Powered By Blogger

Minggu, 02 Oktober 2011

Kubu Syamsul Klaim Sah


*Dualisme Laskar Merah Putih

MAKASSAR, FAJAR--Ketua Laskar Merah Putih Sulsel, A Noer Aliem mengimbau pengurus cabang untuk tetap berkoordinasi dengan Laskar Merah Putih, di bawah naungan pengurus pusat, 
Syamsul Djalal sebagai pengurus yang sah. 
Imbauan ini mengingat kepengurusan Laskar Merah Putih Sulsel dikabarkan terpecah. Pecahan organisasi itu di bawah naungan pengurus pusat, Ade Efril Manurung yang kalah bersaing pada Kongres beberapa waktu lalu. Dualisme kepengurusan Laskar Merah Putih di pusat ini juga berimbas di Sulsel.
Makanya, Noer Aliem meminta 12 pengurus cabang di Sulsel tetap  berkoordinasi dengan pengurus yang sah di Sulsel. "Kegiatan yang mengatasnamakan Laskar Merah Putih diluar koordinasi pengurus sah itu ilegal. Sehingga penggunaan atribut dan semacamnya juga kami anggap ilegal," ujar Noer saat bertandang ke redaksi Harian FAJAR, Minggu, 2 Oktober.
Beberapa waktu lalu, pengurus Laskar Merah Putih di bawah Ade F Manurung melakukan pemilihan ketua. Kendati begitu, Noer Aliem menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah ilegal, karena kepengurusan yang resmi adalah pengurus yang sesuai hasil kongres. (hamsah umar)               

Sabtu, 01 Oktober 2011

Sempurna Pakai Pelek Aluminum


KEADAAN stabil pada saat mengemudikan mobil utamanya ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, adalah penting agar keamanan dan kenyamanan tetap terjamin. 
Untuk menghadirkan kestabilan pada kendaraan dalam kondisi apapun, tidak saja membutuhkan perawatan tapi juga ditunjang dengan komponen yang terpasang pada kendaraan itu sendiri baik ban, pelek, kampas maupun komponen lainnya. Salah satu yang paling berpengaruh adalah bagian ban dan pelek.
Pelek ternyata memiliki peran penting untuk menjaga kestabilan kendaraan saat dikemudikan. Jenis pelek serta ukuran bahkan sangat menentukan bagaimana kestabilan mobil saat dikemudikan dengan kecepatan tinggi. Umumnya, kestabilan dari segi lingkaran pelek lebih dipilih pada pelek 17 inci.
Dari merek dan kualitas pelek juga ternyata menentukan bagaimana menghadirkan kestabilan dalam mengemudikan mobil. Tidak heran, pengemudi mobil yang mengharapkan kenyamanan dan keamanan mengemudi selalu berburu pelek hingga ke kota besar, bahkan kalau perlu mengimpor pelek demi kenyamanan berkendara.
Ini salah satunya dilakukan pemilik Honda Jazz 2011, Haedar. Warga Jalan Veteran ini mengaku harus membeli pelek mobil di Jakarta demi menghadirkan kestabilan mengemudi. Pilihannya pun cukup fantastik yakni menggunakan pelek HPD. Pelek jenis ini asli produksi Honda di Jepan. Bahkan, pelek jenis ini cukup terbatas di pasaran karena kebanyakan dipakai untuk mobil jenis racing.
Pelek ini memiliki keistimewaan dari pelek sejenisnya. Menurut Haedar, pelek ini menggunakan bahan baku dari aluminium dan karbon. Sehingga untuk tampilan, dijamin pelek ini selalu tampil mengkilap dan dijamin tidak berkarat. Karena terbuat dari aluminium dan karban, pelek jenis ini dijamin lebih ringan dibanding pelek yang terbuat dari bahan baku besi.
"Kestabilan mobil sangat sempurna dengan menggunakan pelek HPD ini. Sekalipun kecepatan di atas 100 km/jam, mobil tetap stabil dan tidak goyang pada saat berada di tikungan. Padahal, kalau menggunakan pelek biasa di jalan lurus saja dengan kecepatan tinggi mobil biasa goyang," kata Haedar.
Pemakaian pelek aluminium saat ini semakin dikenal baik, karena penampilan dan kinerja kendaraan menjadi lebih baik dan ringan. Dari segi tampilan, pelek HPD yang hanya diproduksi dua warna yakni putih dan hitam ini juga cukup istimewa dan terlihat mewah. Apalagi menggunakan jari-jari yang cukup berjauhan. (hamsah umar)

Sistem Buka Pasang


MENDAMPAKAN kualitas musik yang lembut dan jernih saat mengemudikan mobil, dengan tetap mempertahakan kondisi standar mobil bukan lagi hal mustahil. Kalau sebagian orang melakukan modifikasi audio dengan membongkar bodi bagian dalam mobil, atau menambah bodi tambahan tidak bagi Haedar.
Pemilik mobil Honda Jazz yang beralamat di Jalan Veteran ini memilih menggunakan perangkat audio yang memiliki sistem bongkar pasang, utamanya pada perangkat subwoofer. Dia menggunakan jenis Steel Mate Tune Up Subwoofer SW 806. Dengan memilih perangkat audio tipe ini, pemilik kendaraan bisa melakukan sistem buka pasang.
Dengan desain audio seperti ini, maka kabin kendaraan bisa tetap berfungsi maksimal, termasuk pada bagian bagasinya. Sehingga saat melakukan perjalanan, barang bawaan tetap memiliki ruang yang luas.
"Biasa kan kalau kita ke daerah butuh membawa barang, begitu juga pada saat pulang. Nah dengan desain audio seperti ini, barang bawaan tetap memiliki tempat karena perangkat audionya bisa dibuka," kata Haedar.
Dari sejumlah perangkat audio yang ditambahkan di mobil ini, Haedar mengaku hanya tweeter dan speaker di pintu mobil yang dipasang secara permanen. Itu pun karena dia memang sengaja menggantinya dengan ukuran tetap sama.
"Meski kondisi audionya seperti ini, namun kualitas suara termasuk bas cukup bagus. Jadi kalau sekadar ingin menikmati musik, desain seperti ini sudah sangat cukup bagus," kata Haedar. (hamsah umar)                      

Lampu Makin Ramping


MENAMPILKAN kesan berbeda pada mobil pribadi, tidak hanya menata bagian interiornya saja. Bahkan, eksterior kendaraan tidak kalah pentingnya karena bisa saja memberikan kesan pertama pada penampilan mobil itu sendiri.
Selain pelek dan ban yang banyak jadi perhatian, bagian eksterior lain yang cukup menarik untuk disimak adalah lampu mobil baik lampu sorot maupun lampu setop. Pasalnya, terkadang lampu standar pabrikan, tidak cukup gaya dan menarik jika dibandingkan dengan lampu pesanan khusus yang memiliki banyak ragam.
Pada mobil Jazz milik Haedar ini misalnya, dia memilih menggunakan lampu setop merek Mugen. Selain varian warna saat  menyala, tampilan lampu setop yang satu ini juga lebih ramping. "Kalau menggunakan lampu standar terlihat agak menonjol, sementara kalau yang model ini lebih ramping sehingga terlihat lebih rata," kata Haedar.
Selain  lampu setop yang diberi sentuhan dalam rangka mempercantik eksterior, Haedar juga memberi kondom pada handel pintu dan kaca spion. Sehingga dengan kondom ini, handel pintul dan kaca spion lebih aman. Selain mengamankan dari berbagai goresan, pemberian komdom itu juga membuat tampilan mobil makin gaya.
"Spion misalnya terkadang di jalan serempet dengan pengendara lain. Ini rawan mengakibatkan goresan, namun dengan memakai kondom, spion aslinya tetap aman," katanya. (hamsah umar)                    

Interior Minimalis


MENATA interior mobil utamanya di dalam kabin kendaraan, menjadi hal yang sulit dihindari utamanya penggemar mobil modifikasi. Penataan interior ini sangat ditentukan selera  pemilik mobil itu sendiri.
Konsep minimalis tidak hanya berlaku dalam melakukan desain dan menata rumah. Desain minimalis ini juga sangat populer bahkan menjadi trend yang sangat diminati. Apalagi, konsep minimalis ini mengacu trend yang ada di luar negeri seperti halnya modifikasi mobil ala Jepan.   
Hal ini juga yang dilakukan Haedar dalam melakukan perubahan pada tampilan mobilnya. Karena desain  yang diinginkan adalah minimalis, dia pun tidak perlu membawa mobilnya ke bengkel untuk melakukan perubahan, tapi dilakukan sendiri. "Saya kerja sendiri karena desainnya juga minimalis. Cuma tinggal memesang perangkat yang dibutuhkan lalu dipasang sendiri," kata Haedar.
Konsep minimalis pada interior mobil Jazz ini memang terasa. Pasalnya, perubahan yang ada sekadar mengganti perangkat audio seperti tweeter, speaker di pintu, lantai, dan joknya. Bahkan boleh dibilang perubahan yang menonjol hanya pada bagian joknya.         
Untuk desain jok sendiri, Haedar memilih yang berdesain sporti. Dengan kombinasi warna hitam dan putih, warna jok tersebut sangat serasi dengan warna dasar mobil yang memang putih. "Jadi menyesuaikan dengan kondisi luarnya," tambah Haedar. (hamsah umar)