Powered By Blogger

Minggu, 25 Maret 2012

PAN Juga Incar Cawabup Syamsari

MAKASSAR, FAJAR--Pascamemastikan koalisi PKS, PKB, dan Gerindra di pemilukada Takalar, calon bupati Takalar Syamsari Kitta mulai diincar kandidat calon wakil bupati.
    Selain Gerindra yang menyiapkan tiga kadernya masing-masing Chalik Suang, Masniar, dan Indar Jaya, Ketua DPC PAN Takalar Sirajuddin Sese juga dikabarkan menawarkan diri untuk posisi cawabup, kendati partai ini belum memastikan diri apakah mendukung Syamsari atau calon lain.
    Syamsari yang menggalang koalisi besar di pemilukada Takalar saat ini terus membangun komunikasi dengan beberapa partai di Takalar seperti PAN, PDIP, dan Demokrat. Kecenderungan Demokrat Takalar saat ini masih menunggu perkembangan yang ada di Golkar. "Tim Syamsari belum bisa komentar banyak soal 02, karena partai seperti PAN juga mengajukan kadernya," kata Tim Media DPD PKS Takalar, Hairil Anwar, Jumat, 23 Maret.
    Sirajuddin yang digadang-gadang PAN Takalar maju sebagai cawabup saat ini tercatat sebagai anggota DPRD Takalar. Di legislatif, PAN memiliki dua kursi. Di PDIP, Syamsari juga sudah mendaftar cabup dan diagendakan menjalani fit and propert test Minggu mendatang di DPD PDIP Sulsel.
    Gerindra yang sudah menyatakan mendukung Syamsari di Pemilukada Takalar berharap kadernya bisa tampil sebagai cawabup mendampingi legislator PKS ini. Kendati belum diputuskan siapa dari tiga kader itu yang akan ditetapkan didorong cawabup.
    Ketua DPC Gerindra Takalar, Indar Jaya yang dikonfirmasi terpisah masih enggan berkomentar terkait dukungan Gerindra Sulsel terhadap Syamsari, maupun keinginan dirinya didorong sebagai cawabup. "Saya belum bisa komentar karena belum ada penyampaian dari DPD Gerindra," kata Indar.
    Tapi apapun yang menjadi keputusan DPD maupun DPP Gerindra, DPC Gerindra Takalar menyatakan tunduk dan mendukung penuh keputusan partai. Sejauh ini, kader Gerindra yang sudah banyak bekerja dan bersosialisasi untuk maju di Takalar adalah Masniar. Bahkan jauh sebelum Gerindra menyatakan dukungan ke Syamsari dia sudah menyatakan kesiapannya bertarung di Takalar.    
    Saat ini, beberapa kandidat bupati yang akan menghiasi pemilukada Takalar seperti Natsir Ibrahim, Burhanuddin Baharuddin, Makmur Sadda, Jen Syarif Rifai, M Amin Yacob, Indar Parawansa dan sejumlah figur lainnya. Namun baru Makmur dan Syamsari yang sudah memastikan kendaraan. (hamsah umar) 
                                        

Jumat, 23 Maret 2012

Cawagub SYL Jadi Tawaran Koalisi

MAKASSAR, FAJAR--Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang tampaknya masih harus bersabar sebelum ditetapkan sebagai calon pendamping cagub Sulsel incumbent, Syahrul Yasin limpo (SYL) di pilgub 2013.
    Kendati kubu SYL memiliki keinginan yang sama dengan Ketua Dewan Pembina DPN Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Ryaas Rasyid yang inginkan Syahrul segera menentukan cawagub, namun semua kandidat harus taat pada mekanisme dan tahapan yang ada di Golkar atau pun perangkatnya.
    "Keinginan Ryaas sama dengan kita, tapi kita harus tunduk pada tahapan yang ada. Kalau saja tahapan itu sudah dilalui, besok pun kita bisa tetapkan," kata adik kandung SYL, Irman Yasin Limpo, Kamis, 22 Maret.
    SYL sepertinya melihat bahwa belum waktunya menentukan cawagub di pilgub 2013, kendati sejumlah masukan dan keinginan yang menginginkan Sayang II terus berkembang. Bahkan, SYL belum mau berandai-andai kapan waktu tepat menentukan pilihan. Tapi ada keinginan, April nanti, tahapan pembentukan tim dan komunikasi politik untuk membangun koalisi sudah rampung.
    Incumbent sampai saat ini masih berkutat pada penyusunan konsepsi tim pemenangan utamanya terkait nakhoda kapal induk, maupun persiapan koalisi. Figur-figur yang selama ini berkembang akan dijadikan tawaran SYL kepada partai calon koalisi.
    Beberapa nama yang selama ini berkembang sebagai calon pendamping SYL yakni Agus Arifin Nu'mang, HM Roem dan Muallim. Nama lain Rudiyanto Asapa dan Andi Jamarro Dulung.  Hasil survei terhadap nama-nama itu akan dijadikan modal SYL dalam menggalang koalisi.
    "Cawagub yang sudah kita survei itu akan kita komunikasikan dengan parpol yang diajak koalisi. Kita akan sampaikan seperti apa surveinya. Silahkan partai bicarakan," ujar Irman.
    SYL dalam menentukan cawagub, tidak menjadikan elektabilitas yang dimiliki kandidat sebagai pertimbangan. Yang jadi pertimbangan adalah popularitas dan strong supporting terhadap kandidat yang ada.  
    Pastinya, SYL baru akan menentukan pendamping setelah struktur tim dan koalisi parpol sudah berjalan. Karena itu, kendati Agus selama ini menjadi kandidat kuat mendampingi SYL, dia masih harus bersabar menunggu tahapan tersebut berjalan.
    PDK selalu deklarator Sayang II sebenarnya sudah tidak sabar penetapan Agus sebagai cawagub SYL. Bahkan Ryaas sudah mendesak agar Syahrul segera menyatakan sikap untuk menggandeng Agus di pilgub mendatang. (hamsah umar)                               

Gerindra Tawarkan Kader ke Syamsari

MAKASSAR--Calon bupati Takalar, Syamsari Kitta menjadi kandidat kedua yang memenuhi persentase dukungan kursi DPRD Takalar untuk maju di pemilukada Takalar. Dukungan resmi Gerindra membuat politisi PKS ini saat ini mengantongi 5 kursi.
    Koalisi PKS (3 kursi), PKB (1) kursi, dan Gerindra (1 kursi) sudah cukup untuk mengusung Syamsari maju di pemilukada Takalar Oktober mendatang. Dukungan Gerindra terhadap Syamsari ini memiliki bargaining dimana partai bentukan Prabowa Subianto ini mengajukan kadernya sebagai cawagub.
    Keputusan untuk mendukung Syamsari di pemilukada Takalar ini diputuskan Gerindra Sulsel dalam rapat pleno pengurus harian DPD Gerindra Sulsel, yang dipimpin langsung Ketua DPD Gerindra Sulsel, Rudiyanto Asapa, Rabu malam. Dalam pleno pengurus harian ini, muncul keinginan untuk mendorong kader mendampingi Syamsari sebagai cawabup.
    Setidaknya ada tiga nama yang dimunculkan Gerindra Sulsel untuk ditawarkan kepada Syamsari. Ketigaya adalah legislator DPRD Sulsel, Chalik Suang, Ketua DPC Gerindra Takalar Indar Jaya, serta pengurus DPD Gerindra Sulsel Masniar.
    Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel, Suwardi Tahir menyebutkan ketiga kader yang muncul di internal Gerindra ini dalam waktu dekat akan ditentukan kader yang dianggap paling layak mendampingi Syamsari. "Dari tiga kader yang muncul itu, segera kita tetapkan satu nama mendampingi Syamsari, karena kita juga ada keinginan mengusung kader," kata Suwardi.
    Dengan adanya dukungan resmi, Gerindra Sulsel dalam waktu dekat menjadwalkan mengundang Syamsari untuk melakukan komunikasi lebih lanjut utamanya terkait kepentingan Gerindra di Takalar, termasuk kemungkinan soal cawabup yang ditetapkan. Keputusan mendukung Syamsari itu setelah melalui fit and propert test terhadap kandidat yang mendaftar di Gerindra. 
    Selain pemilukada Takalar, pleno Gerindra juga menetapkan calon wali kota Palopo, Judas Amir yang akan diusung Gerindra pada pilwalkot Palopo 2013 mendatang.
    Tim Media PKS Takalar, Hairil Anwar menyambut baik dukungan resmi Gerindra Sulsel untuk Syamsari Kitta. Apalagi sejak awal Syamsari sangat yakin direstui Rudiyanto maju di pemilukada Takalar. Sosialisasi yang dilakukan Syamsari kata Hairil bahkan sudah menyertakan foto Rudiyanto serta Prabowo Subianto. (hamsah umar) 

Ariady Bentuk 300 Posko Pemenangan

MAKASSAR, FAJAR--Kandidat wali kota Makassar, Ariady Arsal memantapkan langkah untuk maju di pilwalkot Makassar 2013. Sebagai buktinya, calon yang mengusung I Love Makassar A+ ini sudah membentuk 300 posko pemenangan.   
    Posko pemenangan itu tersebar di 14 kecamatan di kota Makassar. "Targetnya minimal 1.430 posko, dengan hitungan 1 kelurahan memiliki 10 titik posko," kata Ariady.
    Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, masih tetap intens melakukan silaturahmi di tengah masyarakat guna menyakinkan warga Makassar, untuk memilih dirinya pada pilwalkot Makassar. Dalam sehari, Ariady bisa mengunjungi hingga tiga titik perhari.
    Kerja keras yang dilakukan Ariady untuk terus bersosialisasi ini tidak lain meningkatkan popularitasnya dalam rangka mendapatkan rekomendasi PKS. Karena bukan hanya dia, figur kuat lain seperti Jafar Sodding dan Iqbal Djalil juga melakukan hal yang sama.
    Sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari PKS Makassar,  tentang siapa kadernya yang akan didorong maju pada pilwalkot Makassar. "Kader masih kita persilahkan bekerja dan bersosialisasi. Tentu pada akhirnya nanti kita akan mengeluarkan keputusan untuk mengusung satu kader. Dan semua kader akan mendukung keputusan itu," kata Sekretaris DPD PKS Makassar, Mudzakkir Ali Djamil. (hamsah umar)

Giliran Ilham-Aziz Lirik Koalisi Nonparlemen

MAKASSAR, FAJAR--Keinginan merangkul koalisi nonparlemen tidak hanya milik Ketua DPD Gerindra Sulsel, Rudiyanto Asapa. Saat ini, pasangan cagub-cawagub Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin juga mulai melirik gabungan beberapa parpol ini.
    Tidak adanya kejelasan yang diberikan Rudiyanto terhadap koalisi nonparlemen, menjadi salah satu alasan koalisi ini membuka diri terhadap kandidat lain yang ingin merangkul partai kecil ini. Apalagi, persentase suara yang dimiliki koalisi ini cukup signifikan karena berada pada angka di atas 18 persen.
    Tim Ilham-Aziz bahkan sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan koalisi, dalam rangka silaturahmi dengan anggota koalisi. Mereka bahkan sudah bersepakat untuk melakukan pertemuan pekan depan.
    Mulainya dilirik koalisi nonparlemen oleh pasangan IA ini bisa saja mengancam Rudiyanto di koalisi ini, yang sampai saat ini belum memberikan kepastian. "Siapa yang cepat dan kita memiliki kesepahaman, maka itulah yang kami dukung," kata Koordinator Koalisi Nonparlemen, Saelan Moka, Kamis, 22 Maret.
    Kendati pasangan IA mulai mendekat ke koalisi nonparlemen, gabungan parpol kecil ini sebenarnya masih memberi prioritas Rudiyanto. Apalagi, cagub yang membangun komunikasi awal dengan koalisi ini adalah sosok mantan pengacara ini. Jadi tidaknya koalisi nonparlemen mengusung Rudiyanto di pilgub 2013 nanti, sangat bergantung sikap bupati Sinjai ini di pilgub Sulsel.
    "Semuanya tergantung keseriusan Rudiyanto. Kalau dia mau cepat realisasikan keinginannya di koalisi, akan lebih baik karena kita juga menghendaki kepastian," tandas Saelon.
    Sebelumnya, tim Rudiyanto mengakui kalau bupati Sinjai ini masih menunggu arahan Prabowo Subianto ketika harus mengendarai parpol nonparlemen di pilgub Sulsel. Sayangnya, sejauh ini belum ada kabar seperti apa keinginan Prabowo terhadap koalisi ini.
    Keinginan untuk merangkul koalisi nonparlemen juga sudah diutarakan oleh Ilham beberapa waktu lalu. "Semua partai kan kita inginkan komunikasi, tidak terkecuali partai nonparlemen," kata Ilham. (hamsah umar)