Powered By Blogger

Minggu, 23 Oktober 2011

Nyabu, Buruh Ditangkap di Pondokan


 MAKASSAR, FAJAR--Seroang buruh harian, Randy Jamaluddin (22), warga Jalan Kandea II, Kelurahan Baraya Makassar ditangkap Unit Narkoba Polsekta Wajo, Minggu, 23 Oktober dini hari. Tersangka ditangkap polisi setelah tertangkap tangan mengonsumsi sabu-sabu.
Randy ditangkap polisi di salah satu kamar di Pondok Mega Wisata, Jalan Pengeran Diponegoro Makassar. Selain menangkap tersangka, polisi juga berhasil menyita barang bukti sabu-sabu dua paket. Sebelum ditangkap di pondokan tersebut, polisi sejak awal memang sudah mengintai tersangka, apalagi dia termasuk target polisi.
Kanit Reskrim Polsekta Wajo, Iptu Andi Purwanto yang dikonfirmasi menegaskan bahwa tersangka yang ditangkap ini merupakan pelaku lama dalam dunia narkoba. Saat berada di kamar tersebut, tersangka diduga tengah menunggu rekannya, namun polisi lebih awal menangkapnya.
Purwanto menegaskan, pihaknya masih mengejar tersangka lain yang merupakan jaringan Randy. "Termasuk mengejar pihak yang menjadi tempat tersangka membeli barang terlarang ini," kata Purwanto.
Penyelidikan sementara yang dilakukan  polisi menyebutkan bahwa, tersangka yang satu ini mengedarkan sabu-sabu sambil menjadi buruh bangunan. (hamsah umar)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Nenek 66 Tahun Ditemukan Membusuk


MAKASSAR, FAJAR--Lie Hong Sung, seorang nenek berusia 66 tahun, ditemukan tewas bahkan dalam kondisi membusuk di Jalan Daeng Tata Raya No.52 E Makassar. Di rumah yang berfungsi sebagai warung kopi ini, korban ditemukan di lantai II, Jumat, 21 Oktober sekira pukul 22.00.
Saat ditemukan oleh keluarganya, kondisi korban cekup mengenaskan. Selain sudah membusuk, lidah korban menjulur keluar bahkan dalam kondisi berdarah. Di sekitar leher korban, juga ada membiru.
Melihat kondisi korban yang sudah membusuk, diperkirakan korban meninggal sekitar dua hari lalu. Di salah satu kamar di lantai II tersebut, polisi menemukan botol Baygon dalam keadaan terbuka.
Informasi yang diperoleh, mayat korban ditemukan pertama kali oleh menantunya, Benny. Saat ke rumah tersebut, Benny bersama istrinya bermaksud membesuknya sekaligus membawakan buah mangga sekira pukul 20.00. Saat tiba di lokasi, pagar menuju lantai II rumah tersebut tertutup dan tergembok.
Sementara saat berusaha dipanggil tidak ada respons dari dalam. Karena curiga terjadi sesuatu dengan keluarganya, menantu korban bersama  istrinya  itu memilih merusak pagar menggunakan gergaji besi. "Curiga karena informasi kami peroleh dia sudah dua hari tidak pernah terlihat turun," kata Benny.
Begitu berhasil merusak pintu pagar, Benny dan istrinya bergegas ke lantai II rumah tersebut. Ternyata, di lantai II itu, korban sudah tidak bernyawa lagi. 
Selama ini, korban tinggal sendiri di rumahnya. Meski sering dipanggil anak untuk tinggal di rumahnya, dia lebih senang tinggal sendiri di rumah tersebut. Rumah berlantai II tersebut sebenarnya ramai, karena di lantai I ini dikontrakkan dan dijadikan warung kopi. Cuma memang jalan menuju lantai II ini terpisah.
Pemikik warung kopi, Fahrulrozi dan Awal mengaku tidak tahu menahu soal kematian korban tersebut. Namun sebelumnya, korban terlihat terakhir pada Rabu, 19 Oktober lalu sekira pukul 08.00.
Kapolsekta Tamalate, AKP Agung Setio Wahyudi menduga korban meninggal karena penyakit darah tinggi yang dideritanya. "Potensi di bunuh kecil. Tanda biru yang ada di sekitar leher diduga karena pembuluh darah pecah. Autopsi tidak dilakukan karena keluarga tidak mendukung," kata Agung. (hamsah umar)

Kamis, 20 Oktober 2011

Potensi Ancaman Masih Tinggi


MAKASSAR, FAJAR--Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau II), Marsekal Muda Ismono Wijayanto menegaskan bahwa potensi ancaman terhadap keutuhan negara, utamnya terhadap kota besar termasuk Makassar masih tinggi.  Bahkan, potensi ancaman ini bisa terjadi setiap hari.
Ini ditegaskan Ismono saat berkunjung ke redaksi Harian FAJAR, Kamis, 20 Oktober. Dalam kunjungannya didampingi sejumlah asisten di Jajaran TNI AU ini, Ismoni diterima Direktur Utama PT Media FAJAR, H Syamsu Nur bersama jajaran direksi PT Media FAJAR.
Meski potensi ancaman terhadap negara cukup tinggi, namun jajaran TNI AU tetap melakukan berbagai upaya maksimal, untuk mengeleminir berbagai ancaman yang muncul. Misalnya saja ada pesawat negara lain yang coba melintasi di wilayah udara RI. TNI AU selalu siap melakukan pengawasan dan mencegah setiap potensi ancaman yang ada.
Kendati dengan kondisi dan kemampuan persenjataan yang masih terbatas, TNI kata dia tetap selalu hadir melakukan upaya preventif. "Paling tidak, musuh yang melakukan pelanggaran ini tahu bahwa Indonesia itu tidak tidur. Karena kita juga setiap saat melakukan pengawasan," kata Ismono.
Dalam melakukan upaya preventif terhadap berbagai macam potensi ancaman yang ada, TNI AU kata dia mengoptimalkan potensi yang ada, baik dengan meningkatkan patroli udara hingga penindakan terhadap pihak yang dianggap melanggar kedaulatan atau wilayah udara RI. Salah satu penindakan nyata yang dilakukan TNI AU menggunakan pesawat tempur Sukhoi adalah memaksa pesawat asal Pakistan mendarat di Makassar karena melintas tanpa izin.       
Ismono  mengaku bahwa tugas dan fungsi TNI AU tidak sama dengan TNA AD. Menurutnya, kerja TNI AU tidak  begitu terlihat karena memang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Sepertinya memang ekslusif, karena memang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga perlu juga ada even yang  kita lakukan dan berkaitan langsung dengan masyarakat," kata Ismono.
Dia menegaskan, peran media dalam memberikan informasi sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas yang diembang termasuk TNI AU. Makanya, dia menegaskan akan selalu terbuka dengan media dan mendukung keterbukaan informasi. Dengan catatan, keterbukaan informasi dimaksud tetap mengacu pada kode etik yang ada baik di TNI AU maupun di media.
Direktur Utama PT Media FAJAR, H Syamsu Nur berharap TNI AU tetap bekerja sama dengan baik dengan FAJAR sebagaimana yang sudah terjaling selama ini. "Angkatan Udara juga banyak membantu kita, seperti menyediakan pesawat ketika kami mendistribusikan  bantuan kepada korban bencana. Saya kira kerja sama seperti ini tetap kita butuhkan," kata Syamsu Nur. (hamsah umar)    
                                   

Kurir Sabu-sabu Ditangkap


MAKASSAR, FAJAR--Unit Narkoba Polrestabes  Makassar menangkap seorang kurir sabu-sabu di Jalan Sukaria Makassar, Kamis, 20 Oktober sekira pukul 00.30. Dari  tangan kurir sabu-sabu tersebut, polisi mengamankan satu paket sabu-sabu.
Kurir sabu-sabu yang belakangan diketahui berprofesi sebagai debt collector itu, ditangkap saat barang tersebut akan dibawa ke salah satu pemesan. Hanya saja, hingga saat ini polisi belum berhasil menangkap pemeasan sabu yang disebut tersangka, maupun dari mana asal barang terlarang tersebut.
"Pengakuan dia sekadar mengantar satu paket sabu-sabu ini. Ini yang sementara dikembangkan anggota, dengan mengejar pemesan dan pihak yang meminta membawa sabu-sabu itu. Yang jelas, sabu-sabu itu ditemukan di kanton celana tersangka," kata Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Masrur, Kamis, 20 Oktober.
Kendati berdalih hanya sebatas sebagai kurir, Masrur menegaskan bahwa pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan urine tersangka. "Untuk membuktikan dia sekadar kurir atau pemakai, kita akan lakukan tes urine," kata Masrur.
Selain menangkap kuris sabu-sabu, polisi juga menangkap seorang penikmat ganja di Jalan Veteran Selatan, bernama Firman. Warga Jalan Landak Baru Makassar ini, ditangkap bersama dua paket ganja siap edar. "Kasus ini juga sementara dalam pengembangan. Tersangka masih kita interogasi untuk mencari tahu sumber barang terlarang ini," kata Masrur.
Masrur menambahkan, penangkapan kasus sabu-sabu yang dilakukan Unit Narkoba Polrestabes Makassar dalam satu pekan terakhir sebanyak tiga kali dengan jumlah tersangka lima orang. Tiga tersangka lain  yang ditangkap sebelumnya adalah John, Koang, dan Frans Laelae. Dari tangan ketiga tersangka ini,  polisi menyita 5 gram sabu-sabu. (hamsah umar)                         

Polisi Bebaskan Ansar


MAKASSAR, FAJAR--Penyidik Polrestabes Makassar menetapkan Andre Yahya, warga Jalan Laiya Makassar sebagai tersangka tunggal kasus pencurian sepeda motor di Jalan Bulusaraung Makassar, yang terekam dalam CCTV. 
Sementara teman lainnya yang juga ditangkap di rumahnya Jalan Laiya, Ansar (bukan Erwin) sudah dibebaskan polisi. Hasil pemeriksaan polisi menyebutkan warga yang satu ini tidak terbukti membantu Andre  melakukan aksi pencurian. Ansar yang ditangkap bersama Andre di Jalan Laiya mengakui membantu mendorong motor yang dicuri Andre, namun mengaku tidak tahu menahu kalau motor tersebut hasil curian.
"Awalnya yang diamankan adalah Ansar dan Andre, tapi saat ini yang ditahan tinggal Andre, karena hasil interogasi, Ansar tidak terbukti. Saat itu, dia memang melihat Andre mendorong motor, kemudian dia bantu, tapi tidak ditahu itu curian," kata Humas Polrestabes Makassar, Kompol Mantasiah.
Rencananya, surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) segera dikirim ke Kejaksaan Negeri Makassar. "Besok SPDP dikirim ke jaksa," tambah Mantasiah.
Salah seorang keluarga Erwin, Lina sempat kaget mengetahu adiknya dilansir sebagai pelaku curanmor yang ditangkap polisi, padahal yang dimaksud adalah Ansar. "Kebetulan memang Ansar yang ditangkap polisi itu adalah tetangga saya," kata Lina. (hamsah umar)