Powered By Blogger

Minggu, 02 Desember 2012

Survei LSI Bukan Refresentasi Publik


MAKASSAR, FAJAR--Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) bertauk penilaian opinion leader tentang tokoh yang layak jadi capres, memang mengagetkan elit parpol utamanya yang selama ini memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi sebagai calon presiden.
Namun, survei ini tidak memberi pengaruh terhadap kader partai di daerah ini seperti DPD PDIP Sulsel yang masih menjagokan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri dan DPD Gerindra  Sulsel yang mencalonkan Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra, Prabowo Subianto. Dalam survei LSI, Megawati dan Prabowo tidak masuk lima besar. Mega berada di urut 7 sementara Prabowo urut 16.
"Survei itu kan memilih responden dari kalangan tertentu (tokoh), bukan dari seluruh elemen masyarakat di Indonesia. Sehingga sangat wajar kalau hasilnya seperti itu," kata Sekretaris DPD PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni (RPG), Kamis, 29 November.
PDIP menilai wajar ketika hasil survei LSI yang dilansir itu kontras dengan opini masyarakat Indonesia yang berkembang selama ini, apalagi dalam demokrasi masyarakatlah yang akan menentukan siapa pemimpinnya. "Kita hargai hasilnya dan  memahaminya. Tapi itu bukan sebuah persoalan bagi PDIP," lanjut RPG.
Survei LSI yang menempatkan Mega di posisi 7 tokoh yang dianggap layak jadi capres, tidak bisa dijadikan alat ukur apalagi menjadikan survei tersebut sebagai gambaran secara keseluruhan tentang pilihan masyarakat Indonesia.
PDIP Sulsel tetap optimis tokoh yang akan digadang PDIP jadi capres 2014 mendatang akan mendapat penerimaan luas masyarakat, karena popularitas dan elektabilitas Mega di beberapa survei memang cukup tinggi. Belum lagi, konsolidasi organisasi/struktural partai utamanya di Sulsel sudah  tuntas.
Masyarakat Sulsel kata dia,  sudah dapat melihat sendiri, mencermati dan merasakan kepemimpinan Mega selama ini dengan tokoh yang lain. Ibu ada di hati rakyat. "Karena tertawa dan menangis senantiasa bersama rakyat. Ibu Mega bebas KKN," papar RPG.
Wakil Ketua DPD Gerindra Sulsel, Yarifai Mappeaty bahkan menilai survei LSI ini by order tokoh tertentu. Survei ini juga menurutnya bukan menjadi refresentasi keinginan rakyat Indonesia secara keseluruhan. "Itu tidak bisa jadi refresentasi opini publik karena respondennya adalah tokoh tertentu," kata Yarifai.
Bahkan, Gerindra Sulsel melihat tokoh yang disurvei LSI ini memiliki kepentingan terhadap tokoh yang ditempatkan pada posisi paling layak menjadi capres. "Atau bisa jadi mereka yang memang tidak suka dengan Prabowo," ucapnya.
Mestinya, kalau ingin melihat seperti apa opini publik tentang capres yang diinginkan 2014 mendatang, lembaga survei menjadikan elemen masyarakat sebagai responden bukan elemen masyarakat tertentu semata. "Tokoh itu tidak merefresentasikan masyarakat Indonesia sehingga survei ini kami anggap tidak ada nilainya," tandas Yarifai.
Sekalipun yang jadi responden adalah tokoh, Gerindra memastikan orang yang disurvei tersebut adalah tokoh yang sama sekali tidak dekat dengan masyarakat Indonesia, sehingga yang lebih banyak kesan dari survei itu adalah gambaran yang bersifat subjektif. "Prabowo masih di atas, masa elit sendiri yang tentukan siapa yang pantas," urainya. (hamsah umar)

Sekkab: Kontribusi Aziz di Luwu Besar


MAKASSAR, FAJAR--Kontribusi anggota DPD RI, Aziz Qahhar Mudzakkar untuk kemajuan Luwu Raya ternyata sangat besar. Pemkab Luwu bahkan secara khusus mengapresiasi kinerja dan kontribusi Aziz di Luwu.
Pengakuan bahwa Aziz memiliki kontribusi besar di Luwu disampaikan Sekkab Luwu, Syaiful Alam. Aziz dinilai telah banyak memberi kontribusi utamanya penyusunan sejumlah regulasi termasuk peraturan mengenai perwujudan sistem pemerintahan yang bersih.
"Sudah banyak kontribusi Pak Aziz selama dua periode sebagai anggota DPD RI. Seperti melahirkan peraturan tentang aparatur sipil negara, hak inisiatif, dan pemerintahan baik dan bersih," kata Syaiful saat membuka sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika di Hotel Subur, Belopa, Luwu, Kamis, 29 November.
Sosialisasi ini dihadiri ratusan peserta dari unsur pemerintahan, kepala sekolah, pengawas, Guru PKn, SMP, SMA, MTs, SMK se-Luwu. Aziz yang saat ini sebagai cawagub pendamping Ilham Arief Sirajuddin tampil sebagai pemateri dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD RI.
"Kami yakin Pak Aziz memiliki kesibukan yang sangat padat, namun kami apresiasi karena masih sempat meluangkan waktunya untuk masuk ke daerah termasuk Luwu, guna memberi pencerahan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Syaiful.
"Banyak orang yang tidak mau ke Luwu karena faktor jarak yang cukup jauh. Saya baru tiba dari Bangkok pukul 01.00 Wita dini hari dan langsung naik mobil ke tempat ini," ucap Aziz penuh semangat.
Masih dari Luwu, Aziz melakukan silaturahmi dengan warga Lakloa, Kecamatan larompong Selatan, Luwu. Di tempat ini, dia menjelaskan bahwa IA bebas merupakan keseriusan IA mengurus rakyat Sulsel ke depan. "9 Bebas yang kami cantumkan dalam Kartu Semangat Baru merupakan bentuk keseriusan kami mengurus rakyat, bukan dalam rangka memperkaya diri atau gila kekuasaan. Kita cuma ingin mengurus rakyat sebaik-baiknya," kata Aziz.
Aziz melihat ada keanehan ketika proram sembilan bebas ini justru diprotes kepala daerah apalagi menolaknya. "9 Bebas itu amanah UUD, kita cuma mau melaksanakan malah ada bupati yang protes. 9 Bebas itu tidak mengada-ada.  Karena dasarnya ada di UUD 45," papar Aziz.
Pertemuan Aziz ini difasilitasi tokoh masyarakat, A Hajar. Meski tidak mengundang masyarakat, namun warga tetap berdatangan.

Temui Relawan Sa'ritta
Cagub Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin melakukan silaturahmi dengan relawan mantan cabup Takalar, Syamsari Kitta-Hamzah Barlian (Sa'ritta) di Desa Borongmamase, Galesong Selatan. Syamsari mengapresiasi Ilham bisa masuk kampung.
"Gubernur yang sekarang saja tidak pernah masuk kampung ini. Kalau memang gubernur merasa di Takalar ini sebagai kampung halamannya maka tidak perlu takut, sehingga hanya membela seseorang. Harusnya gubernur menjadi pengayom," kata Samsari.
Dia mengajak pendukungnya di Takalar bersatu mendukung IA di pilgub 2013 nanti. "Bersatuki agar kita tidak kalah dua kali. Program kami dua ekor sapi untuk satu keluarga juga akan direalisasikan dan disinergikan dengan program Ilham-Aziz," kata Samsari.
Ilham mengajak warga Takalar melihat latar belakang dan prestasinya. "Pilihki pemimpin yang sudah membuktikan kepemimpinannya, bukan janjinya. Kepemimpinan dilihat dari apa yang bisa dilihat dan dirasakan masyarakat, bukan hanya klaim prestasi yang semu," ujar Ilham.
Silaturahmi ini juga dihadiri wakil bupati Takalar, Andi Makmur Sadda. Di tempat ini, Ilham menyerahkan secara simbolis kartu IA Bebas kepada pentolan tim relawan. Mereka  yang mendapatkan kartu yakni Arsyad Dg Ngubung, Syasumddin Ruppa, Kasma Dg Calla, dan Saeni. (hamsah umar)

Hatta Rajasa Berat Hadiri Rakerwil PAN


MAKASSAR, FAJAR--Ketua Umum DPP PAN, Hatta Rajasa tampaknya cukup berat menghadiri rapat kerja wilayah (rakerwil) DPW PAN Sulsel. Hatta memiliki agenda yang sama pentingnya di Bogor, Jawa Barat.
Hasil koordinasi yang dilakukan Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi dengan DPP PAN yang dipastikan hadir Sekjen DPP PAN, Taufik Kurniawan, dan Ketua Pedoman Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP, Haiz Tohir. "Besok (hari ini) baru bisa dipastikan karena Sabtu dia juga ada acara di Bogor yang ternyata sudah lama terjadwal. Kita belum tahu apakah dia bisa kondisikan atau tidak," kata Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi, Kamis, 29 November.
Rakerwil yang akan dihadiri cagub petahana Sulsel sekaligus calon yang diusung PAN, Syahrul Yasin Limpo ini akan membahas strategi pemenangan Sayang di pilgub 22 Januari 2013 mendatang, termasuk sosialisasi pencapresan Hatta Rajasa, target meningkatkan dua digit perolehan suara pileg 2014, hingga pemantapan infrastruktur partai hingga tingkat ranting/sub rayon.
Untuk pemantapan infrastruktur partai, Kahfi menargetkan 24 DPD se-Sulsel sudah harus merampungkan infrastruktur partainya hingga Maret 2013 mendatang. Kesiapan infrastruktur partai ini penting karena menyangkut kesiapan menghadapi pemilu 2014.
Khusus terkait agenda pemenangan Sayang di pilgub mendatang, Hatta menandaskan PAN akan memberikan penekanan khusus kepada seluruh DPD di Sulsel untuk bekerja maksimal memenangkan Sayang untuk kedua kalinya. Keputusan PAN mendukung Sayang harus didukung penuh kader hingga tingkat bawah. Kalau pun ada satu dua kader PAN yang tidak mendukung, PAN Sulsel bisa memahami apalagi kalau ada hubungan emosional.
"Kita akan minta kader partai hingga tingkat sub rayon untuk membentuk tim jaringan. Proses ini sebenarnya sudah berjalan saat ini, tapi akan kita tekankan kembali pada saat rakerwil nanti," lanjut Kahfi.
Begitu juga, DPW PAN Sulsel juga akan mendorong sayap partai untuk mendukung pasangan Sayang seperti PARRA, GMN, termasuk BM PAN yang sejauh ini sudah terang-terangan mendukung Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar. (hamsah umar)

Empat Nilai Ditawarkan Garuda-Na


MAKASSAR, FAJAR--Cagub Sulsel urut 3, Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) tidak hanya merancang visi misi dan program yang akan dilakukan saat terpilih gubernur, juga menawarkan nilai-nilai pemerintahan yang akan berlaku ketika pasangan ini terpilih.
Pasangan yang memiliki visi Sulsel Terdepan, Mandiri, dan Mapan (TAMPAN) ini memiliki empat nilai yang akan mewarnai pemerintahannya. Empat nilai tersebut yakni getteng (tegas), lempu (jujur), ada togeng (berkata benar), dan temmapasilaingeng (adil dan tidak berpihak).
Keempat nilai yang akan dijadikan acuan dalam menjalankan pemerintahan di Sulsel ini, bukan tanpa dasar yang kuat. Garuda-Na melihat, nilai-nilai ini kurang bahkan terkesan diabaikan dalam pemerintahan saat ini. Padahal, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan, dibutuhkan empat nilai tersebut.
"Kita bisa melihat saat ini masih ada kesan monopoli di dalam pemerintahan karena ada keberpihakan pemimpin pada kelompok tertentu. Di sinilah perlunya ada ketegasan seorang gubernur sehingga ada perlakuan sama terhadap mayarakat Sulsel," kata tim pemenangan Garuda-Na, Marwan Husain, Kamis, 29 November.
Marwan menyebut, untuk bisa mengantar Sulsel TAMPAN ke depan, gubernur harus memiliki empat nilai tersebut. Seorang gubenur tidak boleh hanya memberikan kesan peduli rakyat ketika mengharap dukungan masyarakat. "Kejujuran diperlukan sehingga kepedulian kepada masyarakat Sulsel dilakukan sepanjang masa jabatan, bukan saat ada kepentingan politik," papar Marwan.
Dia juga melihat bahwa pembangunan yang ada di Sulsel saat ini belum sepenuhnya menganut  temmapasilaingeng (adil dan tidak berpihak), karena hanya daerah tertentu yang mendapat perhatian sementara daerah lain diabaikan. (hamsah umar)

Kamis, 29 November 2012

KPU Diminta Perbanyak Sosialisasi Pilgub


MAKASSAR, FAJAR--Tingkat partisipasi masyarakat Sulsel di pilgub 2007 yang terbilang rendah diharapkan tidak berulang di pilgub kali ini. KPU Sulsel diminta memperbanyak sosialisasi, termasuk memperkenalkan tiga cagub yang bertarung.
Saat ini, KPU Sulsel hanya banyak melakukan sosialisasi mengenai jadwal pelaksanaan pilgub yakni 22 Januari 2013. Cara sosialisasi yang dilakukan ini cukup menjanjikan partisipasi masyarakat di pilgub kali ini akan lebih tinggi dari pilgub sebelumnya.
"Yang banyak dilakukan KPU saat ini hanya menyosialisasikan jadwal pencoblosan pada 22 Januari mendatang. Mestinya, kalau alasan untuk meningkatkan partisipasi pemilih, mestinya KPU juga menyosialisasikan tiga cagub Sulsel ini. Supaya, masyarakat Sulsel tahu betul siapa calonnya karena itu bisa mendorong masyarakat menggunakan hak pilihnya," kata Direktur Insert Eksekutif, Muhammad Aris, Rabu, 28 November.
Kalau perlu, KPU melakukan sosialisasi cagub Sulsel dengan memasang gambar ketiga pasangan cagub Sulsel ini, hingga tingkat bawah seperti kantor KPU, PPK, PPS dan tempat umum lainnya. Ini dimaksudkan agar masyarakat bisa lebih calon yang bertarung di Sulsel.
Karena bisa jadi, masih banyak warga Sulsel yang belum tahu siapa saja calon gubernur yang akan bertarung di daerah ini. "KPU jangan hanya sosialisasi soal waktu, tapi yang juga penting memperkenalkan tiga pasangan ini di masyarakat, kalau perlu termasuk parpol pengusungnya," papar Aris.
Aris berasumsi, jika sosialisasi dilakukan KPU dengan metode seperti ini, partisipasi pemilih di Sulsel mendatang akan lebih maksimal. "Itu adalah tugas KPU. Penyelenggara pemilu mesti cakap membuat banyak orang mau menyalurkan suaranya," sebut Aris. (hamsah umar)