai," kata Erwin.
Kalau selama ini mabes Polri menempatkan Sulsel berada di garis merah dalam hal kerawanan pelaksanaan pilgub, dengan tuntasnya proses pendaftaran cagub Sulsel tanpa kekerasan ini, Erwin berharap garis merah Sulsel bisa berubah menjadi garis putih. (hamsah umar)             
 
                 
                       

Sebelas Parpol Beri Dukungan Ganda


MAKASSAR, FAJAR--Kerja keras KPU Sulsel di tahap awal pilgub Sulsel sedang menunggu. Setelah pendaftaran calon gubernur berakhir, komisioner KPU Sulsel bakal disibukkan untuk melakukan verifikasi dukungan ganda partai politik.
Tugas berat KPU untuk melakukan verifikasi mengingat banyaknya parpol baik parlemen maupun nonparlemen yang terindikasi memberikan dukungan ganda. Berdasar daftar pengusung pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang), Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), dan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-a) yang telah didaftar ke KPU Sulsel, setidaknya ada sebelas partai politik yang terindikasi memberikan dukungan ganda.
Parpol yang ditengarai mengeluarkan rekomendasi ganda itu seperti PPIB, PPI, PPPI, Partai Buruh, PPRN, PPDI, PDP, PNI Marhaenisme, Pelopor, dan PPD, serta PDS. Sebelas parpol tersebut juga diklaim pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA). Dari sebelas parpol yang memberikan dukungan ganda itu, tiga diketahui terjadi dualisme kepengurusan yakni PDS, PPRN, dan Kedaulatan.
Pasangan Semangat Baru ini bahkan lebih awal mendapat rekomendasi dari sebelas parpol tersebut, bahkan telah ikut deklarasi bersama di lapangan Karebosi beberapa waktu lalu.  
  Anggota KPU Sulsel, Ziaur Rahman Mustari menambahkan, verifikasi berkas cagub ini meliputi surat pencalonan dan lampiran-lampirannya, termasuk di dalamnya berkas administrasi pasangan calon mulai ijazah dan semacamnya. "Kalau surat dukungan sudah kita verifikasi, kita juga akan lihat apakah kepengurusannya sah atau tidak," tambah Ziaur Rahman.
Proses verifikasi dukungan parpol yang ganda ini nantinya akan berlangsung selama tujuh hari kerja setelah pendaftaran berakhir. Dengan masa kerja yang hanya tujuh hari ini, KPU Sulsel tentu bakal direpotkan dalam melakukan verifikasi di DPP parpol yang ganda ini.
Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Sulsel, Sukman Baharuddin yang juga terlihat di KPU Sulsel beberapa saat setelah pasangan Garuda-Na mendaftar mengakui beberapa parpol yang didaftar Garuda-Na ini juga ada memberikan rekomendasi ke pasangan Ilham-Aziz. Makanya, adanya indikasi dukungan ganda ini akan segera dibahas di tim pasangan nasionalis-religius ini.
Sukman mengaku tidak tahu bagaimana sehingga parpol tersebut juga memberikan dukungan kepada Garuda-Na padahal ada kontrak politik yang disepakati sehingga muncul rekomendasi untuk IA. "Sampai hari ini kita tentu menghormati apa yang menjadi realitas sekarang ini, begitu juga apa yang telah dilakukan beberapa partai politik," kata Sukman.
Tim IA kata Sukman tentu akan mengambil langkah dengan cara khas dan elegan untuk menyelesaikan dukungan ganda kandidat ini.  "Banyak hal yang dimungkinkan apakah langkah politik yang dilakukan itu sudah benar atau bagaimana. Soal validitas semua boleh mengklaim itu," lanjut Sukman.
Jubir Garuda-Na, As'ad Aziz menyatakan Garuda-Na mendaftar dengan penuh keyakinan. Makanya, dalam proses ini, dia berharap KPU bermoral dan memiliki integritas tinggi dan tidak melakukan tindakan yang bisa mencoreng pilgub. "KPU harus menjadi pendorong dan pendobrak demokrasi Sulsel yang lebih baik, karena banyak parpol yang tidak melakukan proses demokrasi yang baik," jelas As'ad. (hamsah umar)      
 

Ketua Hanura Barru Terancam Dipecat


MAKASSAR, FAJAR--Ketua DPD Hanura Sulsel, Ambo Dalle mulai menebar ancaman terhadap kader partai yang kurang mendukung kebijakan partai. Sehari setelah terpilih sebagai ketua, Ambo Dalle mengancam memberi sanksi tegas terhadap Ketua DPC Hanura Barru, Ilham Iskandar.
Ancaman sanksi terhadap Ilham ini, karena ketua partai di Barru ini mangkir dari acara musyawarah daerah luar biasa (musdalub) DPD Hanura Sulsel, 13 September lalu. Dari 24 DPC Hanura se-Sulsel, satu-satunya DPC yang tidak hadir dalam acara ini adalah DPC Hanura Barru.
Ambo Dalle yang ditemui di kantor KPU Sulsel menyebutkan, pihaknya dalam waktu dekat segera melakukan rapat untuk membahas sanksi Ketua DPC Hanura Barru atas sikapnya mangkir dari acara musdalub. "Kita tentu akan melakukan pleno untuk membahas persoalan itu. Pastinya, ketidakhadiran dia dalam acara musdalub ini akan berbuah sanksi," kata Ambo Dalle.
Seperti apa sanksinya, Ketua Fraksi Hanura DPRD Sulsel ini menegaskan bahwa penentuan sanksi baru akan dilakukan setelah ada kejelasan dan hasil pleno Hanura mendatang. Ilham tetap akan dimintai klarifikasi terlebih dahulu mengenai alasan sehingga memilih mangkir dari musdalub.  Sekiranya alasan yang disampaikan tidak rasional, Hanura memastikan akan memberi sanksi pemecatan terhadap Ilham.
Hanura Sulsel mengaku sangat menyesalkan sikap DPD Hanura Barru yang tidak ada sama sekali pengurusnya yang hadir. Padahal kalau sekiranya ketua berhalangan dengan alasan yang penting, bisa diwakili oleh pengurus lain. "Padahal semua kabupaten ada. Ini yang kita sesalkan tidak hadir tanpa ada informasi," katanya.
Kekecewaan Hanura Sulsel ini makin bertambah karena informasi yang berkembang menyebutkan kalau Ilham berada di Makassar pada saat musdalub berlangsung. "Kalau dia ada di Makassar lebih tidak bisa lagi ditolerir. Sanksinya sudah bisa dipastikan pemecatan," tambah Ambo Dalle. (hamsah umar)  

Jumat, 14 September 2012

Sayang-IA Belum Steril


MAKASSAR, FAJAR--Puncak pendaftaran pasangan calon gubernur Sulsel berlangsung pagi hingga sore hari ini. Dua pasangan yang diunggulkan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) dan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) mendaftar bersamaan.
Pasangan petahana, Sayang dijadwalkan mendaftar di KPU Sulsel antara pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita, selanjutnya pasangan nasionalis-religius Ilham-Aziz menyusul mendaftar pukul 14.00 Wita. Sebelumnya ada perubahan jadwal, pasangan ini hanya selisih satu jam yakni pukul 13.00 Wita untuk Sayang dan pukul 14.00 Wita untuk IA.
Kendati cagub petahana berbesar hati memajukan jadwal pendaftarannya sebelum salat Jumat, bukan berarti potensi gesekan pada proses pendaftaran ini sudah steril, apalagi pasangan Sayang tetap baru akan meninggalkan KPU setelah salat Jumat di Masjid HM Asyik atau diperkirakan sekitar KPU baru bersih pukul 13.30 Wita. Massa pendukung Sayang dan IA tentu saja masih berpotensi terjadi gesekan utamanya ketika terjadi pertemuan iring-iringan massa pendukung di jalanan.
Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah menyatakan timnya tetap melakukan langkah antisipasi guna mewaspadai gesekan yang mungkin terjadi di lapangan. Makanya, untuk mewaspadai kemungkinan itu, tim IA telah menginstruksikan timnya untuk berkumpul pada titik tertentu setelah salat Jumat.
"Harap teman-teman yang lebih awal mendaftar di KPU sudah pulang semua setelah pukul 14.00 Wita. Kita juga baru akan bergerak setelah pukul 14.00 Wita dengan asumsi tidak ada lagi pertemuan massa pendukung di lapangan. Kalau pun ada pertemuan massa, kita sudah instruksikan teman-teman, tim utamanya dari kader partai untuk menjadi leader ketika ada potensi keributan," kata Ni'matullah.
Kader Demokrat, partai pengusung, dan tim relawan sudah diminta untuk tidak saling mengejek tapi bagaimana memberi contoh yang baik dengan masyarakat. Kalau perlu ketika bertemu di lapangan, massa pendukung harus sebisa mungkin saling menyapa satu sama lain.  "Kalau ada ketegangan pengurus partai diminta segera ambil peran untuk menenangkan, sudah disepakati dengan rapat koordinasi, banyak relawan dan simpatisan, partai jadi perekat untuk ajak yang baik supaya tidak terjadi ketegagang," jelasnya.
Dengan sikap Sayang yang memilih memajukan jadwal pendaftaran, Ni'matullah menyebut potensi konflik relatif lebih aman dibanding ketika tidak ada perubahan jadwal. Tim Sayang sendiri saat ini sudah mempersiapkan diri dengan matang jelang pendaftaran, termasuk menggelar zikir bersama di Masjid Al-Aqsa, Jalan Maipa Makassar.
Sore kemarin, Ilham menggelar apel siaga relawan dan simpatisan di lapangan sepak bola Emmy Saelan, Jalan Hertasning Makassar. Panitia Apel Siaga, Firman Zulkadri menyebut apel siaga yang diikuti seribuan orang ini terdiri dari perwakilan tim kelurahan, laskar merah putih (LMP), dan tim pejuang pemenangan (TPP IA), majelis taklim. relawan mediasi, perumnas commnuty, dan simpatisan se-Kecamatan Rappocini.
Penasihat spiritual Dr Rahman Qayyum meminta seluruh simpul pemenangan se-Rappocini harus siaga satu dan menolak pemberian atau iming-iming apa pun bentuknya, termasuk rokok, sembako, dan lainnya untuk memilih kandidat tertentu. Namun tetap bersikukuh mendukung dan memenangkan Ilham-Aziz. "Kalau ada yg bawa sembako tengah malam maupun subuh, ambil saja sembokanya tapi jangan pilih orangnya," kata pinta Rahman disambut pekik takbir para relawan.
Apel siaga ini digelar jelang sehari sebelum pendaftaran IA di KPU Sulsel. Ilham mengharapkan semua simpul pemenangan mulai hari ini melakukan sosialisasi, komunikasi dan menyampaikan  pesan kepada keluarga bahwa sosok Ilham memiliki karya yang dinikmati dan dirasakan masyarakat sehingga patut diberikan kepercayaan yang lebih besar
Dia mencontohkan, Lapangan Karebosi dan pusat pembelanjaan Karebosi Link di bawahnya kerap diganggu oknum tertentu. Padahal, masyarakat Sulsel sudah menikmatinya termasuk sekitar 5 ribu tenaga kerja hidup dari hasil pembangunan itu.
Begitu juga anjungan Pantai Losari yang menjadi ruang publik gratis bagi masyarakat dan masjid terapung sebagai ikon baru Sulawesi Selatan patut dijaga. "Jadi jangan  cemburu kalau tidak bisa berkreasi. Bikin juga," kata Ilham.
Antisipasi terhadap potensi bentrok juga tetap dilakukan Sayang. Tim pasangan ini bahkan sudah mengintruksikan kepada pendukungnya untuk tidak keluar dari instruksi Sayang yang ingin melihat pilgub Sulsel tetap berjalan damai, tanpa tercederai dengan aksi tidak terpuji.
"Dari awal kita memang sudah minta tim, relawan sampai pendukung agar dalam proses pendaftaran nanti yang diikuti massa pendukung, tidak boleh ada yang melakukan tindakan yang tidak terpuji. Itu sudah menjadi komitmen kita di tim sejak lama," kata Koordinator Pendaftaran Sayang, Rahmansyah.
     
Puji Sayang
Sementara Forum lintas agama di Sulsel memberikan apresiasi besar dan ungkapan salutnya terhadap langkah yang ditempuh pasangan cagub-cawagub Sulsel, Sayang yang telah rela dan berbesar hati menggeser waktu pendaftarannya menjadi pukul 11.00 Wita, demi menghindari gesekan dengan massa Ilham-Aziz.
Sebelumnya, tim Sayang ngotot dengan jadwal pukul 13.00 pascasalat Jumat, sedangkan IA juga ngotot mendaftar sejam pasca Sayang yakni di pukul 14.00 Wita. Perbedaan 1 jam ini dinilai sangat rawan gesekan massa yang berujung pada bentrok massa pendukung.
"Tapi setelah kami melakukan negosiasi dan meminta kepada tim Sayang untuk megubah jadwal pendaftaran ternyata mereka menerimanya. Ya, terima kasih. Ini membuktikan bahwa kandidat Sayang punya niat besar untuk menghindari potensi chaos," kata Prof Rahim Yunus perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Kamis, 13 September.
Rahim Yunus yang juga pengurus Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) mengaku sempat ragu dengan usulannya ke Sayang.  "Kami sangat apresiasi itu, dan mengucapkan terima kasih. Ini bukan untuk kepentingan siapa-siapa, tapi ini untuk kepentingan Sulsel ke depan," kata Rahim.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua Walubi Sulsel, Yonggris. Dia mengatakan, keikhlasan Sayang untuk mengubah jadwal pendaftaran ini menjadi tanda-tanda bahwa Pilgub Sulsel akan berjalan damai hingga Januari 2013 mendatang.
"Memang forum lintas agama melakukan lobi dulu ke Sayang. Rencananya, jika Sayang gagal menerima usulan kami, maka kami ke IA. Tapi kita tidak perlu ke IA lagi karena ternyata Sayang sudah menerima usulan kami," kata Yonggris. (hamsah umar)

Akhir Konflik Hanura Sulsel


MAKASSAR, FAJAR--DPD Hanura Sulsel siap menata kembali kepengurusan partai setelah lama dilanda konflik internal yang tidak berkesudahan. Pelaksanaan musyawarah daerah luar biasa (musdalub) Hanura Sulsel harus jadi akhir dari kisruh yang terjadi.
Ketua Bidang Media dan Komunikasi Politik DPP Hanura, Akbar Faizal menegaskan dengan dilaksanakannya musdalub DPD Hanura Sulsel di Hotel Boulevard, 13-14 September, harus menjadi pertanda dan penegasan bahwa bibit permusuhan kader Hanura Sulsel harus ditiadakan.
"Per hari ini masalah kita anggap selesai. Apa yang melanda Hanura Sulsel selama ini tidak boleh lagi terulang. Saya ingin katakan bahwa pelaksanaan musdalub ini sangat pamungkas," kata Akbar di sela-sela Musdalub Hanura Sulsel, Kamis, 13 September.
Akbar juga minta agar kisruh yang pernah melanda Hanura Sulsel harus dijadikan sebagai suatu pelatihan bagi kader Hanura, untuk bagaimana berorganisasi dengan baik termasuk dalam menghadapi konflik yang muncul. Akbar minta agar partai Hanura mulai fokus menghadapi agenda politik yang dihadapi yang akan datang.
"Agenda riil kita adalah bagaimana solid mendukung pasangan calon gubernur Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) dan lolos pemilu pada pemilu 2014 mendatang. Siapa pun yang terpilih sebagai ketua dalam musdalub kali ini, apakah melalui pemilihan atau dengan aklamasi harus didukung penuh," imbuh Akbar.
Korwil Sulawesi DPP Hanura, Chaeruddin Ismail juga berharap dengan dilaksanakannya musdalub Hanura Sulsel ini, berbagai masalah yang dihadapi selama ini harus diakhiri. Partai ini harus ditata dengan baik ke depan sehingga Hanura memiliki kesiapan menghadapi berbagai agenda politik. Pada saat pembukaan musdalub, Chaeruddin juga kembali mempertegas larangan bagi kader Hanura Sulsel, Rahman Halid untuk bertarung di musdalub.
Rahman yang dicekal menjadi ketua Hanura Sulsel mengaku legowo menerima pencekalan dirinya memimpin Hanura kalau dengan alasan untuk kebesaran partai di masa mendatang. Kendati, dia tetap menyesalkan sikap DPP Hanura yang melarangnya untuk memimpin partai ini di Sulsel. "Apa kesalahan saya di Hanura. Sebagai kader saya ingin katakan bahwa pencekalan ini adalah bentuk pengzaliman. Tapi demi partai saya nyatakan tidak maju," kata Rahman.
Dia menyebut, sebelum musdalub digelar, Chaeruddin tercatat tiga kali memanggil secara khusus Rahman yang meminta dirinya tidak bertarung. Rahman juga menepis tudingan DPP bahwa Abbas Selong yang terpilih sebagai Ketua Hanura Sulsel hasil musdalub Bogor adalah bonekanya. "Sebenarnya Chaeruddin yang justru ingin ciptakan boneka di Hanura Sulsel," tandas Rahman. (hamsah umar)                            

Garuda-Na Jawab Keraguan Publik


*Sesumbar Putarbalikkan Keadaan

MAKASSAR, FAJAR--Keraguan publik Sulsel atas kendaraan pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) untuk bisa mendaftar di KPU Sulsel terjawab. Pasangan ini resmi terdaftar sebagai bakal cagub-cawagub Sulsel 2013-1018.
Pasangan yang mencoba tampil identik dengan kandidat gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok ini mengantongi 19 parpol dengan persentase suara 15,92 persen, atau sebanyak 597.987 suara dari syarat minimal 563.531 suara sah pemilu legislatif 2009. Saat mendaftar di KPU, Garuda-Na didampingi Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi, anggota Dewan Pembina DPP Gerindra Permadi serta sejumlah perwakilan parpol pendukung.
Selama ini, Garuda-Na banyak diragukan publik Sulsel termasuk timnya sendiri mengenai pintu yang akan digunakan mendaftar di KPU Sulsel. Itu karena pasangan ini menutup rapat parpol pengusungnya sehingga yang jelas hanya Gerindra. Pasangan ini diusung dua parpol parlemen yakni Gerindra dan PPDI, selebihnya koalisi nonparlemen.
Penetapan KPU Sulsel bahwa pasangan ini bersyarat untuk diverifikasi sebagai bakal calon gubernur Sulsel disambut riuh ribuan pendukung Garuda-Na yang ada di luar gedung KPU Sulsel. Mereka langsung meneriakkan Garuda-Na siap menang. Keceriaan tim dan pendukung Garuda-Na tampak jelas baik yang ada di ruang pendaftaran KPU, maupun yang sekadar melihat melalui layar kaca di halaman kantor KPU Sulsel.
Garuda-Na datang mendaftar ke KPU dengan berjalan kaki dari Jalan Nikel, kediamanan Rudiyanto diiringi ribuan pendukungnya. Akibatnya,sepanjang jalan AP Pettarani satu arah ditutup total hingga pendaftaran dan massa pendukung Garuda-Na meninggalkan tempat. Ribuan pendukung Garuda-Na ini tampak kompak karena mengenakan baju kotak-kota seragam.  
Dari 19 parpol pengusung Garuda-Na ini, beberapa di antaranya dipastikan ganda karena juga mendukung pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) seperti PPIB, PPI, PPPI, Partai Buruh, PPNUI, PPRN, PPDI, PDP, PNI Marhaenisme, Pelopor, dan PPD. Mesti dipastikan ganda, Garuda-Na tidak ingin mengklaim bahwa dialah pemegang rekomendasi yang sah.
"Tinggal verifikasi usungan parpol. Teman-teman wartawan silahkan cari info lebih akurat pada KPU Sulsel. Saya tidak ingin klaim bahwa partai yang ada di Garuda-Na adalah yang sah sementara di pihak lain tidak. Kita tunggu proses kerja KPU mana yang benar dan mana yang dibatalkan karena itu menjadi kewenangan KPU untuk melihat dengan jelas," tandas Garuda-Na.
Saat memberikan keterangan pers, Rudi kembali menegaskan bahwa keikutsertaan dirinya di pilgub Sulsel bukan keinginan dirinya dan Andi Nawir semata, tapi lebih karena dorongan DPP Gerindra. Dorongan itu bukan tanpa dasar, tapi tetap melihat potensi Garuda-Na untuk memenangkan pilgub Sulsel 2012 mendatang.
"Karena itu, kalau media selama ini juga meragukan Garuda-Na bahkan kurang memberi ruang pemberitaan, saya mohon dukungan dan partisipasinya untuk memberi ruang Garuda-Na meski hanya sedikit, karena mohon maaf yang banyak diberitakan selama ini hanya dua pasangan," kata bupati Sinjai dua periode ini.
Sebagai jawaban atas keraguan publik Sulsel selama ini, Rudi menegaskan bahwa resminya pasangan ini mendaftar di KPU Sulsel adalah bukti pasangan ini tidak main-main. "Faktanya Garuda-Na hari ini menjadi calon gubernur pertama yang mendaftar di KPU Sulsel. Mungkin ini juga akan menjadi awal pemutarbalikan fakta dan stigma masyarakat yang selama ini memandang enteng Garuda-Na. Mudah-mudahan kami juga bisa menjungkirbalikkan hasil pilgub yang akan digelar 22 Januari 2013 nanti," tandas Rudi.
Kendati saat ini dia tidak diunggulkan dibanding dua kandidat gubernur lain, namun pasangan ini siap memutarbalikkan fakta di pilgub mendatang. Dia mengaku dirinya dan Nawir bukan politisi yang baru muncul, tapi sudah terjung di politik sejak orde baru. "Saya dan Pan Nawir bukan orang pesimis tapi seorang petarung. Kalau tidak yakin menang tidak mungkin kami harus bekerja," lanjutnya.
Garuda-Na menjanjikan perubahan Sulsel yang lebih baik, termasuk dalam hal pelayanan pendidikan dan kesehatan gratis yang telah dipeloporinya sejak 2003 lalu. Rudi mengklaim tidak hanya di Sulsel sebagai pelopor pendidikan dan kesehatan gratis tapi juga di Indonesia meski skopnya hanya kabupaten. Pemikiran ini pula yang mendorongnya untuk lebih memperluas gagasannya di Sulsel.
Soal pilihan menggunakan seragam kotak-kotak ala Jokowi-Ahok, Rudi menandaskan bahwa pilihan ini bukan karena Jokowi-Ahok mengenakan baju kotak-kotak pasangan ini sudah menang putaran pertama pilgub DKI, tapi lebih karena dia adalah orang Gerindra. "Jadi ini juga menjadi perintah dari Prabowo untuk memakai baju motif seperti ini," katanya.
Adapun Nawir menyatakan bahwa pasangan ini tidak hanya memiliki pendukung di Sinjai dan Pinrang tapi juga tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel. "Tidak mungkin kami mau maju kalau hanya Sinjai dan Pinrang kita punya pendukung. Yakin bahwa kami punya massa pendukung yang tidak kalah besarnya dibanding yang lain," tandas Nawir.
Ketua Umum DPP Gerindra, Suhardi menandaskan bahwa kehadiran dirinya di Sulsel mendampingi Garuda-Na mendaftar di KPU Sulsel menjadi bukati bahwa partai dan komponen partai mendukung penuh pasangan ini untuk memenangkan pertarungan. "Ini bukti bahwa kami dukung penuh Garuda-Na di Sulsel. Ketua Dewan Pembina tidak sempat datang hari ini karena ada sesuatu yang lebih penting di Jakarta," tandas Suhardi.

Ditemui Roem
Sebelum pasangan ini mendaftar di KPU Sulsel, pasangan ini juga mendapat kunjungan dari lingkungan keluarganya yang kebetulan akan menjadi lawan politiknya di pilgub Sulsel. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel sekaligus Ketua DPRD Sulsel, HM Roem. Ada juga kader Hanura Sulsel, Rahman Halid.
Kepada wartawan, Roem menyebutkan bahwa kedatangan dia bersilaturahmi dengan Garuda-Na tidak lebih dari hubungan keluarga. Maklum Roem adalah om dari Rudiyanto juga pernah menjabat sebagai bupati Sinjai dua periode. "Jadi saya datang sebagai keluarga sekaligus memberinya semangat," kata Roem.
Penegasan sama disampaikan Rahman Halid yang juga kader Hanura. Kendati partainya sudah resmi mengusung Ilham-Aziz di pilgub, namun hubungan kekeluargaan tidak menghalanginya untuk mengantar Garuda-Na mendaftar di KPU Sulsel. "Kami ini adalah keluarga, sehingga sangat wajar kalau hadir dan mendampinginya," imbuh Rahman Halid.
Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas menyatakan bahwa secara umum berkas pasangan Garuda-Na memenuhi syarat untuk diterima dan ditetapkan sebagai salah satu bakal pasangan calon. Semua berkas yang dimasukkan ini akan diverifikasi setelah tahapan pendaftaran berlangsung.
"Kita belum lihat secara rinci, tapi secara umum seperti kita lihat semua memenuhi syarat perolehan suara 15,92 persen dari 15 persen yang disyaratkan. Kalau pun ada yang ganda, itulah yang akan kita verifikasi mana yang sah dan tidak sah," jelas Jayadi.  (hamsah umar)
                     

Aziz Ingatkan Memori Jekkong Pilgub 2007


MAKASSAR, FAJAR--Cagub Sulsel pada pilgub 2007, Aziz Qahhar Mudzakkar mengingatkan memori jekkong (curang) pilgub 2007. Memori jekkong yang dipopulerkan Amin Syah-Mansyur Ramly (Asmara) ini dibuka mengingat Aziz kembali bertarung di pilgub 20013 sebagai pendamping Ilham Arief Sirajuddin.
Di mata Aziz, tanda-tanda jekkong itu mulai muncul kembali pada pilgub kali ini. Mulai dari  DP4 yang tampak direkayasa untuk kepentingan kelompok tertentu. "Saya imbau teman-teman di penyelenggara, pengawas, maupun masyarakat umum untuk mencermati dengan baik setiap tahapan pilgub. Jangan sampai kecurangan yang terjadi pilgub lalu terulang pada pilgub kali ini," imbau Aziz di warkop Sija, Kamis, 13 September.
Aziz menyebut pilgub yang jujur begitu penting diwujudkan. Sebab, kalau tidak jujur, jangan harap ada kebaikan yang bisa diperoleh. "Jangan pernah berharap ada kebaikan dari cara-cara kejahatan dan proses-proses yang tidak jujur," tambahnya.
Pasangan semangat baru ini mengaku tidak ingin mengejar jabatan dengan cara tidak terhormat. Sebab, ia meyakini, amanah rakyat harus diperoleh dengan cara yang benar dan halal bukan dengan kecurangan.
Ia mengingatkan semua elemen masyarakat, penyelenggara dan pengawas untuk mengantisipasi kecurangan mulai dari pendaftaran, data pemilih, hingga pemungutan dan perhitungan suara. "Mari kita buktikan bahwa kita ini benar-benar cinta damai, mendukung pilgub bersih yang bukan hanya sekadar di bibir saja," tambahnya.
Pilgub 2007 penuh kecurangan. Namun dirinya tidak punya kewenangan untuk menangkap pelaku karena ia memang nyaris tidak punya saksi di TPS. "Begitu besar preseden kecurangan ketika itu dan tanda-tandanya kembali muncul saat ini. Mohon penyelenggara mengantisipasi modus kecurangan tersebut. Kami dari tim IA, siap membantu penyelenggara mengantisipasi kecurangan," lanjutnya.
Anggota DPD RI dua periode ini menjelaskan, publik Sulsel saat ini tidak percaya DP4 yang diserahkan pemprov.  Sebab, hasil kajian tim IA, sudah menemukan begitu banyak data ganda. Bahkan, tanda-tanda ada rekayasa di dalamnya sudah mulai tampak. "Kami dari tim IA tidak memiliki kekuatan untuk berkontribusi dalam rekayasa DP4 itu. Kami tidak punya kuasa memainkan DP4," tegasnya. (hamsah umar)

Kamis, 13 September 2012

Imam Masjid New York Sebut IA Visioner


MAKASSAR, FAJAR-- Daftar tokoh agama yang mendukung pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) bertambah. Kali ini, Imam besar Masjid Al Hikmah New York USA, Shamsi Ali , menyatakan mendukung dan mendoakan IA terpilih gubernur di pilgub 2013.
Dukungan dan doa itu diutarakan Shamsi saat santap malam bersama dengan Ilham di Rumah Makan Bahari, Makassar, Rabu, 12 September. Ilham-Aziz pasangan yang sangat sepadan dan saling melengkapi. Dia juga menyebut, pasangan ini adalah pasangan yang visioner.
Saat ngobrol santai dengan Ilham, Shamsi yang juga tokoh agama Islam di New York yang juga kerap berdiskusi soal agama dengan mantan Presiden AS George Bush dan Presiden AS Barrack Obama ini menyatakan kagum dengan masjid terapung yang dibangun oleh Ilham tanpa APBD.
Menurutnya, setelah sekian tahun meninggalkan Makassar dan melihat perkembangan pembangunan yang lebih terarah dan keramahan masyarakat kota Makassar, maka sepantasnya Ilham diberi kesempatan mengabdikan diri dalam konteks yang lebih luas yakni provinsi Sulawesi Selatan.
Soal pasangan Ilham-Aziz, Shamsi mengaku dengan melihat foto baliho Ilham-Aziz saja dirinya sudah menemukan kesepadanan, antara tokoh nasionalis dan tokoh religius. Dilihat dari dasi orange Ilham melambangkan nasionalisme dan baju koko Aziz menandakan sosok religius.
Bangsa ini sebuah negara religius yang memeluk nilai modernitas. Pasangan IA sangat  ideal membawa Sulse lebih baik ke depan dengan visi yang jelas "Sehingga saya patut mendoakan beliau semoga diberi kepercayaan memimpin Sulsel," kata Shamsi yang sedang menggagas Yayasan Islamic Centre di New York. (hamsah umar)

Sayang Majukan Pendaftaran


MAKASSAR, FAJAR--Langkah akademisi dan pengamat politik serta elemen masyarakat Sulsel menyerukan kandidat gubernur tidak kedepankan egoisme dan arogansi akhirnya sukses. Pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) mengalah dan bersedia memajukan jadwal pendaftarannya di KPU Sulsel.
Keputusan penting tim pemenangan Sayang ini diputuskan di Sekretariat DPD Golkar Sulsel, Rabu, 12 September. Hadir CEO Kapal Induk Tenri Olle Yasin Limpo, Jubir Sayang Maqbul Halim, Ketua Bappilu Golkar Sulsel Ajiep Padindang, Jenderal Lapangan Pendaftaran Sayang, Rahmansyah dan sejumlah tim Sayang lainnya.
Sebelum memutuskan memajukan jadwal pendaftaran Sayang dari pukul 13.00 Wita pada Jumat, 14 September yang dimajukan ke jadwal pagi atau sebelum salah Jumat, sejumlah tokoh lintas agama sempat mendatangi kantor DPD Golkar Sulsel seperti tokoh Budha Yongris, Rahman Yunus (MUI), Abd Rahim (MUI), Masyarakat Kong Hu Cu Indonesia (Makin) Hans Hartono, tokoh Katolik Pastor Marsel, dan tokoh Hindu Gede Durahman. Tokoh lintas agama ini menamakan diri Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Kewaspadaan Dini Umat Beragama.
Kehadiran forum lintas agama ini juga meminta Golkar dan tim Sayang untuk memikirkan berbagai masukan dari elemen masyarakat Sulsel terkait proses pendaftaran yang dikhawatirkan terjadi gesekan. "Setelah menerima masukan dari forum lintas agama serta pertimbangan teman-teman akademisi, pengamat yang secara khusus ke KPU dan elemen masyarakat lainnya, kita akhirnya memutuskan untuk mamajukan pendaftaran," kata CEO Kapal Induk, Tento Olle saat memberikan keterangan pers di kantor DPD Golkar Sulsel kemarin.
Tenri menyebut, tim Sayang sangat yakin pendaftaran yang hanya berselang satu jam ini tidak akan terjadi gesekan seperti yang dikhawatirkan berbagai kalangan. Itu karena tim sudah mewanti-wanti semua pendukung Sayang dan timnya untuk tidak keluar dari koridor yang ditetapkan.
Pertimbangan lain, gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo selama ini menyatakan ingin menjadikan Sulsel sebagai contoh yang baik dalam pelaksanaan pilgub. Sehingga begitu begitu ada berbagai masukan yang diterima Golkar kemudian disampaikan ke Syahrul, cagub petahana ini mengiyakan untuk memajukan jadwal pendaftaran. "Demi kepentingan rakyat Sulsel yang lebih baik kita majukan jam pendaftaran," lanjut Tenri.
  Tenri menjelaskan, semua yang ditetapkan oleh KPU Sulsel telah  dimatangkan dan dipenuhi agar dapat sesuai dengan jadwal mengingat jadwal pendaftaran Sayang hanya selisih 10 menit dengan pendaftaran Ilham – Aziz. "Secara detail, menit per menit kita sudah atur baik. Tapi, dengan masukan dan saran dari akademis, para tokoh agama, dan masyarakat, kami memajukan jadwalnya,” tegas Tenri.
Ketua Tim Pendaftaran Sayang, Rahmansyah pada awalnya sempat mengaku kecewa dengan keputusan untuk memajukan jadwal tersebut, karena yakin tim Sayang begitu juga tim Ilham-Aziz tidak ingin pesta demokrasi itu tercederai oleh hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya awalnya kecewa untuk dimajukan. Tapi, demi kepentingan masyarakat dan adanya masukan dari akademisi dan organisasi keagamaan, kita harus hormati itu,” kata Ketua DPK Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Gowa ini.
“Kami khawatir terjadi benturan massa apabila waktu pendaftaran sangat berdekatan. Harapan kita, kalau masih memungkinkan jadwal dari Tim Sayang untuk bergeser sebelum shalat Jumat sehingga massa dari dua calon tidak ketemu sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Rahim Yunus.
  Yongris menambahkan jadwal pendaftaran yang sangat kasip itu sangat rawan terjadinya benturan massa antar kedua belah pihak. “Banyak hal-hal yang terjadi dan rawan sekali jika salah satu pasangan tidak mau memajukan jam jadwal pendaftaran,” kata Yongris.
Kendati jadwal pendaftaran Sayang dimajukan, pasangan ini tetap memilih untuk melaksanakan salat Jumat di masjid HM Asyik. Bahkan di tempat ini akan digelar salawat badar sebagai penutup dari prosesi pendaftaran Sayang di KPU Sulsel.
Prosesi pendaftaran pasangan Sayang akan dimulai dikediaman orang tua Syahrul di Jalan Haji Bau. Prosesi tersebut dihadiri oleh seluruh delegasi partai politik (parpol) pengusung dan tim pemenangan Sayang sebelum bertolak ke KPU Sulsel di Jalan AP Pettarani.
  “Kita kumpul pukul 09.00 Wita dan kita harapkan mendaftar di KPU Sulsel pada pukul 11.00 Wita. Prosesi menuju pendaftaran ini akan disemarakkan dengan kegiatan bernuansa budaya antara lain barongsai dan kelompok tanjidor yang berada disejumlah titik,” jelas Ketua Tim Pendaftaran, Rahmansyah.
  Jumlah total yang mendampingi pasangan Sayang di lokasi pendaftaran sebanyak 120 orang. Rinciannya, 50 orang mendampingi pasangan Sayang di dalam sekretariat KPU Sulsel dan selebihnya berada di pelataran atau halaman sekretariat KPU Sulsel.

IA Diiringi Zikir dan Doa
Adapun pendaftaran pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) di KPU tidak berubah yakni pukul 14.00 Wita. Pasangan nasionalis-religius ini akan berangkat dari masjid Al-Aqsa Jalan Maipa setelah sebelumnya salat Jumat berjamaah.
Direktur Divisi Komunikasi Ilham-Aziz, Syamsu Rizal menjelaskan, rombongan kandidat akan diantar ke KPU Sulsel. "Tim yang tidak sempat ikut mengantar akan tetap di masjid untuk melaksanakan zikir bersama dan berdoa agar pendaftaran berjalan lancar, proses pilkada berjalan aman, tidak ada kecurangan, sehingga IA dipilih rakyat untuk memimpin Sulsel," ujar pria yang akrab disapa Ical ini.
Rombongan pasangan dwitunggal dan dwikualitas ini melewati rute seperti Jalan Pasar Ikan, Jalan Achmad Yani, Jalan Masjid Raya, Jalan Urip Sumiharjo, Flyover, dan Jalan AP Pettarani.
Pada saat yang bersamaan, pendukung IA di kabupaten/kota juga akan menggelar zikir bersama. Baik dari tim pejuang, relawan, tim jaringan, maupun simpatisan lainnya. "Rombongan pengantar kandidat tidak semua bisa masuk ke KPU, sehingga yang dimungkinkan mengantar hanya parpol pengusung dan istri kandidat," tambah Ical.
Ditengah kesibukannya mengurus pendaftaran ke KPU, Ilham tetap mengurus Kota Makassar. Kamis, 13 September, Ilham sudah menjadwalkan untuk melakukan kegiatan bersih-bersih. "Salah satu titiknya adalah lapangan sepakbola Hertasning," ujar LO IA untuk Kota Makassar, Basdir.
Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih itu penting dilakukan. Sebab, Ilham juga wali kota makassar. "Sesibuk bagaimana pun di Pilgub, Ilham tetap menjalankan kewajibannya sebagai wali kota makassar," tambah Basdir.

Seragam Ala Jokowi-Ahok
Adapun pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) yang akan mendaftar di KPU Sulsel, Kamis, 13 September pukul 13.00 Wita, akan berangkat dari kediaman pribadi Rudiyanto di Jalan Nikel Makassar. Jarak antara rumah Rudiyanto ke KPU Sulsel ini hanya berkisar 1-2 kilometer.
Karena jaraknya cukup dekat, pasangan ini memilih berjalan kaki bersama parpol pengusung serta tim dan pendukungnya. Pasangan ini akan mengenakan seragam baju kotak-kotak ala pasangan cagub DKI, Jokowi-Ahok. "Pokoknya sebagian besar akan mengenakan seragam kemaja kotak-kotak. Jadi selain pasangan calon, juga tim yang akan mengantarnya," kata Jubir Garuda-Na, Nasrullah Mustamin.
Kemarin, pasangan ini sudah mulai sibuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk mendaftar di KPU Sulsel termasuk berbagai formulir pendaftaran. Tim Garuda-Na malam ini sudah mulai bertadangan utamanya dari daerah, sebagian tim utamanya ketua-ketua partai dikabarkan sudah merapat ke kediaman Garuda-Na.
Rudiyanto menyebutkan, siapa parpol yang akan mengusung pasangan ini biar KPU yang umumkan. Pasalnya, saat pendaftaran, KPU juga akan menginput di data base KPU yang ditampilkan dilayar oleh KPU.
"Jadi teman-teman wartawan bisa melihat partai apa saja yang diumumkan KPU. Kan saat pendaftaran juga akan ditampilkan partai pengusung dan persentase suaranya. Karena kalau mau mencari partai pengusung dengan melihat atribut partainya, saya kira tidak ada karena kita memakai pakaian seraham," kata Rudiyanto. (hamsah umar)          


Ilham: Untung Istri Saya Sabar


MAKASSAR, FAJAR--Calon Gubernur Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin secara terbuka mengakui pengaruh istrinya begitu sabar mendampinginya selama memimpin kota Makassar. Ketegarannya dalam  mempertahankan prinsip tidak terlepas dari sikap sabar yang terus ditunjukkan istrinya selama 8 tahun.
"Delapan tahun memimpin Makassar  tidak  semudah membalik telapak tangan. Banyak tekanan yang kadang membuat saya  sedih dan merasa sendiri tanpa teman. Untungnya istriku sabar, istriku  adalah  teman setia yang selalu  mendampingi  baik dalam  suka maupun  duka. Makanya, saya begitu menyayanginya," puji Ilham sambil memandangi istrinya, Aliyah Mustika  yang duduk tidak jauh tempatnya berbicara.
Pengakuan kasih sayang ini diungkapkan Ilham saat berbicara   pada acara  halal bihalal Keluarga Besar Dinas Pendidikan Kota Makassar, di Balai Manunggal ,  Rabu, 12 September. Tidak kurang tiga ribu tenaga guru lingkup kota Makassar hadir di tempat ini. Ketua PGRI Sulsel, Asmin, Kepala Dinas Pendidikan kota Makassar, Mahmud BM, Asisten IV Pemkot Makassar, Sittiara serta sejumlah pejabat pemkot Makassar turut hadir.
Sejumlah konsep pembangunan yang dicetus  mengalami tekanan protes berbagai pihak dan baru berhenti setelah konsep itu betul - betul tercipta dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Saat Karebosi dan Pantai Losari direvitalisasi, hampir setiap hari kami didemo. Banyak sms yang mencaci maki. Dalam situasi begini, kesabaran yang diperlihatkan istri saya  menjadi kekuatan semangat untuk terus mempertahankan apa yang saya anggap benar dan bermanfaat untuk masyarakat," lanjut Ilham.
Pada berbagai kegiatan baik pemerintahan maupun kegiatan sosial dan politik, Aliyah memang kerap mendampingi Ilham. Seperti pada saat  menghadiri kegiatan halal bihalal dengan masyarakat Kabupaten Takalar Selasa lalu.
Penampilan Aliyah yang selalu terlihat santun dengan busana muslim yang sederhana cukup mampu menjadi magnet warga Takalar khususnya ribuan  ibu - ibu yang memang mendominasi acara. "Cantik dan sederhana tawwa. Memang cocok dengan Pak Ilham yang juga sombere," celutuk salah satu ibu kepada rekannya sambil memandangi Ilham dan Aliyah yang tengah berada di atas panggung.
Selain sebagai wakil bendahara Kerukunan Keluarga Luwu Raya, Aliyah juga banyak terlibat dalam kegiatan - kegiatan sosial  di Makassar. Aliyah juga mendirikan yayasan Mustika Semangat Baru yang konsen pada pemberdayaan perempuan di kota Makassar.
Juni lalu, Ilham dan Aliyah memperingati ulang tahun pernikahannya yang ke-20 dengan dengan mengajak puluhan anak panti asuhan shalat syukur di masjid Terapung, Amirul Mukminin. Pasangan ini dikaruniai empat anak, yakni Amirul Yamin Ramadhansyah, Zulfiqar Nur Alamsyah, St Hamsinah Khaerah Tunisa, serta St Mukhlisatul Amalia. (hamsah umar)

Prabowo Pantau Garuda-Na


*Rudi: Ganda, Tugas KPU Verifikasi

MAKASSAR, FAJAR--Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra, Prabowo Subianto sangat serius dengan pencalonan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) di pilgub Sulsel. Sehari jelang pendaftaran, Prabowo minta Garuda-Na memberi update laporan.
Saat wartawan menyambangi kediamannya di Jalan Nikel Makassar sore kemarin, Prabowo juga menelepon minta penjelasan mengenai pergerakan massa pendukung pasangan ini. Itu setelah ada informasi di mabes polri bahwa pergerakan massa Garuda-Na mencapai ribuan orang dari kabupaten/kota.
"Kami juga heran dari mana lagi itu informasi banyak massa yang kami gerakkan. Padahal yang kami undang adalah organik partai. Paling banyak 2.000 orang," kata Rudi-sapaan akrab Rudiyanto.
Pasangan yang banyak diragukan partai pengusungnya ini menegaskan kader Gerindra maupun tim Garuda-Na terpanggil menghadiri pendaftaran di KPU Sulsel, terjadi karena selama ini mereka tetap ragu apakah pasangan ini mendaftar atau tidak. Rasa penasaran inilah yang membuat tim Garuda-Na ingin menghadiri langsung proses pendaftaran calon ini di KPU Sulsel, Kamis, 13 September pukul 13.00 Wita.
Dari DPP Gerindra, Prabowo masih tetap diharapkan mendampingi pasangan ini mendaftar kendati belum ada kepastian. Namun cawagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah mendapat izin Gerindra hadir saat pendaftaran pasangan ini. "Jakarta saat ini sedang memanas. Jokowi tidak diizinkan keluar karena ada kekhawatiran menjadi target. Sementara Prabowo masih berpikir tinggalkan Jakarta karena situasi yang terjadi di sana," kata Rudiyanto.
Mengenai dukungan partai politik, Rudi menegaskan bahwa pasangan ini lebih dari 15 persen dari persentase suara. Kalau pun dalam perjalanannya ada dukungan ganda karena mendukung calon lain, Rudi menyebut persoalan itu menjadi tugas KPU Sulsel untuk memastikan mana yang sah dan yang tidak. Bisa saja kata dia, ada partai yang sudah mengeluarkan rekomendasi, namun SK yang telah dikeluarkan dibatalkan dan menerbitkan SK baru.
"Jadi itu tugas teman-teman KPU untuk melakukan verifikasi di pusat kalau ada yang dobel. Saya tidak terpengaruh dengan keraguan yang berkembang di media selama ini, karena saya ini yang berkepentingan. Saya yang pegang rekomendasi DPP begitu juga rekomendasi dari DPD," lanjut Rudi.
Sekretaris DPD Gerindra Bulukumba yang juga tim sukses Garuda-Na, Syahruni Haris menandaskan bahwa massa pendukung Garuda-Na akan datang dari semua kabupaten/kota di Sulsel saat pendaftaran. Namun massa dimaksud sebatas pengurus partai dan tim sukses yang telah dibentuk di daerah.  (hamsah umar)
     

Ambo Dalle Didukung 17 DPC


Rahman Halid Dicekal

MAKASSAR, FAJAR--Koordinator Daerah (Korda) Sulsel DPP Hanura, Ambo Dalle berpeluang besar terpilih sebagai Ketua DPD Hanura Sulsel pada musyawarah daerah luar biasa (musdalub) Hanura 13-14 September.
Informasi yang diperoleh dari tim Ambo Dalle, kandidat ketua yang mendapat dukungan penuh dari DPP menakhodai Hanura Sulsel ini sudah mengantongi 17 dukungan dari DPC Hanura se-Sulsel. Ketua Fraksi Hanura Sulsel ini sudah resmi mendaftar di DPD Hanura Sulsel kemarin.
"Memang dari tim sudah ada beberapa dukungan DPC yang kita peroleh, tapi itu tidak etis untuk saya ungkap berapa banyak DPC yang mendukung saya. Namun kalau ditanya mengenai kesiapan dan optimisme terpilih sebagai Ketua DPD Hanura Sulsel, saya tentu ada pemikiran seperti itu. Saya kira teman-teman DPC Hanura juga siap mendukung," tandas Ambo Dalle, Rabu, 12 September.
Sampai saat ini, setidaknya ada tiga kader Hanura Sulsel yang telah menyatakan kesiapan maju di musdalub. Dua lainnya yakni Nasrullah Arsyad dan Rahman Halid. Sayangnya, Rahman tidak mendapat restu dari DPP Hanura untuk memimpin partai ini di Sulsel. Panitia musdalub DPD Hanura Sulsel pun mencekal atau tidak mau menerima berkas pendaftaran Rahman sebagai salah satu calon ketua partai.
"Rahman Halid dianggap tidak refresentatif untuk jadi ketua dan itu menjadi perintah dari Korwil DPP Hanura, Chaeruddin Ismail. Sebenarnya, pelarangan Rahman menjadi ketua Hanura Sulsel sejak musda di Bogor lalu dan itu menurut kami masih berlaku sampai sekarang. Kalau Rahman mau maju, kita siap saja menerima tapi harus koordinasi ke korwil dulu," kata panitia musdalub Hanura Sulsel, Arifuddin Mane.
Meski pelarangan Rahman maju di musdalub Hanura Sulsel hanya dalam bentuk lisan, panitia tetap berkesimpulan bahwa pelarangan tersebut tetap harus jadi acuan panitia. Apalagi dalam SK ditegaskan bahwa panitia musdalub harus koordinasi dengan korwil.
Sebelumnya, Rahman Halid menyatakan tetap akan maju di musdalub sepanjang tidak ada pelarangan dalam bentuk tertulis. "Sebenarnya kalau saya dilarang maju saya juga tidak mau ngotot untuk maju. Tapi kita mau pelarangan itu disampaikan dalam bentuk tertulis," imbuh Rahman. (hamsah umar)                  

Pendukung Anarkis, Kandidat Tercoreng


MAKASSAR, FAJAR--Tiga pasangan calon gubernur Sulsel perlu mengorganisir massa pendukung dengan baik dan tertib baik saat pendaftaran, pencabutan nomor undian, debat kandidat atau pun tahapan pilgub lainnya. Kalau pendukung anarkis, maka yang tercoreng kandidat itu sendiri.
Itu karena citra buruk massa pendukung calon juga akan menjadi citra buruk bagi kandidat yang akan bertarung. Lebih penting lagi, kepentingan masyarakat Sulsel dan pendidikan politik yang baik tetap harus dikedepankan. Harapan ini menjadi tuntutan Aliansi Pemuda Mahasiswa Sulsel Mengawal Pilgub Damai saat menggelar aksi damai di KPU Sulsel, Rabu, 12 September.
Aliansi pemuda ini tergabung dari berbagai ormas pemuda dan mahasiswa seperti PPI Sulsel, HMI Makassar Timur, HMI Korkom UIN, IMM Makassar, KAMMI Makassar, GMKI Makassar, dan PMKRI Makassar.
Koordinator Lapangan, Anwar ajang pilgub Sulsel yang saat ini sudah mulai memanas tidak sekadar menjadi momen untuk memilih seorang gubernur dan wakilnya, tapi menjadi momentum untuk memilih pemimpin yang baik dan mampu memberikan perubahan untuk Sulsel lima tahun ke depan. "Yang penting dari perhelatan pilgub ini adalah untuk perubahan warga Sulsel," kata Anwar.
Makanya, aliansi pemuda ini mengajak kandidat utamanya tim dan pendukungnya untuk bersama-sama melahirkan pendidikan politk yang baik di Sulsel, dengan mengedepankan gerakan simpati di tengah masyarakat bukan malah melakukan provokasi kepada masyarakat sehingga terjadi benturan.
"Jangan sampai karena pilgub Sulsel yang kita hadapai ini terjadi konflik di tengah masyarakat. Tidak boleh ada langkah yang dilakukan kandidat hingga mengakibatkan masyarakat mengalami ketakutan. Ini penting kami sampaikan karena kita melihat kondisi sosial di masyarakat. Di sini diperlukan ada kesadaran kandidat untuk tidak adu arogansi," sebutnya.
Anggota KPU Sulsel, Ziaur Rahman Mustari menyatakan peran pemuda dalam mengawal proses pilgub sangat dibutuhkan. "Tapi tidak hanya pada saat pendaftaran yang banyak dikhawatirkan, tapi masih ada tahapan berikutnya yang juga perlu dikawal seperti pemutakhiran DP4, pengumuman DPS, hingga tahapan lainnya," kata Ziaur Rahman.
Adapun Nusra Azis menyatakan bahwa yang perlu dikedepankan dalam proses pilgub Sulsel ini adalah pendidikan politik yang baik. Pilgub bukan sekadar proses memilih pemimpin tapi proses demokrasi. Apa yang terjadi saat ini sangat menentukan Sulsel lima tahun ke depan. "Pencerdasan pemilu harus dilakukan sekarang. Ajakan pemuda agar pilgub damai bisa jadi pencerahan proses demokrasi di Sulsel," kata Nusra. (hamsah umar)
                   

Rabu, 12 September 2012

Sulsel Berpeluang Dapat Reward


*Setelah Dapat Penghargaan WTP

MAKASSAR, FAJAR--Pemprov Sulsel kembali menerima penghargaan nasional. Kali ini  dari Departemen Keuangan setelah Sulsel meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua kali berturut-turut.
Penghargaan WTP ini diterima Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang dari wapres, Boediono, Selasa, 11 September di Jakarta. Bagi pemprov, penghargaan ini dianggap sebagai untuk mendapatkan reward dari pemerintah pusat.  "Apresisasinya bisa mendapatkan obligasi dari pemerintah pusat. Karena itu Sulsel ajukan pinjaman ke PIP Rp500 miliar," tutur Agus, dalam rilis yang disampaikan pemprov ke FAJAR tadi malam.
Mantan Ketua DPRD Sulsel ini mengatakan, usulan pinjaman tersebut sudah dimasukkan ke DPR. Secara teknis, penggunaan uang sudah disiapkan terutama ruas jalan provinsi yang akan diperbaiki.
"Budget jalan hanya Rp300 miliar. Sementara jalan 1.270 kilometer dengan biaya pemeliharaan Rp300 miliar. Jika dana ini cair, tentunya akan mempercepat perbaikan jalan," katanya.
Agus menyebutkan jika selama 10 tahin terkahir ini masih  ada jalan yang tidak pernah tersentuh. Dengan adanya pinjaman itu, pekerjaan bisa dipercepat. "Kalau punya Rp300 miliar kita bisa perbaiki. Tahun depan jalan bisa lebih mulus," tegasnya.
Predikat WTP merupakan penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengelolaan keuangan daerah. Sulsel mampu meraih predikat tersebut terhitung 2011 lalu.
"Beberapa provinsi seperti Riau yang meraih WTP lalu tahun ini tidak dapat. Karena itu, predikat yang diraih Sulsel harus terus dijaga agar opini WTP bisa dipertahankan," harapnya.
Untuk predikat tahun anggaran 2012, lanjut Agus, pihak Pemprov Sulsel tetap terus berusaha untuk mempertahankan predikat WTP. Kendati ada event pilgub, tidak akan terjadi penurunan kinerja karena  didukung sistem yang sudah baku. BPK bisa melakukan pemeriksaan secara periodik dan mengetahui pagu anggaran. BPK tahu jika ada yang terlambat melakukan tender dan mengajukan teguran.  (hamsah umar)

Tafa'dal Usung Tiga Program Unggulan


MAKASSAR, FAJAR--Pascadeklarasi dan pendaftaran di KPU Bone, pasangan calon bupati Bone, Andi Fahsar Padjalangi-Ambo Dalle (Tafa'dal) mulai konsen menjual program andalan yang ditawarkan bagi masyarakat di daerah berjuluk Bumi Arung Palakka.
Pasangan yang diusung koalisi Golkar, PPP, PKS serta parpol nonparlemen ini mengusung setidaknya tiga program andalan. Program andalan ini nantinya akan masuk dalam visi misi pasangan ini. Ketiga program andalan yang ditawarkan Tafa'dal adalah membuat sehat masyarakat melalui kesehatan gratis yang berkualitas, mencerdaskan masyarakat, serta membuka lapangan kerja baru bagi 5.000 pekerja dalam satu periode pemerintahannya.
"Sebenarnya ada beberapa program yang menjadi hal-hal yang akan dilakukan pasangan ini ketika terpilih menjadi bupati periode mendatang. Namun tiga program ini menjadi gagasan utama," tandas Wakil Ketua DPD Golkar Bone, Akbar Yahya.
Kendati hanya mengusung tiga program unggulan, pasangan ini juga tetap memberikan perhatian pada peningkatan ekonomi masyarakat, pertanian, perikanan, serta pemberdayaan masyarakat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan. Pasangan yang cukup diunggulkan memenangkan pertarungan ini siap menciptakan perubahan besar bagi masyarakat Bone.
Apalagi pasangan ini memang mengusung harapan baru untuk Bone yang lebih baik lima tahun mendatang. Melalui program yang ditawarkan pasangan ini optimis mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bone, utamanya dalam penanganan masalah penggangguran di daerah ini.
Adik kandung Fahsar, Yagkin Padjalangi menandaskan untuk memenangkan pasangan ini di pemilukada Bone, Golkar bersama parpol pengusung bertekad untuk all out untuk membuktikan bahwa pasangan ini adalah pasangan yang paling pantas menakhodai Bone lima tahun ke depan. Pasangan ini bahkan optimis bisa menang satu putaran apalagi Golkar di daerah ini sangat mengakar di masyarakat utamanya di pedesaan.
"Selain mengandalkan jaringan partai Golkar dan parpol pengusung yang lain, kita juga telah membentuk tim militan hingga pedesaan dan dusun. Melalui kerja keras jaringan ini, pasangan ini yakin memenangkan pertarungan," kata Yagkin.  (hamsah umar)

Niat Baik Persembahkan Pemimpin Terbaik


MAKASSAR, FAJAR--Publik Sulsel utamanya akademisi dan pengamat wajar mengkhawatirkan proses pendaftaran cagub di KPU Sulsel. Tapi tim kandidat punya pandangan sendiri bahwa proses penting ini berjalan damai dan tidak mengganggu kepentingan publik.
Alasannya sederhana, kandidat dan tim memiliki arah tujuan yang sama mendaftar di KPU dengan cara baik-baik, bukan dengan maksud melakukan gerakan yang bisa memicu perselisihan. "Kita tidak ke KPU untuk berkelahi, tapi akan mendaftar dengan cara baik-baik," kata Presiden of campaign IA, Syamsul Bahri Sirajuddin, Selasa, 11 September.
Dua hari jelang pendaftaran, tim pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang dan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) sudah sibuk menyusun strategi bagaimana mengerahkan massa dengan tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum yang justru memperburuk citra pasangan itu sendiri.
Dari tim IA misalnya, mulai memetakan titik-titik rawan terjadi keributan massa pendukung pasangan ini dengan pihak lain. Titik rawan dimana bisa berpotensi ada penyusup itu seperti di perempatan jalan, dekat pasar, kompleks padat penduduk dan titik lainnya. "Ini kita petakan titik yang rawan. Karena kita ingin koordinasi betul dengan aparat kepolisian karena kita ingin membantu petugas menjaga situasi damai," kata Jubir IA, Selle KS Dalle.
Pemetaan titik rawan ini mulai dari star hingga KPU maupun setelah kembali dari KPU. Tim IA berjanji untuk mengantisipasi secara bersama agenda pendaftaran yang diprediksi banyak pihak bakal menjadi preseden buruk demokrasi Sulsel.
"Ini adalah tanggung jawab kita semua untuk menepis kekhawatiran yang berkembang itu. Banyak memang pihak yang katakan ini potensi terjadi benturan, namun harus dipahami bahwa niat baik untuk persembahkan pemimpin terbaik," lanjut Selle.
Tim IA sejauh ini belum menentukan apakah menggunakan manajemen pergerakan massa menggunakan jenderal lapangan atau sekadar koordinator lapangan saja. Itu yang sementara dibahas tim IA karena menurutnya jendral lapangan baru muncul ketika situasi genting. "Makanya masih kita bahas opsinya, apakah pakai jenderal lapangan atau korlap. Ada beberapa opsi pola pengawalan dan pengerahan massa dalam rangka pendaftaran," tambahnya.
Kalau Tim IA masih belum menentukan jenderal lapangan atau korlapnya, tim Sayang jauh hari sebelumnya sudah menunjuk Hermansyah sebagai koordinator lapangan saat Sayang mendaftar di KPU.
Rahmansyah sebelumnya menegaskan tim Sayang juga berkewajiban menjaga  ketertiban dan keamanan saat pendaftaran. Caranya dengan melakukan penyadara pada tim agar tidak melakukan atau terprovokasi aksi-aksi yang dapat mencederai proses demokrasi. Sayang ingin sukses di pilgub dengan cara terhormat.
Pendaftaran yang berlangsung bersamaan kata dia semestinya tidak perlu sampai menimbulkan suasana mencekam, karena yang harus dikedepankan adalah pendidikan politik bagi masyarakat. Semua harus menunjukkan bahwa proses demokrasi berjalan pada koridornya.
Soal jadwal pendaftaran ini, sempat berkembang kalau Sayang siap bergeser demi terciptanya proses pendaftaran yang damai. Namun, informasi tersebut ditepis Jubir Sayang, Maqbul Halim. "Tidak ada pergeseran, untuk lebih jelasnya tanya ke Ibu Tenri Olle," kata Maqbul. (hamsah umar)

Muttamar Adukan Gubernur ke Mendagri


MAKASSAR, FAJAR--Perlawanan anggota DPRD Bulukumba, Andi Muttamar Mattotorang terhadap gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sekaligus Ketua DPD Golkar Sulsel berlanjut.
Anggota Fraksi Golkar Bulukumba ini mengadukan gubernur kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi yang intinya minta mendagri berkenan mengingatkan gubernur agar tetap berada dalam koridor hukum dan perundang-undangan yang berlaku dalam mengambil kebijakan pemerintahan.
Surat tertanggal 7 September 2012 ini juga disampaikan ke gubernur Sulsel, bupati Bulukumba, Ketua KPU Sulsel dan Bulukumba, wakil-wakil Ketua DPRD Bulukumba, serta ditembuskan ke Mahkamah Agung, Ketua DPR RI, Ketua Umum Golkar, Ketua DPRD Sulsel serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Upaya Muttamar mengadukan gubernur ke Mendagri ini karena dia menilai SK gubernur No.2220/VIII/Tahun 2012 tentang peresmian pemberhentian antar waktu anggota DPRD Bulukumba cacat hukum. Baik SK itu sendiri maupun pertimbangan yang digunakan memberhentikan Muttamar sebagai anggota DPRD Bulukumba.
"Dari SK pemecatan saya saja sudah salah. Di situ tertulis peresmian pemberhentian antar waktu anggota DPRD Bulukumba, yang semestinya pemberhentian sebagai anggota DPRD Bulukumba. Kalau peresmian PAW, itu artinya mesti ada pengganti yang diusulkan," kata Muttamar, Selasa, 11 September.
Terhadap KPU Sulsel dan KPU Bulukumba, Muttamar minta agar tidak melanjutkan proses PAW karena gugatan perdata atas SK DPP Golkar yang belum bersifat final, pasalnya kalau itu diproses bisa berimplikasi hukum pidana.
"Terhadap wakil-wakil Ketua DPRD Bulukumba saya juga berharap untuk tidak melanjutkan proses PAW untuk menghindari terjadinya implikasi hukum, baik perorangan maupun lembaga DPRD Bulukumba," imbuh Muttamar.
Ditengah kemelut antara Muttamar dengan gubernur ini, Lembaga Study Hukum dan Advokasi Rakyat (Laskar) Sulsel serta Lingkar Pemuda dan Mahasiswa Selatan Selatan (LPMSS) Sulsel, mendukung penuh langkah yang dilakukan Muttamar dalam membela hak-haknya. "Masyarakat Bulukumba harus menyatukan sikap untuk tidak mendukung kebijakan gubernur yang tidak sesuai koridor hukum, serta mendesak putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap dilaksanakan," tandas Ketua Laskar Sulsel, Aswar. (hamsah umar)

Kerajaan Polongbangkeng Dukung IA


*AMAN untuk Takalar, IA Sulsel

MAKASSAR, FAJAR--Sedikitnya 15 ribu simpatisan dan pendukung Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA), tumpah di kompleks Pasar Sentral Takalar menghadiri halal bihalal bersama Ilham dan cabup Takalar, Andi Makmur Sadda.
Keturunan keluarga Kerajaan Polongbangkeng Takalar menyatakan dukungan pada pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar di pilgub Sulsel 2013.
Ketua Lembaga Adat Kerajaan Polongbangkeng Takalar, Andi Muhammad Rizal Pajonga bahkan mengajak seluruh warga Takalar memenangkan IA, saat halal bihalal bersama Ilham serta cabup Takalar, Andi Makmur Sadda di kompleks pasar Sentral Takalar, Selasa, 11 September.
"Kami yakin Kabupaten Takalar akan jauh lebih baik di bawa kepemimpinan Ilham - Aziz. Jejak rekam kedua tokoh ini sangat bersih dan memilki perhatian yang begitu besar terhadap pengembangan budaya. Makanya kami bulat memilih IA pada pilgub Sulsel nantinya, sekaligus mengajak warga Takalar untuk bersatu menyamakan pilihan demi Takalar yang lebih baik," ujar Rizal yang juga adik kandung Andi Makmur Sadda.
Rizal dan Makmur merupakan cucu Pahlawan Nasional,H Padjonga daeng ngalle karaeng polongbangkeng. Makmur tidak mau ketinggalan mengajak warga Takalar untuk bersatu memenangkan  Ilham-Aziz.
"Saya sudah sepuluh tahun menjadi wakil bupati dan sangat paham apa yang menjadi keinginan warga Takalar.  Pak Ilham tidak asing lagi di Takalar, beliau punya banyak teman serta kerabat disini. Demikian pula Pak Aziz. Ayahnya dulu berjuang di sini bersama pejuang - pejuang Takalar lainnya. Bahkan, diTakalar dulu menjadi pusat konsolidasi para pejuang. Dulu Kakek saya H. Padjonga Daeng Ngalle Karaeng Polongbangkeng seperjuangan  Pak Kahar," urai Makmur.
Tokoh masyarakat Takalar, H Tawakkal Hakim yang tampil memberikan sambutan menegaskan dukungan terhadap pasangan yang memiliki tagline Semangat Baru ini. "Selamat tinggal pemimpin lama, kita sepakat AMAN (Makmur Sadda-Nashar Baso) untuk Takalar dan IA untuk Sulsel," tandas Tawakkal penuh semangat.
Ilham pada kesempatan ini menyebut banyak orang yang mengklaim sebagai orang Takalar tapi tak mampu mendukung Takalar menjadi lebih baik. Makanya, jika Ilham-Aziz diberi kesempatan memimpin Sulsel, dia berjanji mewujudkan Sulsel menjadi provinsi yang maju, sejahtera, adil, dan bermartabat.
Ilham mengaku terpanggil jadi kandidat gubernur karena melihat potensi daerah ini belum dikelola dengan baik khususnya pertanian seperti masalah sertifikat tanah petani. Makanya, pasangan ini akan memprogramkan sertifikasi gratis bagi lahan pertanian dan perkebunan petani. Dengan sertifikat ini, petani bisa menjadikan sebagai modal untuk mendapatkan modal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.
IA akan akan menjalankan pemerintahan bersih dan bebas korupsi apalagi laporan PPATK menempatkan Sulsel sebagai provinsi terkorup di Pulau Sulawesi. "Saya tidak mau berjanji tapi berikan saya kesempatan membangun Sulsel jika dalam dua tahun tidak ada perubahan maka saya akan kembalikan mandat rakyat," kata Ilham.
Ilham juga menggelar halal bihalal dengan ratusan mubalig yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mubalig serta pengurus Masjid Annur 237, Sudiang, Makassar. Hikmah halal bihalal dibawakan Ketua Majelis Ulama (MUI) Sulsel AGH Sanusi Baco. Hadir pula legislator Makassar asal PKS Iqbal Jalil. Ulama kharismatik Sulsel ini menilai Ilham memiliki budi pekerti yang baik.
"Semoga semangat baru menjadi dorongan bagi kami menciptakan kehidupan di Sulsel lebih sejahtera, adil, bermartabat, dan berpijak pada nilai religi," kata wali kota peraih penghargaan apresiasi bidang keagamaan dan toleransi beragama ini.
Bagi Ilham, tidak ada gunanya pemerintahan bersih jika tidak dilandasi nilai religiusitas. Makanya IA mengandalkan empat program unggulan, yakni peningkatan kuliatas, ekonomi berbasis kerakyatan, pemerintahan bersih, dan masyarakat religius, yakni masyarakat yang taat pada agama masing-masing.  (hamsah umar)