Powered By Blogger

Selasa, 27 Maret 2012

Bustam: Saatnya Birokrat-Pengusaha Pimpin Palopo

    MAKASSAR, FAJAR -- Kader PDIP Sulsel, Bustam Titing yang mengincar calon wakil wali kota (cawawali) Palopo menegaskan saatnya Palopo dipimpin paduan birokrat dan pengusaha. Peran pengusaha diperlukan untuk menggerakkan roda ekonomi.
    Pernyataan Bustam ini terkesan subjektif mengingat keinginannya maju di pilwalkot Palopo 2013 mendatang. Kendati demikian, dia menegaskan Palopo saat ini membutuhkan pembangunan sektor industri dalam rangka memajukan daerah ini.
    "Saat ini pembangunan kota Palopo terkesan stagnan karena tidak ada industri. Kalau saya maju dan diberi kepercayaan masyarakat, salah satu prioritas saya adalah menghadirkan investasi untuk membangun sektor industri," kata Bustam.
    Oleh PDIP, Bustam memang digadang menjadi cawawali di Palopo bersama Ketua DPC PDIP Palopo, Alfri Jamin. PDIP bahkan menjadikan tawaran ini sebagai harga mati bagi kandidat cawali yang melamar PDIP.   
    Palopo sebagai salah satu kota jasa, memerlukan sosok pemimpin yang mampu menghadirkan investasi baik di bidang pariwisata, industri atau pun kuliner. Bustam yang selama ini banyak bergerak di bidang usaha diklaim memiliki jaringan untuk menggaet investor masuk dan menanamkan modalnya di Palopo. (hamsah umar)
                                        

Empat Kriteria Cagub PKB Sulsel


MAKASSAR, FAJAR--DPW PKB Sulsel memutuskan membuka pendaftaran calon gubernur Sulsel 26 Maret-6 April. Meski menjaring cagub melalui pendaftaran, PKB memberikan prioritas cagub yang memiliki visi yang sama dengan PKB.
    Arah dukungan PKB Sulsel sebenarnya sudah diarahkan ke pasangan cagub-cawagub, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar. Bahkan rekomendasi hasil mukerwil PKB beberapa waktu lalu sudah bulat ke pasangan Semangat Baru ini. Tapi alasan ingin menjalankan amanah partai, PKB memutuskan membuka pendaftaran mulai hari ini.
    Proses pendaftaran cagub PKB dilakukan di sekretariat PKB Sulsel Jalan Abdullah Dg Sirua No.366 Makassar. Setidaknya ada empat kriteria yang mesti dimiliki cagub yang mendaftar di PKB Sulsel. Keempat kriteria ini yakni memiliki track record yang baik dan tingkat elektabilitas yang memadai.
    Kriteria lain memiliki potensi/kekuatan massa pendukung yang dapat bersinergi dengan PKB pada pemilu 2014, memiliki komitmen yang utuh dan konsisten untuk membuka ruang membesarkan PKB sebagai partai pengusung. Terakhir, figur memiliki wawasan, pengetahuan, pengalaman yang luas dan sejalan dengan plafon PKB Sulsel.
    "Kriteria ini kita tetapkan karena kita ingin figur yang akan diusung PKB nantinya, memiliki kontribusi terhadap PKB pada pemilu 2014 mendatang. Makanya, basis massa figur harus yang memiliki sinergi atau kesamaan dengan PKB," kata Ketua Tim Penjaringan Cagub PKB Sulsel, Wahyuddin AB Kessa.                       
    Kendati pasangan Semangat Baru utamanya Aziz Qahhar Mudzakkar sudah merefresentasikan basis massa PKB yang dipastikan bisa bersinergi, serta dukungan kader terhadap pasangan ini cukup besar, Wahyuddin menegaskan bahwa dukungan kader terhadap pasangan ini hanya menjadi salah satu nilai plus bagi pasangan ini.
    Meski arah dukungan PKB sudah ke Ilham-Aziz, PKB tetap membuka ruang kepada siapa saja untuk mendaftarkan diri ke PKB Sulsel. Siapapun cagub yang mendaftar akan dijaring dan dikaji oleh tim, termasuk calon wakil gubernur.
    "Yang pasti, PKB ingin proaktif mendorong pemimpin Sulsel yang memiliki kemampuan untuk periode 2013-2018. Cagub ini harus memiliki dukungan masyarakat dan punya kemampuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulsel," tambah Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu PKB Sulsel, Azhar Arsyad.
    Sementara itu, Plt Wakil Ketua DPD Hanura Sulsel, Asrullah Awing menyatakan bahwa pasangan Ilham-Aziz dijadwalkan akan membangun komunikasi dengan Hanura Senin, 26 Maret. "Senin sore kita akan menerima pasangan Ilham-Aziz. Agenda pertemuan ini memang sudah lama kita jadwalkan," kata Asrullah. (hamsah umar)
                       

Senin, 26 Maret 2012

Ilham: Bapak Saya Dua Periode Pimpin Gowa

MAKASSAR, FAJAR--Calon gubernur Sulsel 2013-2018, Ilham Arief Sirajuddin menyakinkan masyarakat Gowa bahwa dirinya bagian dari Gowa. Sebagai bukti bahwa dirinya bagian dari warga Gowa, karena orang tuanya pernah memimpin daerah ini selama dua periode.
    Ilham memperkenalkan diri sebagai bagian dari warga Gowa saat melakukan silaturahmi di Lantebung, Kecamatan Bontomarannu Gowa. Silaturahmi ini digagas salah satu tim IA, Alfha Team, Minggu, 25 Maret.
    Di tempat ini, Ilham bernostalgia dihadapan ribuan simpatisan mengenai masa kecilnya di Gowa sekitar 30 tahun silam. Masa kecil Ilham dilalui di Balla Lompoa. "Biar bagaimana kodisinya, Gowa merupakan tempat bersejarah bagi keluarga kami, Almarhum bapak saya kolonel polisi Arif Sirajuddin dua periode menjabat bupati di Tana Gowa ini," cerita Ilham.
    Sikap Ilham memperkenalkan orang tuanya sebagai mantap  bupati di Gowa ini, sebagai penegasan bahwa Gowa merupakan tempat bersejarah di Sulsel baik bagi orang tuanya, maupun calon gubernur Sulsel, Incumbent Syahrul Yasin Limpo yang akan ditantangnya pada pilgub 2013 mendatang.
    Kepada warga Gowa utamanya pendukungnya, Ilham mengajak masyarakat tidak takut diintimidasi, dan mengajak warga Gowa tetap beradab dengan tidak melakukan tindakan anarkis. "Jangan anarkis, jangan merusak, senyum dan ramah kepada masyarakat karena kita tidak ingin menjadi masyarakat primitif yang senang merusak. Saya yakin masyarakat Gowa beradab dan tidak suka menggangu," kata Ilham.
    Ketua DPD Demokrat Sulsel yang berduet berduet dengan Abd Aziz Qahhar Mudzakkar membakar semangat sekitar 10 ribuan simpatisannya yang melakukan show of force. "Tadi saya sungguh terharu karena  ternyata masyarakat Gowa masih percaya Ilham Arief Sirajuddin. Begitu membludaknya, saya makin yakin perjuangan kami dengan Aziz mendapat ridha Allah Swt," katanya disambut pekikan takbir.   
    Di depan warga Gowa, Ilham juga memperkenalkan beberapa program yang akan dilakukan ketika terpilih menjadi gubernur. Salah satunya adalah menyalurkan dana bergulir kepada masyarakat di setiap desa sebesar Rp50 juta. Program ini bagian dari implementasi ekonomi kerakyatan.
    "Tahun pertama kami bersama Abd Aziz Qahhar Mudzakkar dilantik, kami akan gulirkan Rp50 juta setiap desa. Uang pemerintah provinsi banyak sekali hanya kurang tepat sasaran sehingga banyak masyarakat belum menikmati," imbuh I Wali Kota Makassar dua periode ini.
    Ilham berjanji akan memberikan perhatian pada pembangunan  infrastruktur termasuk di Gowa. Figur ini mengaku tidak butuh kekuasaan tapi butuh ruang mengabdi untuk masyarakat Sulsel. Program pemenuhan hak dasar masyarakat,  mulai dari pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan yang optimal, untuk menciptakan masyarakat Sulsel sejahtera, pemerintahan bebas korupsi, nepotisme, ekonomi berbasis kerakyatan dan masyarakat religius.
    Di tengah warga Gowa, Ilham juga memperlihatkan keharmonisan keluarga. Menurutnya, dirinya hampir tiap saat didampingi sang istri. Karena kunci keberhasilan kepemimpinan tidak lepas dari dukungan keluarga. Kalau keluarga harmonis maka kepemimpinan juga akan sukses.  (hamsah umar) 

Cawawali PDIP Palopo Harga Mati

MAKASSAR, FAJAR--Lima calon wali kota (cawali) Palopo yang ingin mengendarai PDIP di pilwalkot Palopo, harus memiliki kesiapan menggandeng kader PDIP sebagai wakilnya. Ini adalah syarat mutlak yang diajukan PDIP Sulsel terhadap kandidat yang ada.
    Di Palopo, lima cawali yang mengincar PDIP masing-masing Haidir Basir, H Martin Jaya, Rahmat Masri Bandaso, Lanteng Bustami, dan Najamuddin. Saat fit and propert test yang berlangsung 23-25 Maret, desk pilkada PDIP Sulsel sudah menyodorkan dua kadernya kepada masing-masing kandidat sebagai cawawali di pilwakot Palopo.
    Kesiapan menggandeng kader PDIP menjadi nilai plus bagi kandidat yang ada. Kendati, proses pembicaraan ke arah situ tetap dikomunikasikan kepada masing-masing calon. Yang pasti, cawawali Palopo bagi PDIP sudah harga mati mengingat kedua kadernya tersebut memiliki potensi yang cukup menyakinkan jika disandingkan dengan kelima figur yang ada.
    "Di internal PDIP posisi 02 di pilwalkot Palopo sudah harga mati. Keinginan kader ini sudah kita sampaikan kepada kandidat dalam fit and propert test," ujar Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Sulsel, Iqbal Arifin, Minggu, 25 Maret.
    Untuk pilwalkot Palopo, PDIP menawarkan dua kadernya yakni Ketua DPC PDIP Palopo, Alfri Jamin dan Bustam Titing. Sama dengan cawali, kedua kader ini juga mengikuti prosedur di PDIP mulai pendaftaran hingga uji kelayakan. Tawaran PDIP untuk posisi 02 ini cukup layak mengingat PDIP memiliki 2 kursi di DPRD Palopo. Sementara beberapa kandidat yang melamar di PDIP adalah birokrat.
    Respons cawali terhadap cawawali yang ditawarkan PDIP Sulsel sendiri cukup positif, kendati sejauh ini belum ada kesepakatan khusus dengan para kandidat. Pembicaraan calon yang ditawarkan PDIP ini akan dibicarakan melalui pertemuan khusus, termasuk mendorong kedua kadernya untuk membangun komunikasi dengan kelima cawali tersebut.
    Selain menjadikan kader sebagai bargaining dukungan, PDIP juga menjadikan survei kandidat sebagai penentu. Begitu juga, komitmen kandidat terhadap PDIP ke depan juga jadi pertimbangan lain partai ini. "Yang pasti, harapan kita adalah kader yang dijadikan pendamping. Namun seperti apa hasilnya, kita akan lihat perkembangannya," tambah Iqbal.
    Proses fit and propert test cawali Palopo dan cabup Takalar di PDIP Sulsel berakhir kemarin. Hasil uji kelayakan ini masih akan dibicarakan dengan pengurus DPD serta DPC PDIP dalam waktu dekat. (hamsah umar)                                             

Prof Ramli: Hindari Saling Menyalahkan

MAKASSAR, FAJAR--Maklumat politik calon wakil gubernur Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar yang menginginkan tim dan pendukung mawas diri, serta mengajak agar kekerasan politik dijadikan musuh bersama diapresiasi pengamat politik UIN Makassar, Prof Dr Muh Ramli.
    Tim pejuang Aziz yang diibaratkan lebah merupakan simbol politik penuh makna. Salah satunya adanya keinginan besar sosok Aziz untuk tetap menjaga proses demokrasi di Sulsel damai, sejuk dan tidak mengganggu masyarakat di Sulsel. Sebaliknya, harus memberi manfaat dan panutan kepada sesama maupun masyarakat Sulsel pada umumnya.
    "Sekalipun itu sekadar perumpamaan, namun istilah itu punya makna yang cukup positif. Persoalan yang ada di Sulsel saya kira memang adalah masalah kearifan dan sosok yang bisa dijadikan panutan masyarakat," kata Ramli, Minggu, 25 Maret.
    Ke depan, pemerintahan di Sulsel harus mampu menghadirkan sosok panutan yang bisa membawa Sulsel ini menjadi masyarakat yang lebih arif, beradab, menghargai sesama, termasuk masyarakat religius. Apalagi, Sulsel sebagai salah satu provinsi ternama di Indonesia Timur pernah jaya dengan masyarakat religius.
    Sistem pemerintahan yang mengsinergikan kearifan lokal harus terwujud di Sulsel ke depan. "Kearifan itu seperti menghindarai saling menyalahkan, menjunjung tinggi kejujuran. Yang lebih utama saya kira adalah masyarakat religius sebagai salah satu kejayaan Sulsel di masa lalu yang harus dikembalikan," kata Ramli.
    Kasus kekerasan yang dipertontonkan kalangan mahasiswa di daerah ini, menjadi salah satu potret kalau sistem pengelolaan pemerintahan di daerah ini perlu lebih dibenahi. Makanya, ketika ditawarkan masyarakat religius, Ramli memberi respons baik atas tawaran yang dijanjikan cagub Sulsel pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar.
    "Kalau masyarakat religius yang ingin diwujudkan di Sulsel, sehingga Sulsel makin jaya dan bermartabat sosok yang paling tetap memang ada di Ilham-Aziz. Ini bisa dilihat dengan sikap yang selama ini diperlihatkan di masyarakat yang tidak diragukan lagi," kata Ramli. (hamsah umar)