Powered By Blogger

Selasa, 23 Oktober 2012

PPP Makin Yakin Usung JK


MAKASSAR, FAJAR--Kader PPP Sulsel menyambut gembira survei yang menempatkan elektabilitas Jusuf Kalla (JK), lebih besar dibanding capres Golkar, Aburizal Bakrie (ARB).
Kader berlambang kakbah di Sulsel bahkan semakin yakin partai berbasis Islam ini, akan memberi kepercayaan besar PPP untuk mengusung JK sebagai capres di pilpres 2014 mendatang. Begitu juga, mantan wapres ini juga akan lebih percaya diri menatap pilpres akan datang.
"Apa yang dilakukan PPP selama ini saya kira belum begitu maksimal, namun ternyata elektabilitas JK sangat menjanjikan dan itu kami sambut dengan gembira. Karena dengan fakta itu, PPP sebagai partai yang sejak awal ingin mencapreskan JK akan semakin percaya diri dan punya keyakinan besar untuk mencalonkannya," kata Sekretaris DPW PPP Sulsel, Muh Aras, Senin, 22 Oktober.
Aras menambahkan, survei yang dilakukan lembaga survei Political Weather Station (PWS), bertajuk "Mendung Menyelimuti Elektabilitas ARB", dengan menempatkan elektabilitas JK mencapai 22,14 persen, juga menjadi jawaban atas keraguan berbagai kalangan yang menyebut JK tidak akan bisa maju lagi.
"Selama ini kan JK diragukan. Ada yang ragukan kalau JK sudah tidak di Golkar maka tidak ada lagi partai lain yang mau mengusungnya. Survei itu bisa menjawab semua keraguan bahwa ternyata JK memang sangat diinginkan oleh masyarakat Indonesia untuk memimpin bangsa ini," tandas Aras.
Elektabilitas JK yang sangat menjanjikan ini juga dinilai PPP sebagai bentuk keberhasilan PPP dalam mewacanakan JK sebagai capres 2014 mendatang. Makanya, PPP kata dia tinggal menunggu momen yang tepat untuk menyampaikan secara resmi ke publik mengenai dukungan partai ini terhadap JK di pilpres 2014 nanti.
Dia menandaskan, PPP tidak salah menempatkan JK sebagai capres di partai ini. "Dan sampai saat ini, PPP tidak pernah kehilangan semangat untuk mendorong JK capres. (hamsah umar)

Garuda-Na Dialog Nelayan di Paotere


MAKASSAR, FAJAR--Setelah mendapat nomor urut di pilgub Sulsel 2013, pasangan Andi Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na), makin intens turun di tengah masyarakat dari kalangan ekonomi lemah.
Kemarin, pasangan urut 3 ini menemui nelayan dan penjual ikan di Pelabuhan Paotere Makassar, serta melakukan dialog langsung dengan masyarakat nelayan dari berbagai daerah. Di hadapan nelayan, pasangan ini mengaku akan memberikan perhatian terhadap nasib nelayan dan penjual ikan.
Di pelabuhan ini, Garuda-Na berdialog dengan sejumlah nelayan dari berbagai kabupaten seperti Maros, Galesong, Pangkep, Sinjai, Bone dan daerah lainnya. Para nelayan yang ditemui langsung Rudi-Nawir ini pun berharap pasangan ini bisa terpilih menjadi gubernur mendatang.
Dari Paotere, pasangan ini melanjutkan sosialisasi di Dusun Bonto Mairo, Desa Alle Polea, Kecamatan Lau Maros. Di tempat ini, Garuda-Na menggelar tatap muka dengan tokoh masyarakat, agama, pemuda dan lapisan masyarakat lainnya. Pertemuan juga dihadiri Ketua DPC Gerindra Maros, Irwansyah Kasim.
Kepada warga Maros, Garuda-Na menyatakan masyarakat Sulsel ke depan harus menjadi manusia terdepan, mandiri dan mapan (TAMPAN). Kalau perlu harus menjadi tiga besar provinsi di Indonesia dalam hal pembangunan, tidak seperti sekarang ini yang gagal mencapai target yang telah dijanjikan.
"Infrastruktur jalan dan persoalan irigasi harus kita tingkatkan ke depan. Jalan yang menghubungkan Makassar-Maros yang jaraknya hanya 20 kilomter, perlu waktu 1-2 jam. Ke depan, situasi seperti ini akan kita atasi kalau kita ada kepedulian terhadap infrastruktur jalan," kata Rudi.
Usai melakukan pertemuan di tempat ini, Garuda-Na  menyapa kelompok pemuda dan komunitas mahasiswa di Trans Caffee dan menggelar dialog interaktif. Kalangan pemuda dan mahasiswa yang hadir seperti Ketua Tidar Ilyas Cika, FPIM Syamsu Rijal, Ketua Pemuda Barasa A Irwan Akbar, Ketua UKM Figur Basir Hasgas dan sejumlah pemuda lainnya. (hamsah umar)          

PAN Imbau KPU Cermat Tetapkan Dapil


MAKASSAR, FAJAR--Komposisi daerah pemilihan (dapil) dan jumlah kursi di DPRD Sulsel pada pemilu 2014, yang dipastikan bertambah tidak disambut gembira begitu saja politisi utamanya yang sudah duduk di dewan. KPU Sulsel diminta untuk cermat dalam menetapkan dapil atau pun jumlah kursi.
Sekretaris DPW PAN Sulsel, Buhari Kahar Mudzakkar yang juga anggota DPRD Sulsel meminta agar waktu yang tersisa ini dimanfaatkan maksimal KPU, dalam melakukan koordinasi dengan pemprov Sulsel utamanya yang membidangi masalah administrasi kependudukan.
Bisa jadi, jumlah penduduk Sulsel yang pernah dilansir mencapai 10.080.104 jiwa, bisa saja berada di bawah angka 9 juta jiwa. Salah satu indikatornya, banyaknya daftar penduduk atau pun yang sudah meninggal masih terdaftar dalam administrasi kependudukan. Apalagi, temuan hasil verifikasi KPU Sulsel terhadap DP4 pemprov ini juga menjadi alamat bahwa data kependudukan pemprov Sulsel saat ini masih sangat amburadul.
"Berkaca pada jumlah DP4 pemprov Sulsel untuk pilgub yang mencapai 7,2 juta lebih, setelah diverifikasi menjadi tinggal 6,2 juta lebih menunjukkan bahwa data kependudukan di Sulsel ini banyak yang ganda. Sehingga KPU perlu hati-hati dalam menentukan dapil, termasuk jumlah kursi," kata Buhari.
Dia berasumsi, jika sekiranya ada 13,73 persen data jumlah penduduk yang ganda atau pun meninggal, bisa dipastikan ada sekitar 1,3 juta jiwa dari 10 juta jiwa ini yang bisa dikatakan sulit dipertanggung jawabkan. "Kalau asumsi seperti ini benar kemudian pada pemilu nanti DPRD Sulsel tetap bertambah 10 kursi, itu artinya bisa dikatakan ada 10 anggota dewan ilegal," kata Buhari.
Ketua Devisi Teknis Pilkada KPU Sulsel, Ziaur Rahman Mustari menegaskan, KPU Sulsel telah merekomendasikan dan minta pemprov serta dinas catatan sipil kabupaten/kota untuk menyediakan data agregat kependudukan per kecamatan (DAK2), sebelum DAK2 tersebut diserahkan ke KPU Pusat melalui Mendagri. (hamsah umar)

Senin, 22 Oktober 2012

Sa'ritta-AMAN Hadirkan 30 Saksi


MAKASSAR, FAJAR--Sengketa hasil pemilukada Takalar, Senin, 22 Oktober sekira pukul 13.30 WIB. Sidang perdana ini mengagendakan pembacaan permohonan atau gugatan atas penetapan bupati terpilih dan hasil rekap suara oleh KPU Takalar.
Dua kandidat yang akan membacakan gugatannya ini masing-masing pasangan Syamsari Kitta-Hamzah Barlian (Sa'ritta) dan Andi Makmur Sadda-Nashar Baso (AMAN). Kedua kandidat yang menyatukan gugatannya ini menyiapkan setidaknya akan menghadirkan saksi di persidangan sebanyak 30 orang.
Berdasar registrasi perkara sengketa pemilukada Takalar oleh MK, kemelut pemilukada Takalar ini teregistrasi di MK dengan No.75/PHPU.D-X/2012. Pasangan Sa'ritta-AMAN yang dikawal belasan pengacara ini telah menyiapkan surat gugatan hingga mencapai 30 halaman.
Koordinator tim pengacara Sa'ritta-AMAN, Hasbi Abdullah menyatakan bahwa, lembaran gugatan dua pasangan ini cenderung singkat. "Tapi bukan soal tebalnya gugatan yang kita ajukan ke MK yang jadi penilaian, tapi kualitas gugatan ini yang jadi perhatian kita," kata Hasbi, Minggu, 21 Oktober.
Hasbi menegaskan, dua pasangan yang menilai terdapat banyak kecurangan pada beberapa TPS di Takalar ini memiliki target utama diadakan pemilukada dua putaran, atau pencoblosan di beberapa TPS yang dianggap telah terjadi kecurangan. Salah satu kecurangan yang diindikasi pasangan ini adalah terjadinya manipulasi rekap suara di tingkat PPS, dimana hasil rekap TPS berbeda dengan yang direkap PPS.
Setelah sidang perdana ini, sidang berikutnya diperkirakan berlangsung Selasa atau Rabu, dengan agenda mendengarkan jawaban dari tergugat. Dari puluhan saksi yang akan dihadirkan Sa'ritta-AMAN ini, sebagian besar adalah saksi yang berasal dari TPS. "Saksi yang dihadirkan disesuaikan dari materi perkara yang akan dibuktikan," tandas Hasbi. (hamsah umar)

Manjakan Konstituen Melalui PKS Memberi


MAKASSAR, FAJAR--DPW PKS Sulsel terus membangun kreatifitas program menghadapi pemilu legislatif (pileg) 2014. Partai berbasis Islam ini menggagas program memberi untuk memanjakan konstituen dan masyarakat secara umum.
Program PKS memberi yang digagas PKS Sulsel ini juga dimaksudkan dalam rangka memaksimalkan kinerja dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Program PKS Memberi ini resmi dilaunching di kantor DPW PKS Sulsel dan disaksikan utusan dari masing-masing DPD PKS se-Sulsel.
Program PKS Memberi ini adalah bagian dari program bidang lembaga sosial (Lemsos) DPW PKS Sulsel yang dikomandoi oleh Devi Santi Erawati. Salah satu kegiatan yang masuk dalam program PKS Memberi adalah menyebar hewan kurban se-Sulsel. “Kita mulai beroperasi pada iduladha tahun ini," Umar Qasim.
Tim Media DPW PKS Sulsel, Munawir Syam menandaskan melalui program PKS Memberi ini, upaya PKS untuk memanjakan konstituennya tidak sebatas pada hari-hari besar keagamaan, juga pada hari-hari lain.
"Program PKS Memberi ini juga akan kita lakukan melalui layakan kesehatan gratis, pasar murah, dan bantuan kepada masyarakat yang kurang mampu. PKS Memberi ini akan kita maksimalkan di 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Sehingga kehadiran PKS di tengah masyarakat benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat Sulsel," sebut Munawir. (hamsah umar)