Powered By Blogger

Kamis, 29 September 2011

Raider 700 Lumpuhkan Teroris


*Hari Ini Beraksi di Graha Pena

MAKASSAR, FAJAR--Sedikitnya 20 teroris yang menamakan diri Gerakan Separatis Sulawesi  Merdeka beraksi dan menyandera Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin di kantor Wali Kota Makassar, Kamis, 28 September. 
Setelah disandera sekitar 30 menit di ruang kerjanya, Ilham akhirnya berhasil diselamatkan pasukan antiteror Yonif 700 Raider, setelah melalui baku tembak dengan 20 teroris yang melakukan penyanderaan. Para teroris yang melakukan penyanderaan itu dilumpuhkan hingga tewas dalam operasi penyelamatan yang dilakukan puluhan anggota Yonif 700 Raider.
Ilham berhasil dievakuasi menggunakan kendaraan militer jenis PJD, dengan pengawalan ketat. Sementara para teroris terkapar di lantai setelah ditembak mati. Aksi yang sama dilakukan pasukan Yonif 700 di menara Bosowa yang melakukan penyanderaan terhadap Manajemen Bosowa. Mereka juga dilumpuhkan dalam operasi yang berlangsung cepat.
Operasi militer bukan perang inilah menjadi gambaran dalam Latihan Pemeliharaan Raider Yonif 700 Raider, yang dilakukan Yonif 700 Raider di kantor Wali Kota dan Menara Bosowa. Latihan ini menyita perhatian ratusan pegawai dan warga yang sedang melintas di depan kantor waki kota dan menara Bosowa, apalagi dalam latihan itu diwarnai aksi tembak menembak menggunakan peluruh hampa. 
Kendati sekadar latihan, namun pegawai maupun warga tetap dibuat kaget dan berdebar, begitu mendengar suara tembakan maupun ledakan yang dilakukan personil yang terlibat latihan. Pagi sebelumnya, mereka juga melakukan operasi militer di Pulau Lae-lae.
Asisten Operasi Kasdam VII Wirabuana, Kolonel Dwi Wahyu W menegaskan latihan tersebut menggambarkan skenario pembasmian teroris, yang lari ke wilayah kota saat upaya pembasmian di daerah tertentu dengan melakukan penyusupan. 
"Ini adalah sikap penangkalan terhadap berbagai ancaman, karena tanpa adanya latihan berkala, ancaman yang  muncul tidak akan bisa dituntaskan dengan baik. Makanya, latihan ini diarahkan  bagaimana prajurit mengantisipasi teror yang mungkin terjadi," kata Wahyu.
Dia menyebut, TNI harus selalu siap untuk membantu pemerintah  menciptakan daerah kondusif dan aman dari berbagai ancaman. Karena dengan terciptanya situasi kondusif, proses pembangunan bisa berjalan dengan baik.
Danyonif 700 Raider, Mayor Inf Febriel Buyung Sikumbang menambahkan kegiatan ini sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai ancaman radikalisme terhadap wilayah. "Kita harus membackup semua pihak, sehingga radikalisme bisa diantisipasi. Sulsel sendiri sejauh ini aman dan kita harapkan tetap aman," kata Febriel.
Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menyatakan simulasi TNI merupakan  bukti kesiapan anggota TNI dalam mengamankan dan menghadapi gejolak bangsa. "Kita tidak perlu ragukan kemampuan TNI, sekalipun ini hanya simulasi, tapi ini adalah bukti TNI siap dalam  menghadapi berbagai ancaman," kata Ilham.
Menurut Ilham, potensi ancaman sekecil apapun mesti diantisipasi secara dini oleh aparat maupun masyarakat itu sendiri. "Dari pemerintah sendiri selalu berupaya melakukan antisipasi hingga tingkat kelurahan. Persoalan keamanan ini memang menjadi tanggung jawab masyarakat juga," katanya.
Operasi militer  bukan perang ini rencananya akan ditutup  Yonif 700 Raider di gedung FAJAR Graha Pena. Di lokasi ini, prajurit Yonif juga akan melakukan simulasi yang sama. Rangkaian operasi ini memang berlangsung mulai 19 September hingga 30 September. (hamsah umar)                            

Sembilan Rumah di Aspol Tallo Terbakar


MAKASSAR, FAJAR--Sembilan rumah di Asrama Polisi Tallo Lama di Jalan Sultan Abdullah rata dengan tanah, akibat kebakaran yang terjadi Kamis, 29 September sekira pukul 02.00. Tidak ada korban dalam peristiwa ini,  namun kerugian materil ditaksir seratusan juta.
Rumah yang dihuni anggota polri dan PNS di lingkungan polri ini berada di Blok B. Api dengan mudah menghanguskan rumah tersebut, karena bangunan masih semi permanen bahkan dinding pemisah antara rumah  yang satu dengan lainnya masih terbuat dari tripleks. Akibatnya, sembilan rumah yang memang berdempetan di blok tersebut rata dengan tanah dalam waktu singkat.
Saat kebakaran berlangsung, penghuni rumah sedang tertidur lelap. Dari sembilan rumah yang terbakar itu, tiga dilaporkan dalam kondisi kosong. Informasi yang diperoleh, sumber api yang mengakibatkan kebakaran ini berasal dari rumah yang tidak berpenghuni. Dugaan sementara, kebakaran akibat hubungan arus pendek.
Korban kebakaran yang merupakan anggota polisi dan PNS polri ini masing-masing, AKP Usman Kasim, Iptu Said, Brigadir Anwar Sese, Briptu Yusuf, Briptu Ferdinan, dan Muis (PNS polri). Seluruh isi rumah dalam kebakaran ini tidak ada yang terselamatkan, karena api begitu cepat menghanguskan sempilan rumah tersebut. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Johny Wainal Usman, serta Kapolrestabes Makassar, Komber Erwin Triwanto pagi kemarin langsung mengunjungi para korban. 
"Tidak ada barang yang bisa kita selamatkan karena kobaran api sangat cepat. Apalagi saat kejadian, kita sedang tidur sehingga kondisi api sudah membesar baru menyadari terjadi kebakaran. Kita cuma bisa  menyelamatkan diri," kata Muis.
Ketua Keluarga Besar Putra Putri Polri Tallo, Zainuddin menyebutkan penghuni rumah sulit menyelamatkan barang berharga mereka. "Untungnya, korban yang tertidur cepat kita bangunkan sehingga tidak terjadi korban jiwa," katanya.
Sejumlah pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Namun sebelum sampai ke lokasi, petugas pemadam tersebut sempat kesasar ke Aspol Tello. Informasi yang diperoleh, pemadam baru tiba di lokasi saat tinggal satu unit rumah yang belum terbakar. "Kemungkinan kebakaran dianggap di Aspol Tello sehingga kesasar ke sana," tambah Zainuddin.
Kapolsekta Tallo, Kompol Frans Tendean yang dikonfirmasi menyatakan polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Untuk sementara, pihak kepolisian meminta petugas laboratorium forensik melakukan penyelidikan. "Belum diketahui penyebabnya. Yang jelas, api pertama kali dari rumah yang  kosong," kata Frans. (hamsah umar)                      

Satlantas Tertibkan Pelat Gaul


MAKASSAR, FAJAR--Pengguna kendaraan bermotor baik roda empat maupun dua di Makassar, yang gemar menggunakan pelat gaul bakal menjadi sasaran rasia. Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar menegaskan akan melakukan penertiban, terhadap pengemudi dan pengendara yang menggunakan pelat gaul.
Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Muh Hidayat bahkan telah menentukan jadwal untuk melakukan operasi penertiban terhadap kendaraan yang menggunakan pelat gaul. Rencananya, penertiban tersebut akan dilakukan mulai 3 Oktober mendatang.
"Mulai Senin, 3 Oktober kita akan melaksanakan penertiban terhadap pelanggar tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), yang tidak sesuai spesifikasi teknis," ujar Hidayat, Kamis, 29 September.
Penertiban tersebut akan dilakukan polisi karena dianggap menyalahi aturan  lalu lintas, utamanya Undang-undang N0.22 Tahun 2009 Pasal 180 tentang Lalu Lintas. Penggunaan pelat kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, atau lebih dikenal pelat gaul merupakan suatu bentuk pelanggaran lalu lintas yang diancam denda sebesar Rp500 ribu.
Contoh pelat gaul yang tidak sesuai dengan aturan dan dianggap melanggar adalah DD 616 I yang diubah menjadi DD 6161. Serta masih banyak lagi format pelat kendaraan gaul yang tidak sesuai aturan. "Kita berharap ini disosialisasikan sehingga tidak ada lagi pengendara dan pengemudi yang melakukan pelanggaran," kata Hidayat. (hamsah umar)      

Dua Motor Digasak Maling


MAKASSAR, FAJAR--Aksi pencurian dengan sasaran sepeda motor makan korban. Kamis, 29 September dini hari, dua motor warga digasak maling saat diparkir di pinggir jelan. Aksi maling itu terjadi di tempat berbeda yang diduga pelakunya juga orang berbeda.
Korban tersebut diketahui bernama Sofyan (18), salah seorang warga Jalan Adhyaksa Baru, Lr 10 Panakkukang. Motor korban tersebut dicuri pelaku saat diparkir di halaman salah satu warnet di daerah itu. Korban saat itu sedang asik mengakses internet di dalam warnet saat motornya dicuri pelaku.
Motor Yamaha Vixion DD 5352 JR baru disadari telah dicuri saat korban hendak pulang ke rumahnya. Begitu keluar dari warnet, dia kaget motornya yang diparkir di depan warnet itu telah hilang. Saat kejadian berlangsung, pemilik warnet maupun pengunjung lainnya tidak melihat ada pihak yang melakukan aksi pencurian.
Kejadian yang sama dialami Mishori (25) warga Jalan Andi Tonro Lorong I Tamalate. Motor Jupiter Z DD 2344 QQ, yang diparkir di Jalan Landak Baru juga digasak maling. Korban yang sehari-hari berjualan martabak menggunakan gerobak jalan ini, kehilangan sepeda motor saat korban sudah siap-siap pulang ke rumahnya.
Korban mengaku, motor  miliknya itu diparkir di samping gerobaknya. Saat sedang membersihkan gerobak dan lokasi tempatnya berjualan, motornya diambil pelaku. Diduga, pelaku mendorong motor tersebut karena korban mengaku tidak mendengar motor miliknya dinyalakan.
"Saya memang tidak mengunci leher motor, karena saya parkir di samping gerobak juga. Mungkin pelaku mendorongnya saat diambil karena tidak ada suara motor," kata Mashori.
Kasus pencurian sepeda motor tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sofyan melaporkan kasus itu pencurian motornya ke Polsekta Panakkukang, sementara Mashori melapor ke Polsekta Rappocini. Saat ini, kedua kasus pencurian sepeda motor tersebut dalam penyelidikan petugas kepolisian. (hamsah umar)    

Rabu, 28 September 2011

Raider 700 Operasi Militer di Lae-lae


MAKASSAR, FAJAR--Sedikitnya 630 prajurit TNI dari Satuan Yonif 700/Raider akan menggelar operasi militer bukan perang di kantor Wali Kota, menara Bosowa, dan Pulau Lae-lae Makassar, Kamis, 29 September. Latihan tersebut dinamakan Latihan Pemeliharaan Raider Yonif 700.
Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana, Letkol Inv Sulaiman Agusto menjelaskan bahwa, operasi militer bukan perang ini untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan teknis dan taktis satuan Raider, agar mamahami dan mampu melaksanakan operasi bersifat khusus seperti operasi lawan insurgensi, operasi raid pembebasan tawanan, dan operasi raid penghancuran.  
Pemeliharaan kemampuan operasi tersebut tidak hanya didarat tapi juga di laut, rawa, dan sungai. Makanya, operasi juga dilakukan di Pulau Lae-lae. "Operasi ini untuk meningkatkan kemampuan satuan dalam melakukan operasi militer selain perang," kata Sulaiman.
Sulaiman menyebutkan, ratusan prajurit Raider yang dilibatkan ini terdiri 500 prajurit latihan (4 kompi), dan 130 prajurit  pendukung latihan. Selain melibatkan ratusan prajurit, latihan ini juga melibatkan banyak sarana militer seperti kendaraan angkut, perahu karet, senjata R5, MP7, K7 Daewoo, pistol 45, dan teropong malam.
Khusus di Pulau Lae-lae berupa operasi raid penghancuran dan pembebasan sandera. Bahkan di lokasi ini, operasi dimulai pukul 04.00 dini hari. "Bertindak sebagai pemimpin umum latihan adalah Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Muh Nizam, sedangkan komandan latihan Komandan Yonif (Danyonif) 700 Raider, Mayor Inf Febriel Buyung Sikumbang," ujar Sulaiman.
Operasi militer bukan perang ini dalam rangka meningkatkan kemampuan Raider kata Sulaiman sudah sejak 19 September lalu. Latihan tersebut kata dia memang dibagi tiga tahapan. Tahapan drill teknis dilakukan pada 19-23 September, drill taktis antara 24-25 September, dan drill tempur 26-30 September. "Rangkaian latihan di Asmil Yanof 700, Moncong Loe, Balai Kota, Menara Bosowa, dan Pulau Lae-lae," tambah Sulaiman. (hamsah umar)

Pangdam: Prajurit TNI Harus Patuh Hukum



MAKASSAR, FAJAR--Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen TNI Muhammad Nizam memulai kiprahnya dengan melakukan berbagai kunjungan, baik terhadap satuan di lingkungan Kodam  VII Wirabuana termasuk sesepuh Sulsel. 
Saat berkunjung ke Batalyon Armed 6-76/Tarik bersama para pejabat di Kodam VII Wirabuana seperti Asisten Kasdam dan Kapendam, Nizam mengajak atau mengingatkan seluruh prajurit TNI di jajaran Kodam  VII Wirabuana untuk patuh dan taat hukum. Pasalnya, dengan cara seperti ini prajurit tersebut baru bisa menjadi tauladan di tengah masyarakat.
Nizam bahkan mewanti-wanti prajurit TNI melakukan pelanggaran hukum di tengah masyarakat, utamanya yang masuk dalam tujuh kategori pelanggaran berat di satuan TNI. kalau pun ada persoalan yang dihadapi, terlebih dahulu harus diselesaikan melalui cara kekeluargaan. Juga diharapkan TNI menjaga kekompakan dengan aparat kepolisian maupun dengan masyarakat.
“Setiap permasalahan yang timbul di lapangan, tidak boleh lagi ada sikap arogansi. Ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman yang berakibat kerugian materil maupun personil,” tegas Nizam, seperti disampaikan Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana, Letkol Kav Sulaiman Agusto.
Terhadap prajurit intelijen, Pangdam secara khusus meminta agar satuan ini mampu mengantisipasi kejadian yang sering terjadi di masyarakat seperti teror bom. Dia  berharap, teror seperti ini tidak pernah terjadi di Makassar. 
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kodam VII Wirabuana Ny Indah Wahyunin Nizam, juga memberikan pengarahan kepada seluruh Warga Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LIV Yonarmed 6-76/Tarik.
Sementara, saat melakukan kunjungan ke Markas Baterai Arteleri Pertahanan Udara Ringan 141/BS Makassar, Rabu, 28 September, Nizam meminta kedisiplinan prajurit dijaga dengan baik. Apalagi prajurit Arhanudri mengawaki persenjataan Meriam untuk pertahanan udara wilayah Kodam VII Wirabuana.
Dia juga meminta agar segala bentuk pelanggaran diperangi. "Karena satuan yang prajurit melakukan banyak pelanggaran merupakan cermin ketidakdisiplinan satuan tersebut," jelasnya.
Soal Profesionalisme, Nizam kata Sulaiman menekankan prajurit agar hendaknya selalu menjaga sikap disiplin karena merupakan modal awal bagi setiap prajurit TN. Juga prajurit ditekankan mengasah keterampilan melalui belajar dan berlatih untuk menguasai Alutsista yang dimiliki dan memelihanya secara benar, sehingga usia pemakaiannya dapat dimaksimalkan.
Selain mengunjungi kesatuannya, Nizam juga melakukan pertemuan dengan sesepuh Sulsel. Rabu, 28 September kemarin, dia menemui pendiri Universitas 45, Andi Sose di kediamannya Jalan Sungai Tangka. Sebelum bertemu Andi Sose, dia juga melakukan silaturahmi dengan mantan Gubernur Sulsel, Zainal Basri Palaguna di Jalan Hertasning Makassar. "Kedua orang ini merupakan senior dan pejuang kita," ujar Nizam.
Sebagai pejabat baru di Kodam VII Wirabuana, dia mengaku membutuhkan dukungan dalam menjalankan tugas yang diemban saat ini. "Dalam menjalankan tugas yang diemban ke depan, kita membutuhkan dukungan dari semua pihak termasuk dengan senior kita," katanya. (hamsah umar)


Polisi Segel Gudang PT Serniwa


*Dua Orang Diamankan

MAKASSAR, FAJAR--Pihak Polrestabes Makassar terpaksa melakukan penyegelan terhadap gudang PT Serniwa di Jalan Sultan Abdullah Kelurahan Tallo Lama, Kecamatan Tallo Makassar, Rabu, 28 September. Pemberian police line pada bagian pagar oleh polisi itu setelah, ada upaya pihak tertentu membuka paksa pagar besi di gudang tersebut.
Selain melakukan penyegelan, polisi juga mengamankan dua orang yang diduga merusak pagar menggunakan mesin elektronik-gerinda. Keduanya diketahui bernama Abdul Rasyid, warga Perumahan Pepabri Moncongloe, serta Am. Orang yang satu ini diketahui sebagai anggota Brimob Polda Sulsel berpangkat Briptu, dan penanganannya diserahkan ke kesatuannya.    
Kedua orang ini diamankan polisi saat berusaha membuka paksa gerbang besi menggunakan gerinda. Karena lokasi tersebut diketahui masih bersengketa dengan PT Barawaja, polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap dua orang itu.
Kepala Bagian Operasional Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait yang ditemui menyebutkan orang yang diamankan itu karena diduga merusak meski sekadar orang suruhan. Pihak yang diduga menyuruh orang ini adalah Kemal Mustafa. "Kemal ini sebenarnya pernah bersurat resmi minta pengawalan untuk mengambil barang di lokasi itu. Tapi setelah kita telusuri, ternyata itu masih bersengketa. Tiba-tiba dia kerahkan orangnya sekitar 20 orang," kata Hotman.
Warga yang hendak membuka paksa gerbang tersebut sempat diadang warga setempat utamanya yang diminta menjaga gudang tersebut. Sehingga sempat terjadi ketegangan. Kondisi itulah yang membuat petugas kepolisian turun tangan, hingga akhirnya mengamankan pihak yang dianggap merusak.
"Satu orang kita amankan di sini. Dia ini disuruh makanya kita akan periksa siapa pihak yang sebenarnya menyuruh dia untuk mengambil barang itu," kata Hotman.
Kasat Brimob Polda Sulsel, Kombes Badrus yang dikonfirmasi mengenai anggota brimob yang turut diamankan membenarkan hal itu. Namun dia belum memastikan apa yang menjadi tuduhannya. "Sementara kita lakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan," kata Badrus. (hamsah umar)

Polrestabes Perketat Pengamanan Gereja


MAKASSAR, FAJAR--Jajaran Polrestabes mulai memperketat pengamanan sedikitnya 111 gereja di kota Makassar. Langkah itu dilakukan polisi mengantisipasi adanya teror bom gereja, pascabom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo.
Bahkan demi terciptanya situasi kondusif di tengah masyarakat, Polrestabes Makassar melakukan pertemuan dengan Forum Komunikasi Umat Beragama, Rabu, 28 September. Beberapa kalangan  yang diudang seperti pengurus MUI, IMMIM, Kesbang, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), dan sejumlah pihak lainnya. Pertemuan dipimpin oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Erwin Triwanto.
"Tokoh-tokoh agama di daerah ini kita harapkan untuk selalu mengimbau warganya, tidak terprovokasi dengan hal-hal yang tidak diinginkan, utamanya setelah terjadinya bom bunuh diri di gereja," kata Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait usai pertemuan.
Untuk pengamanan gereja di Makassar, Hotman menegaskan bahwa setiap gereja akan ditempatkan satu atau dua orang personil kepolisian, sehingga setiap warga yang akan menjalankan ibadah merasa nyaman dan aman untuk menjalankan ibadahnya. Apalagi, pascabom bunuh diri di gereja, warga sedikit mengalami kekhawatiran kemungkinan terjadinya bom bunuh diri di gereja mereka.
"Jumlah personil yang kita tempatkan untuk melakukan pengamanan di gereja bervariasi. Kalau jumlah jemaahnya  banyak, bisa kita tempatkan personil lebih dari dua orang. Sementara kalau sedikit, bisa saja cuma satu orang," katanya.
Untuk pengamanan gereja itu, petugas kepolisian kata Hotman juga akan melibatkan bantuan komunikasi kepolisian (bankompol) pada setiap wilayah. Dia berharap, melalui pengamanan gereja ini, situasi keamanan di daerah ini tetap terjamin. (hamsah umar)                 

Polisi Tangkap Buronan Kupon Putih


MAKASSAR, FAJAR--Setelah menangkap dua bandar judi kupon putih, Unit Opsnal Direktorat Reskrim Polda Sulsel kembali menangkap satu bandar kupon putih, yang sudah ditetapkan buronan oleh polisi sejak 2010 lalu. Buron kupon putih tersebut bernama Idris (45).
Warga Jalan Laiya Lorong 124 No.3A Makassar ini ditangkap polisi Rabu, 28 September dini hari. Sebelumnya, Idris dijadikan DPO oleh pihak kepolisian, setelah dalam penggerebekan judi kupon putih pada 2010 lalu, tersangka berhasil melarikan diri dari upaya penangkapan polisi.
Kanit Opsnal Ditreskrim Polda Sulsel, Kompol Muh Yadin menjelaskan bahwa tersangka selama ini sudah dicari-cari oleh polisi, namun baru berhasil dideteksi keberadaannya petugas beberapa hari terakhir. Begitu memastikan bahkan tersangka yang selama ini dicari benar, polisi langsung melakukan penangkapan. Saat ditangkap, tersangka hanya bisa pasrah digiring ke Polda Sulsel.
Idris ditetapkan DPO polisi sejak Desember 2010 dengan No Pol: DPO/20/XII/2010/Reskrim, tertanggal 12 Desember 2010. Bahkan menurut Yadin, sasaran penangkapan terhadap tersangka ini masuk prioritas kepolisian, apalagi temannya yang  lebih dulu ditangkap, saat ini kasusnya sudah berproses di pengadilan.
Dalam kasus judi kupon putih tersebut, tersangka ditunjuk  oleh bandar kupon putih bernama Zainuddin, sehingga dalam kasus tersebut tersangka dianggap sebagai salah satu jaringan perjudian di daerah ini.
"Tersangka kupon putih yang sudah lama buron ini sudah kita Unit Reskrim Umum Polda Sulsel untuk diproses lebih lanjut. Proses pemeriksaan terhadap tersangka dilakukan oleh Briptu Rahmatullah," kata Yadin. (hamsah umar)       

Selasa, 27 September 2011

TNI AU Tewas Digilas Truk


MAKASSAR, FAJAR--Anggota TNI Angkatan Udara yang diketahui beralamat di Asrama Lanud Adi Sumamo, Solo, Jawa Tengah, Serda Oktobeny Asmany (22) tewas mengenaskan dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 14  Makassar, Selasa, 27 September sekira pukul 11.00.
Anggota TNI AU itu tewas di tempat setelah digilas truk kosong yang berpapasan dengannya dari arah daya menuju arah kota. Korban saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Vega DD 2311 ZS, sementara truk yang dikemudikan Muh Asad diketahui bernomor polisi DD 9684 AP. Kecelakaan yang menewaskan anggota TNI itu terjadi tidak jauh dari gerbang kompleks perumahan Telkomas.
Kanit Laka Polrestabes Makassar, AKP Alimuddin J yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan maut tersebut terjadi saat korban dan pengemudi truk berpapasan dari Daya. Sebelum kecelakaan terjadi, korban yang sebelumnya berada di belakang truk berusaha mendahului dari samping kiri truk yang menggilasnya.
Diduga karena arus lalu lintas di lokasi tersebut sedikit padat, sehingga saat hendak mendahului truk tersebut, motor dan truk serempetan. Akibatnya, korban tidak bisa mengendalikan sepeda motornya hingga terjatuh ke arah kiri, sementara korban terjatuh ke arah kanan.
Celakanya, posisi tempat korban jatuh tersebut berada tepat di bawah truk. Akibatnya, kepala korban langsung digilas ban belakang mobil truk tersebut. Korban dikabarkan tewas di tempat setelah kepalanya pecah terinjak ban belakang mobil.       Mayat korban langsung di evakuasi ke AURI. "Jadi sesaat setelah kejadian, korban di bawa ke AURI karena kebetulan korbannya adalah anggota TNI AU dari Jawa Tengah. Dari situ mungkin dilakukan koordinasi antarkesatuan," kata Alimuddin.
Sementara itu, pengemudi truk sampai saat ini masih diinterogasi penyidik Laka Polrestabes Makassar. "Truk dan pengemudinya sudah kita amankan dan saat ini masih kita interogasi," kata Alimuddin. (hamsah umar)                 

Manajemen Angkasa Pura tak Gentar


*Tertibkan Taksi Liar di Bandara

MAKASSAR, FAJAR--Meski menuai protes sopir taksi liar yang beroperasi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, manajemen Angkasa Pura I menegaskan akan tetap menertibkan taksi liar yang ada di bandara, hingga tidak ada lagi mobil taksi yang beroperasi  tanpa izin dari pihak Angkasa Pura I.
Penegasan itu disampaikan pelaksana tugas sementara (PTS) Angkasa Pura I, Syamsul Alam, didampingi Manajer Komersial dan Pengembangan Usaha, Budi Rianto, dan Manajer Personalia dan Umum, Kintoran saat memberikan keterangan pers Selasa, 27 September.
Syamsu menegaskan pihaknya tidak akan menghentikan penertiban taksi liar di bandara meski protes sopir taksi terus dilancarkan, bahkan dengan cara melakukan pemblokiran akses masuk bandara pekan lalu. Menurutnya, aksi tersebut tidak akan menghentikan komitmen pengelola bandara untuk melakukan penertiban taksi yang beroperasi secara liar.
Menurutnya, ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat pengguna jasa Bandara Sultan Hasanuddin selama  beberapa tahun terakhir sudah saatnya dihentikan. Apalagi, umumnya ketidaknyamanan lebih banyak diakibatkan pengemudi taksi liar di bandara. "Kita sudah komitmen tegas bahwa pelayanan yang diterapkan di Bandara Internasional ini, benar-benar berstandar internasional," tambahnya.
Budi Rianto menambahkan bahwa, hasil penilaian Asosiasi Penerbangan Udara terhadap bandara ini hanya pada angka 3,6. Angka tersebut menurutnya sangat jauh di bawah standar pelayanan internasional yang ada. 
"Di bandara ini memang ada empat masalah utama yakni fasilitas toilet, keteraturan area kedatangan dan keberangkatan, tata suara, dan persoalan taksi. Secara umumnya, yang masih kita hadapi adalah persoalan taksi liar," kata Budi.
Pihak Angkasa Pura I mengaku banyak mendapat keluhan dari pengguna jasa ini. Bahkan warga utamanya di area kedatangan merasa seperti ingin dirampok pengemudi taksi. Kondisi itu memang menjadi fakta yang tidak asing lagi, karena pengemudi taksi terkesan memaksakan kehendak saat melobi warga untuk menggunakan jasa taksinya.
"Inilah yang akan kita tertibkan sehingga tidak ada lagi taksi yang liar, dan tidak ada lagi keluhan yang dirasakan masyarakat. Kita ingin  pelayanan berstandar internasional," katanya.
Jumlah taksi resmi yang beroperasi di bandara saat ini berkisar 205 buah, sementara mobil rental berkisar 55 mobil. Adapun  mobil bus berupa damri sebanyak 33 unit. (hamsah umar)                          

Setop Kekerasan di Kalangan Pelajar


MENYEBUT kata pelajar maka yang pertama tergambar dalam pikiran kita adalah kalangan anak sekolah utamanya tingkat SMP dan SMA. Alamiahnya, kalangan pelajar ini lebih banyak atau sebagian besar waktunya dimanfaatkan untuk kegiatan belajar atau mencari ilmu.
Kalangan pelajar ini dituntut giat belajar baik di rumah, sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler lain yang dapat menunjang pembentukan pola pikir, kecerdasar, sampai pada bagaimana mematangkan perilaku baik dalam keluarga, sekolah, maupun di tengah masyarakat pada umumnya.
Merunut pada entitas yang disandang kalangan pelajar, sudah semestinya lebih mengfokuskan diri pada kegiatan belajar dan keseriusan menuntut ilmu. Namun tidak jarang kita menemukan banyak aktivitas yang dilakukan kalangan pelajar tidak sebagaimana mestinya. Sebut saja salah satunya adalah kekerasan di kalangan pelajar dan dilakukan pelajar itu sendiri.
Di Makassar, masyarakat masih sering menjumpai kaum terpelajar terlibat aksi kriminalitas baik di lingkungan sekolah mereka hingga di tengah masyarakat. Kasus kriminalitas yang dilakukan kalangan pelajar dan cukup menonjol dan menjadi perhatian adalah aksi  tawuran antarsekolah. Belum lagi, kriminalitas yang dilakukan kalangan pelajar secara perorangan yang kurang bahkan tidak terpantau masyarakat secara luas.
Potret kekerasan atau kriminalitas di kalangan pelajar ini, tentu saja menjadi hal yang sangat memiriskan utamanya bagi dunia pendidikan, yang sampai saat ini masih dikategorikan tertinggal dibanding daerah atau negara lain. Apalagi, kalau aksi kriminalitas pelajar tersebut sampai harus mengakibatkan orang lain menjadi korban.
Kasus kekerasan yang melibatkan kaum pelajar yang paling segar di ingatan  kita adalah, aksi tawuran yang melibatkan puluhan siswa dari tiga sekolah berbeda di Jalan Baji Gau Makassar awal pekan lalu. Tawuran itu melibatkan pelajar dari SMKN 3, SMAN 8, dan SMAN 11 Makassar. Pemicunya sebenarnya sepele namun dampak yang ditimbulkan sangat buruk.
Begitu juga dengan kekerasan yang dilakukan pelajar SMKN 2  Makassar yang melakukan razia terhadap pelajar lain di Jalan Sultan Alauddin keesokan harinya. Pelajar yang ditemukan menumpang di mobil angkutan diturunkan paksa, bahkan salah seorang pelajar yang tidak tahu menahu masalah menjadi korban. Semua potret kekerasan di kalangan pelajar ini sudah semestinya disetop baik dari kalangan pelajar sendiri, sekolah, dinas pendidikan, hingga orang tua siswa.
Wakapolrestabes Makassar, AKBP Endi Sutendi menyebutkan bahwa banyak faktor yang bisa memicu kekerasan di kalangan pelajar, tapi tetap ada langkah yang bisa dilakukan untuk menghindarkan pelajar terjerumus pada kegiatan negatif tersebut. Salah satu penyebab pelajar terlibat kekerasan karena faktor lingkungan atau pergaulan yang tidak mendidik.
"Pelajar sebenarnya mestinya kegiatannya lebih banyak untuk belajar, bukan misalnya membawa senjata tajam ke sekolah, atau terlibat pergaulan negatif di lingkungannya. Kalau pelajar ini malah terlibat perkelahian, itu bukan ciri dari seorang pelajar  yang sebenarnya," kata Endi Sutendi.
Bahkan menurut Endi, kebiasaan orang tua membiarkan anaknya membawa sepeda motor ke sekolah sendiri, padahal belum cukup umur menjadi salah satu faktor yang bisa menjerumuskan anak pada hal-hal negatif, tidak sekadar sebatas pelanggaran aturan lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas. Tapi lebih dari itu, bisa berpengaruh pada kedisiplinan anak. 
Apalagi kata dia, jiga pelajar yang membawa motor ke sekolah meski belum cukup umur itu, sudah membentuk geng  motor di kalangan teman-temannya. "Kalau sudah membentuk geng-geng motor, maka potensi pelajar melakukan tindakan kriminal seperti mengganggu pengendara lain dan semacamnya semakin besar. Jadi meski kelihatannya sepele, persoalan seperti ini harus tetap diperhatikan," imbuh Endi. (hamsah umar)             
    
   
                      

Disiplin dan Pengawasan Guru Menentukan


DUNIA pendidikan dalam hal ini lingkungan sekolah memengang peran penting, dalam mendidik dan membentuk anak didik menjadi pelajar yang berilmu. Manajemen pendidikan di sekolah yang diterapkan menjadi hal yang dinilai sangat menentukan pembentukan sikap siswa, termasuk dalam hal menghindarkan mereka berprilaku negatif.
Penerapan disiplin yang ketat di lingkungan sekolah menjadi penting, sehingga pelajar tidak mudah terpengaruh atau terjerumus untuk melakukan tindakan kriminal. Kalau disiplin di sekolah ketat plus pengawasan semua guru berjalan dengan baik, aksi kriminalitas di kalangan pelajar bisa diminimalisir bahkan mempersempit ruang gerak pelajar untuk melakukan kekerasan.
Apalagi kalau disiplin yang ketat tersebut diikuti dengan penerapan sanksi tegas terhadap pelajar yang melakukan pelanggaran,  maka dipastikan pelajar yang bandel sekalipun akan  berusaha mematuhinya. Pandangan ini setidaknya disampaikan Wakapolrestabes Makassar, AKBP Endi Sutendi.
"Penerapan disiplin dan pengawasan guru terhadap siswanya itu sangat penting untuk melakukan pencegahan. Tentu juga tidak terlepas dari pola pendidikan yang diterapkan di sekolah harus dipastikan baik. Aturan mengenai disiplin sekolah harus ditegakkan dan tidak membiarkan atau mendiamkan siswa melanggarnya," imbuh Endi.
Selain itu, peran orang tua untuk  mendidik anak dengan baik juga tetap diperlukan, utamanya setelah anak kembali dari kegiatan belajar mengajar di sekolah. Meski pola pembinaan dan pendidikan anak di sekolah baik, tapi kalau tidak ditunjang dengan pembinaan anak di rumah potensi pelajar untuk melakukan tindakan kriminalitas tetap terbuka.
"Di ini diperlukan kesamaan pandang tentang bagaimana  mendidik anak di sekolah dan di rumah. Harus ada saling menunjang sehingga apa yang kita harapkan bisa terwujud dengan baik," tambahnya.
Guru maupun orang tua dalam mendidik dan membina  anak sekolah, tidak boleh merasa bosan apalagi putus asa ketika menghadapi pelajar yang sulit diatur. Malah, guru dan orang tua diharapkan lebih memperbanyak waktu dan kesempatan untuk  memberikan nasihat positif kepada siswa, agar mereka bisa terlepas dari pengaruh lingkungan yang tidak sehat. (hamsah umar)
                          

Bandar Kupon Putih Ditangkap


MAKASSAR, FAJAR--Unit Opsnal Direktorat Reskrim Polda Sulsel berhasil menangkap dua bandar judi kupon putih, Selasa, 27 September dini hari. Kedua tersangka yang sudah lama menjadi incaran polisi itu berdomisili di Kabupaten Gowa.
Keduanya adalah Syarifuddin (21). Dia ditangkap di kampung halamannya Desa Tim Poppo, Kecamatan Bajeng. Dari tangan tersangka ini, polisi menyita barang bukti judi kupon putih berupa uang tunai sebesar Rp1,1 juta, satu buah handphone yang digunakan menyimpan rekapan nomor taruhan.
Tersangka kedua yang ditangkap bernama Daeng Ropu (42) juga di desa yang sama. Dari tangan bandar yang satu ini, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp473 ribu, tiga lembar rekapan bukti taruhan kupon putih. Usai ditangkai di rumahnya dini hari kemarin, kedua tersangka langsung digiring ke Polda Sulsel untuk dimintai keterangan.
Proses penangkapan terhadap dua bandar judi kupon putih alias togel ini, dipimpin langsung oleh Kanit Opsnal Ditreskrim Polda Sulsel, Kompol Muh Yadin. Dia menyebut, polisi selama ini sudah mencurigai kedua tersangka sebagai bandar judi atas laporan dari masyarakat.
"Saat ini, tersangka masih menjalani interogasi oleh penyidik Ditreskrim Polda Sulsel. Dari hasil pemeriksaan sementara ini, kita masih akan melakukan pengembangan untuk mengejar pelaku lain yang disebut-sebut sebagai jaringan tersangka," jelas Yadin.
Dari hasil pemeriksaan sementara itu, Yadin menyebutkan bahwa kedua tersangka menyebut nama bandar besar yang juga beralamat di Gowa. Nama  bandar yang saat ini menjadi incaran polisi diketahui bernama Ali Gandong. Kedua tersangka yang ditangkap tersebut mengaku menyetor hasil transaksi yang diperoleh baik berupa uang maupun  nomor taruhan kepada Ali Gandong. (hamsah umar)       

Polisi Ringkus Buron Curanmor


MAKASSAR, FAJAR--Petugas Polres Pelabuhan dan Polsekta Wajo menangkap pelaku pencurian sepeda motor (curanmor), dalam operasi dan pengejaran yang dilakukan Senin malam. Sekira pukul 23.00, polisi berhasil menangkap tersangka, M Taufiq.
Wakapolres Pelabuhan, Kompol Satria A Vibrianto menegaskan  bahwa tersangka  yang berhasil ditangkap dalam operasi khusus yang dilakukan Polres Pelabuhan dan Polsekta Wajo itu, adalah pelaku yang melakukan pencurian di halaman parkir Bank Panin Jalan Tentara Pelajar Makassar  beberapa waktu lalu.
Selain menangkap tersangka, polisi juga berhasil mengamankan motor hasil curian berupa motor Honda GL 100K DD 2889 A. Motor tersebut ditemukan di Jalan Tarakan Lorong 184 C No.16. Pelaku yang sudah menjadi incaran polisi itu tidak bisa  berkelik saat petugas menggerebeknya.
Warga  Jalan Dakwah No.51 Makassar ini, saat ini ditahan dan diproses melalui Polsekta Wajo. Informasi yang diperoleh, tersangka selama ini dikenal sudah berulang kali melakukan aksi pencurian sepeda motor di wilayah Makassar. (hamsah umar)               

Senin, 26 September 2011

Mahasiswa HMI Demo PT Antam


MAKASSAR, FAJAR--Puluhan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Makassar yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Makassar, melakukan aksi unjuk rasa di kantor PT Antam Jalan Ratulangi Makassar, Senin, 26 September.
Demo terhadap perusahaan tambang itu dilakukan mahasiswa HMI, terkait kekerasan yang dialami mahasiswa HMI di Jakarta 22 September lalu, saat melakukan aksi unjuk rasa di PT Antam untuk mendesak transfaransi dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan tersebut.
Dalam aksinya, mahasiswa HMI ini menuntut dan mendesak PT Antam untuk mencopot Senior Manager CSR PT Antam, Ibrahim karena dituding sebagai pihak yang memerintahkan karyawan PT Antam  melakukan pemukulan terhadap mahasiswa HMI yang melakukan unjuk rasa.
Selain itu, mahasiswa HMI se-Makassar juga mendesak aparat kepolisian untuk memproses hukum kasus premanisme terhadap mahasiswa HMI. "Pelaku pemukulan bahkan penembakan yang mengakibatkan sejumlah mahasiswa HMI luka-luka harus diproses hukum, termasuk pihak yang memerintahkan karyawan melakukan aksi kekerasan," kata Jenderal Lapangan, Syamsul Asri.
Selain itu, mahasiswa HMI Makassar juga mendesak dana CSR PT Antam dikelola secara transparan, apalagi dana CSR tersebut merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar perusahaan. Tuntutan para mahasiswa itu bahkan di faks langsung mahasiswa di kantor PT Antam Makassar ke Jakarta.
  Kepala Kantor PT Antam Makassar, Sukendra Budi Raharjo saat menerima perwakilan mahasiswa HMI mengaku tidak banyak tahu tentang kasus kekerasan yang terjadi di Jakarta. Makanya, pihaknya bersedia mengirim tuntutan mahasiswa HMI Makassar ke pusat melalui fasilitas faks. (hamsah umar)   
         

Tersangka Pembunuhan Residivis Narkoba


*Baru Bebas Pekan Lalu

MAKASSAR, FAJAR--Penyidik Polsekta Makassar hanya membutuhkan sehari untuk menangkap pelaku pembunuhan terhadap, salah seorang warga Jalan Sungai Limboto Lr 37, Hendra. Jumran Rahman alias Junjung (39) yang menjadi tersangka pembunuhan itu ternyata seorang residivis sabu-sabu.
Bahkan, tersangka yang ditangkap di rumahnya Jalan Cepa Senin, 26 September dini hari itu, diketahui seorang residivis peredaran narkoba di Makassar. Tersangka yang sudah memiliki lima orang anak ini baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) pekan lalu.
"Tersangka pembunuhan di Jalan Sungai Limboto ini sudah keluar masuk penjara dalam kasus sabu-sabu. Hasil pemeriksaan saksi dan tersangka sendiri menguatkan dia adalah pelaku yang menikam korban hingga meninggal," kata Kanit Reskrim Polsekta Makassar, Herman Simbolon.
Untuk mengantisipasi perkelahian susulan, Herman menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada keluarga korban, maunpun warga di Sungai Limboto untuk tidak lagi melakukan perkelahian kelompok. Dia menegaskan, proses hukum terhadap tersangka akan dilakukan sebagaimana mestinya.
Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat dengan Pasal 354 ayat (2) KUHP subsider Pasal 351 Ayat (3) tentang Penganiayaan Berat. Ancaman hukumannya maksimal 10 tahun penjara.
Terhadap tiga orang saksi yang diamankan pada saat kejadian, Herman menegaskan bahwa ketiga saksi tersebut saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, apalagi ketiga warga itu diduga mengetahui perkelahian kelompok antarwarga itu. (hamsah umar) 

Buron Jambret Ditangkap


MAKASSAR, FAJAR--Pelarian spesialis jambret yang beralamat di Pacce'lang, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo Makassar, Arman Maulana alias Jempol berakhir. Bersama temannya, Budiman buron jambret selama satu bulan itu ditangkap Senin, 26 September dini hari.
Tersangka perampasan dengan pengancaman ini ditangkap di Jalan Dato Ribandang, sementara Budiman ditangkap di rumahnya Jalan Gatot Subroto II. Saat ditangkap, kedua buron ini hanya pasrah.
Kapolsekta Tallo, Kompol Frans Tandean menjelaskan bahwa perampasan disertai pengancaman itu terjadi pada awal September lalu di kompleks Perumahan Unhas Jalan Sunu. Korbannya adalah Yoko dan Haris. Kedua korban yang baru berusia 16 tahun ini ditodong pelaku menggunakan badik.
Dalam peristiwa itu, pelaku membawa kabur motor Jupiter Z,  handphone, dan uang tunai milik korban. Peristiwa berawal saat korban melintas di lorong masuk kompleks Unhas mengendarai sepeda motor. Pelaku yang melihat korban masih kecil itu mengejarnya dari belakang.
Begitu mendekat, tersangka langsung mendahului dan melakukan pengadangan terhadap korban. Saat korban berhasil dihentikan, pelaku menuding korban telah memukul adiknya. "Korban yang tidak tahu menahu ini  kemudian diajak tersangka bertemu adiknya, dengan alasan untuk memperjelas tudingan pemukulan," jelas Frans.
Motor korban pun diambil alih pelaku sementara kedua korban dibonceng kedua pelaku. Saat berada di jembatan tol, pelaku menghentikan motornya kemudian mengancam korban dengan badik. Begitu barang korban diambil semua, pelaku melarikan diri. "Situasi pada saat itu kan cukup sepi, karena malam hari. Dia memang selalu menjalankan aksinya pada malam hari," tambahnya. (hamsah umar)
            

Keluarga Polisi Tewas Ditikam


MAKASSAR, FAJAR--Kasus perkelahian yang berujung maut kembali terjadi. Ardi (27) salah seorang warga Bontoa, Kecamatan Tamalanrea Makassar tewas ditikam warga Jalan Rappokalling Raya Lr Anda No.1 Makassar, Muh Adnan (21), Minggu, 25 September sekira pukul 21.00.
Adik anggota Polsekta Tallo, Brigpol Harun ini tewas dengan luka tikaman pada dada. Korban yang memiliki dua orang anak ini meninggal di RS Bhayangkara Makassar sekitar satu jam kemudian, karena kehabisan darah. Korban ditikam menggunakan pisau yang selama ini digunakan tersangka memotong daging coto.
Perkelahian yang berujung maut itu terjadi di Jalan Rappokalling dekat terowongan. Informasi yang diperoleh, korban dan sejumlah temannya duduk di pinggir jalan. Saat itu, korban melintas namun sedikit terhalang oleh korban dan rekannya. Karena merasa terhalang, pelaku berusaha minta jalan namun tidak dihiraukan oleh korban dan temannya.
Akibatnya, korban dan pelaku terlibat percekcokan bahkan berkelahi. Namun perkelahian itu berhasil diredam oleh warga yang melihat kejadian itu. Pelaku kemudian ke rumahnya mengambil pisau untuk dibawa ke warung coto orang tuanya, sementara korban tetap berada di lokasi bersama teman-temannya.
Sekitar 30 menit kemudian, korban bermaksud ke warung orang tuanya membawa pisau. Saat bersamaan, korban muncul atau berpapasan dengan pelaku. Diduga akibat imbas perkelahian sebelumnya, pelaku yang merasa ingin ditabrak dari belakang  oleh korban langsung melakukan penikaman terhadap korban saat turun dari motornya.
Begitu ditikam di dada, korban langsung terkapar dan tidak berdaya, sementara pelaku langsung melarikan diri dan mengamankan diri di rumah keluarganya di Rappocini. "Korban sempat ditolong warga dan membawanya ke rumah sakit, tapi meninggal," kata Kapolsekta Tallo, Kompol Frans Tanden.
Berselang beberapa saat, tersangka menyerahkan diri ke kantor polisi ditemani oleh anggota keluarganya. Saat ini, tersangka mendekam di sel Polsekta Tallo. Tersangka bakal dijerat dengan Pasal 338 KHUP subsider Pasla 351 Ayat (3) KHUP tentang Penganiayaan Berat. (hamsah umar)  

LBH Pers Dampingi Zainuddin


MAKASSAR, FAJAR--Kasus kekerasan terhadap wartawan SCTV, Zainuddin yang dilakukan oleh Akbar, salah seorang warga Jalan Cambajawaya, Kelurahan Tello Baru, diadvokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Indonesia Timur.     
Senin, 26 September, dua penanggung jawab LBH Pers Indonesia Timur, Abdul Muttalib serta Marlianto menemui korban penikaman yang masih di rawat di rumah sakit. LBH Pers coba mengumpulkan keterangan terkait peristiwa kekerasan yang dialami Zainuddin oleh tetangganya sendiri.
"Kedatangan kami selaku penanggung jawab LBH Pers Indonesia Timur untuk mengumpulkan fakta hukum dari korban. Kesimpulan sementara kami, penikaman ini dilakukan karena motif dendam dan indikasinya melakukan percobaan pembunuhan," kata Muttalib.
Muttalib menambahkan bahwa LBH Pers Indonesia Timur selanjutnya akan membuat pendapat hukum mengenai kasus tersebut, untuk selanjutnya diserahkan kepada penyidik kepolisian. Pendapat hukum ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan polisi untuk menerapkan hukum secara maksimal terhadap pelaku.
"Jadi tidak sekadar menerapkan Pasal 351 KUHP, tapi kita harapkan ada penerapan pasal lain, karena kami melihat di sini ada unsur dendam sehingga melakukan penikaman terhadap korban," jelas Muttalib.
Apalagi menurut Muttalib, penikaman terhadap korban ini diduga terkait dengan peristiwa sebelumnya. Dia menyebut, antara korban dan pelaku sudah pernah terlibat percekcokan. "Bahkan bisa jadi ada kesengajaan,  karena dia sudah mempersiapkan diri dengan membawa badik," tambahnya.
Selain LBH Pers, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Chevy Achmad Sopari dan Kasubid Penerangan Masyarakat Polda, AKBP Muh Siswa juga menjenguk korban. Dalam kunjungannya, Chevy menegaskan mendukung proses hukum terhadap pelaku penikaman. Dia bahkan berjanji akan meminta Polsekta Panakkukang untuk sungguh-sungguh menuntaskan kasus tersebut.   (hamsah umar)

Minggu, 25 September 2011

Siapkan Produk Berkualitas dengan Harga Terjangkau


*Misi Depo Bangunan Terbesar di Indonesia Timur

MEGA Plaza Misi Depo Bangunan milik PT Mega Indah Sari (MIS) adalah salah satu perusahaan yang akan meramaikan kekuatan bisnis di bidang bahan bangunan, elektronik hingga rumah tangga. 
Bangunan yang terletak di Jalan Tun Abdul Razak-Aroepala Gowa ini, memilik bangunan berlantai 4. Dari segi bangunan, gedung yang berdiri di atas lahan 1 hektare lebih ini menggunakan teknologi canggih utamanya liftnya. Produk lift menggunakan teknologi jerman yang dilengkapi sensor, sehingga lift bisa cepat dan lambat dengan menyesuaikan pengunjung.
Meski baru akan dilaunching pada Selasa, 27 September hari ini, namun saat ini sudah ada ratusan ribu jenis produk yang sudah tersedia baik bahan bangunan seperti cat, keramik, besi, hingga produk elektronik dan furniture. Dari segi kualitas, produk di Mega Plaza ini dijamin berkualitas tinggi karena produk tersebut disuplai dari luar negeri seperti Jerman, Jepan, Cina, dan negara suplier lainnya.
"Bahkan kami sudah menghadirkan produk berupa peralatan bahan bangunan yang terbilang masih asing di Indonesia. Nama produk ini adalah Hafele. Produk ini memang termasuk high end," kata Presiden Direktur PT MIS, HM Yasin Azis saat berkunjung ke redaksi Harian FAJAR.
Dia merinci, pada lantai I dan II terdapat produk bahan bangunan, sementara untuk lantai III berupa produk elektronik dan perlengkapan rumah tangga. Untuk produk yang disiapkan itu, dia menegaskan bahwa segmen pasarnya mulai dari bawah, menengah, hingga atas.
Meski produk yang disiapkan dijamin berkualitas tinggi, harga yang ditawarkan di Misi Depo Bangunan ini cukup terjangkau, dan dipastikan lebih murah dari harga yang berlaku di pasaran. Pihaknya bahkan siap mengembalikan transaksi warga apabila membeli produk harganya sama atau  lebih mahal dibanding yang berlaku di pasaran. "Kalau perlu kita kembalikan uangnya hingga tiga kali lipat," kata Yasin.
Untuk pelayanan, Misi Depo Bangunan juga menerapkan sistem antar terhadap produk apa saja yang telah dibeli oleh warga. Bahkan untuk mendukung  pengantaran terhadap barang yang dipesan masyarakat, PT MIS menyiapkan seratusan armada atau kendaraan pengantar. (hamsah umar)                                    

Perang Kelompok, Satu Tewas


MAKASSAR, FAJAR--Perang kelompok antarwarga yang melibatkan warga di Jalan Sungai Limboto Makassar, Kelurahan Maradekaya, Kecamatan Makassar mengakibatkan satu orang warga Lorong 37, Hendra (22) tewas setelah ditikam badik pada bagian dada dan lengannya.
Bentrok antarwarga itu melibatkan warga lorong 37, lorong 49 dan lorong 57, Minggu, 25 September sekira pukul 01.00. Belum diketahui apa yang menjadi motif sehingga warga yang bertetangga lorong itu saling serang. Bentrok itu terjadi di sekitar asrama mahasiswa asal Palopo.
Korban yang sudah memiliki satu orang anak itu, sempat mendapat pertolongan  warga dan petugas Polsekta Makassar yang datang ke lokasi begitu mendapat informasi tawuran tersebut. Namun karena diduga korban kehabisan darah, nyawa korban tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal beberapa saat setelah sampai di rumah sakit.
Tawuran antarwarga ini diduga akibat kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka, apalagi sebelum terjadi perkelahian mereka sempat terlihat berkumpul. Belum diketahui dari pihak mana yang memicu perkelahian itu. Informasi yang berkembang menyebutkan, pemuda lorong 57 sedang santai di depan asrama mahasiswa, saat itu salah seorang pengendara sepeda motor yang diketahui bernama Kiki berusaha ditahentikan.
Saat ditahan itu, pemuda tersebut menuding dia sebagai orang yang sering berulah di lorong tersebut. Kesal dengan perlakuan pemuda itu, dia kemudian melaporkan kepada teman-temannya di lorong 37. Tidak berselang lama, sejumlah remaja melakukan penyerangan menggunakan batu, busur, dan badik. Di sinilah terjadi saling serang dan lempar batu hingga satu orang ditikam.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian sudah mendapati korban meregang kesakitan. Di tempat itu, sudah ada Ketua RT 003, Hamka Mawi. Bahkan, Hamka yang mendapat laporan terjadi perkelahian itu, sempat melihat korban ditikam oleh pemuda yang tidak dikenalnya. "Setelah menikam pelaku langsung lari, karena melihat polisi juga sudah datang," kata Hamka.
Kanit Reskrim Polsekta Makassar, Iptu Herman Simbolon menjelaskan bahwa dalam kasus ini tiga warga langsung diamankan karena diduga mengetahui peristiwa berdarah itu. Ketiganya adalah Kiki, Satria, dan Kadri Efendi. "Ketiganya saat ini masih kita periksa secara intensif. Siapa yang menikam korban, masih kita telusuri," kata Herman. (hamsah umar) 

Polisi Gadungan Ditangkap


MAKASSAR, FAJAR--Sakri (32) salah seorang warga Jalan Abdullah dg Sirua Makassar, terpaksa dibekuk petugas Polsekta Makassar Minggu, 25 September dini hari. Warga yang mengaku tangan kanan kepolisian dalam mengungkap peredaran narkoba ini, ditangkap setelah melakukan penodongan warga di Jalan Sungai Saddang Baru. 
Pengendara sepeda motor yang ditodong pelaku dengan pistol mainan itu diketahui bernama Irfandi (17) dan Khaidir Gafur (17) warga Antang dan Jalan Muh Yamin Makassar. korban yang mengaku hendak menonton aksi balapan liar di Jalan Veteran itu, tiba-tiba dihentikan pelaku di Jalan Sungai Saddang Baru Lr I.
Begitu dihentikan, pelaku langsung diminta memperlihatkan STNK dan SIM, tapi karena korban tidak memiliki SIM, polisi gadungan tersebut kemudian mengancam korban untuk membawanya ke kantor Polsekta Makassar. Korban sempat dimintai uang Rp50 ribu, namun tidak memiliki uang sehingga menyerahkan telepon genggamnya.
"Dia bilang mau 86 di tempat atau dibawa ke kantor polisi. Dia juga minta uang Rp50 ribu, dan menyuruh saya  membelikan bensin motornya. Saat itu saya takut karena ditodong," kata Khaidir.
Ulah polisi gadungan memeras warga ini kedapatan anggota yang sedang melakukan patroli. Pelaku kemudian digiring ke Polsekta Makassar untuk diinterogasi. Saat diinterogasi, pelaku membantah akan mengambil telepon maupun uang korban. Aksi itu kata dia dilakukan murni karena kecewa korban sedang balapan liar dan tidak memiliki SIM. "Saya cuma ingin  membawa ke kantor polisi, karena kebetulan di Polsekta Makassar saya kenal polisi," kata Sakri.
Tidak sekadar mengaku mitra polisi dalam mengungkap kasus sabu-sabu, polisi gadungan ini juga mengaku bekerja di kantor Bupati Gowa, dan mengaku sebagai orang dekat pejabat setempat.  
Kanit Reskrim Polsekta Makassar, Iptu Herman Simbolon menegaskan pemeriksaan terhadap pelaku masih dilakukan. Pasalnya, dia terus mengelak melakukan penodongan atau merampas barang milik korban. "Kita masih interogasi karena sejauh ini masih membantah," kata Herman. (hamsah umar)     
     

Mahasiswa UNM Wajib Lapor


MAKASSAR, FAJAR--Lima mahasiswa dan mantan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, yang ditangkap karena melakukan demo Kamis pekan lalu, berstatus wajib lapor di Polrestabes Makassar. 
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Himawan Sugeha menyebutkan bahwa mahasiswa dan mantan mahasiswa itu, hanya wajib lapor karena pasal yang disangkakan kepada mereka ancaman hukumannya semuanya di bawah lima tahun. Makanya, mereka wajib lapor dua kali sepekan yakni Senin dan Kamis.
Dari lima mahasiswa itu, satu mahasiswa yakni Fajri dianggap terbukti memenuhi unsur melakukan tindak pidana perusakan di kampus UNM. Fajri yang dikenal sering menjadi koordinator saat melakukan aksi itu, dijerat Pasal 406 KUHP tentang Perusakan. 
Sementara empat lainnya masing-masing Arham Kadir, Abdul Khalid, Fendy, dan Hasbi dianggap tidak memenuhi unsur melakukan tindak pidana. Dia hanya dianggap mengganggu ketertiban umum, sebagaimana diatur dalam Pasal 489 KUHP tentang Ketertiban Umum. Keempat orang ini dianggap melakukan tindak pidana ringan.
Kendati sekadar wajib lapor, Himawan menegaskan bahwa mahasiswa dan mantan mahasiswa tersebut tetap akan diproses hukum sesuai aturan yang ada. "Kasus ini tetap kita proses sampai tuntas," tegas Himawan. (hamsah umar)
              

Bermesraan, Pelajar dan Mahasiswa Ditangkap


MAKASSAR, FAJAR--Sedikitnya 22 pasangan muda-mudi yang sedang bermesraan di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, ditangkap petugas Polrestabes Makassar dan Polsekta Ujung Pandang, Sabtu malam. Para remaja ini terpaksa ditangkap karena memilih pacaran di tempat gelap dan berpotensi melakukan perbuatan mesum.
Dari puluhan pasangan muda-mudi yang ditangkap polisi itu, sebagian malah masih tercatat sebagai pelajar dan mahasiswa. Bahkan ada salah seorang pasangan yang diketahui masih duduk di bangku SMP saat diinterogasi petugas di kantor polisi. Jumlah pelajar dan mahasiswa yang ditangkap di lokasi ini sebanyak sembilan orang.
Operasi penyakit masyarakat di Tana Tumbu Jalan Metro Tanjung Bunga itu, dipimpin oleh Kompol Frans. Operasi ini bahkan  melibatkan juga petugas Polsekta Ujung Pandang. Menurut Frans, operasi dilakukan untuk menekan angka kriminalitas dan tindakan asusila yang berpotensi terjadi di lokasi tersebut.
Para pasangan remaja ini kemudian didata identitasnya oleh petugas. Setelah dilakukan pembinaan, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya pasangan tersebut diizinkan pulang. "Pasangan muda-mudi yang pacaran di lokasi remang-remang itu berpotensi dijadikan tempat mesum, bahkan mengundang pelaku kriminal melakukan pemerasan," kata Frans.
Selain pasangan muda-mudi, polisi juga menjadikan pengamen dan tukang parkir ilegal di Anjungan Pantai Losari sebagai sasaran razia. Razia terhadap pengamen ini karena ulah para pengamen belakangan ini sangat meresahkan. Pasalnya, saat beroperasi, para pengamen tersebut terkesan memaksa warga untuk memberikannya uang. Mereka  yang menolak bahkan menjadi korban pengeroyokan dan penikaman.
Di tempat ini, setidaknya ada delapan pengamen yang dicurigai selalu melakukan tindak kriminal diamankan, termasuk lima tukang parkir yang diduga ilegal. Tukang parkir ini juga diamankan karena tidak memperlihatkan izin menjalankan parkir di lokasi Pantai Losari. (hamsah umar)                

Sabtu, 24 September 2011

Suara Bas Maksimal


MODIFIKASI audio pada kendaraan pribadi menjadi trend tersendiri di kalangan pencinta mobil modifikasi. Desain audio pada satu mobil pun sangat beragam, sehingga apa yang menjadi pilihan pemilik mobil sangat menentukan seperti apa rancangan audio yang akan dihadirkan. 
Dalam mendesaian audio mobil, ada yang menjadikan clif designs, boks desain dan bentuk audio car yang ada, dengan mengandalkan sejumlah perangkat audio yang mendukungnya. Namun desain audio itu sekali lagi kembali pada selesai pemilik mobil itu sendiri, yang menginginkan bentuk kinerja audio yang diinginkan.
Pemilik mobil Jazz 2010 ini misalnya, lebih mengedepankan kinerja bas yang menjadi alasan untuk melakukan modifikasi audio pada mobilnya. Makanya, tiga buah amplifier atau power dibenamkan pada mobil tersebut. Satu unit monoblok serta dua unit empat chanel. Semua itu dilakukan demi memaksimalkan suara bas yang dihasilkan audio di mobil ini.
Dengan menggunakan desain sound pressure level (SPL), kinerja bas memang menjadi andalan. Dari desain, model audio mobil ini tidak terlalu ekstrem namun lebih simpel dan elegan. 
Adapun perangkat audio yang dibenamkan seperti dua unit subwoofer, empat unit speaker, tiga layar, kapasitor dua unit, dan sejumlah perangkat audio lainnya. "Intinya kami fokus kekencangan bas, sehingga suara bas yang dihasilkan maksimal," kata Yusuf.
Kinerja bas pada mobil ini memang cukup menjanjikan. Meski setelah volume tidak terlalu maksimal, namun suara yang dihasilkan cukup kencang. Bahkan, saat volume lebih kencang dijamin pengemudi tidak tahan lama-lama berada di dalam mobil, apalagi mobil ini juga didukung pengedap suara sehingga kinerja audio pada mobil ini semakin maksimal.
Yusuf menyebutkan, desain audio yang cukup sederhana dan simpel ini menjadi pilihan karena mobil tersebut memang diperuntukkan untuk dipakai beraktivitas. "Berbeda kalau mobil yang akan dipakai kontes, akan lebih mengandalkan gaya," ujar Yusuf yang memodifikasi mobilnya di Surabaya Motor. (hamsah umar)            

Layar Berfungsi Spion


KEBERADAAN spion pada kendaraan bermotor termasuk mobil, menjadi hal penting utamanya dalam mengamati situasi lalu lintas maupun kendaraan yang ada di sekitar kita. Paling tidak, spion ini berfungsi agar pemilik kendaraan lebih berhati-hati dalam mengemudikan kendaraannya.
Pada mobil, terkadang ada kendala tersendiri saat ingin mengetahui keadaan di sekitar mobil utamanya di bagian belakang. Pengemudi malah harus menegok kiri kanan untuk memastikan kendaraan aman, utamanya pada saat pengemudi akan memarkir mobilnya.
Untuk memudahkan pengemudi memantau kondisi di sekelilingnya, cukup diakali dengan menggunakan kamera yang kemudian ditancapkan di bagian belakang mobil. Kamera tersebut kemudian disambungkan ke perangkat audio berupa layar sehingga melalui layar itu, situasi di belakang mobil  bisa dengan mudah dipantau.
"Kamera yang disambungkan ke layar ini kan berfungsi otomatis. Jadi tidak hanya saat mobil akan diparkir baru ini difungsikan, tapi juga saat dikemudikan. Jadi kita bisa setiap saat memantau mobil di belakang kita selama mengemudi melalui layar, sehingga layar inilah yang berfungsi sebagai spion," kata  pemilik Jazz ini, Yusuf.
Selain berfungsi untuk menjaga mobil tetap aman saat dikemudikan, kamera yang disambungkan ke layar ini sekaligus pendukung aksesori dan interior kendaraan. Namun untuk penempatan kamera sedikit tersembunyi karena ukurannya lebih kecil. (hamsah umar)
                

Pakai Peredam Suara


 mobil dengan audio yang cukup kencang, tidak menjamin pemilik kendaraan percaya diri untuk membunyikan musik kendaraan dengan suara lantang. Bahkan kondisi itu malah membuat pemilik kendaraan ragu, apalagi khawatir suara yang dihasilkan kendaraan mengganggu kenyamanan orang lain.
Bagi anda pencinta mobil modifikasi utamanya audio, tidak perlu khawatir desain audio tersebut mengganggu orang lain. Pasalnya, bisa diakali dengan memasang automat atau chackmat sebagai alat untuk meredam suara dalam mobil, sehingga bagaimana pun kencangnya suara di dalam mobil, tetap tidak terdengar oleh orang yang ada di luar mobil.
Ini yang dilakukan pemilik mobil Jazz, M Yusuf. Untuk meredam noise pada mobilnya setidaknya ada 42 lembar automat yang dipasang pada lantai dan dinding mobil termasuk pintu. Untuk lantai mobil, dipasang satu lapis automat sementara untuk dinding dia memasang tiga lapis automat.
Pemasangan automat sebagai peredam suara dalam mobil ini, juga membuat beban mobil sedikit lebih berat. Pasalnya, satu lembar automat ini beratnya sekitar 1 kilogram. "Jadi tanpa dibuat ceper, mobil tetap akan kelihatan ceper karena beban sedikit  berat," kata Yusuf.
Selain itu, automat ini berfungsi agar suara yang dihasilkan terdengar lebih jelas dan tidak bersifat ribu. "Kadang kan suara menjadi pecah. Dengan peredam suara ini suara tidak akan pecah lagi," tambahnya. (hamsah umar)            

500 Hadiah Kejutan di Grand Launching


*Misi Depo Bangunan PT MIS

MAKASSAR, FAJAR--Misi Depo Bangunan di Jalan Tun Abdul Razak-Aroepala milik PT Mega Indah Sari (MIS), siap mewarnai bisnis bahan bangunan di Makassar dan Sulsel. Depo Bangunan terbesar di Indonesia Timur ini rencananya akan melakukan Grand Launching pada Selasa, 27 September.
Pada Grand Launching ini, PT MIS bakal langsung memanjakan konsumennya. Perusahaan yang terletak di atas lahan sekitar satu hektare lebih ini, menyiapkan sejumlah kejutan kepada konsumen yang melakukan transaksi atau berbelanja pada saat grand launching. Ini ditegaskan Presiden Direktur PT Mega Indah Sari, HM Yasin Azis saat berkunjung ke redaksi Harian FAJAR, Sabtu, 24 September.
Dalam kunjungannya, Yasin didampingi Direktur Amir Kamaruddin, Store Manajer, Anwar S dan sejumlah jajarannya. Di FAJAR dia diterima, Komisaris PT Media FAJAR, Zulkifli Gani Otto, Direktur Utama PT Media FAJAR, Syamsu Nur, Direktur Produksi dan SDM, Sukriansyah S Latief, Wakil Pemimpin Redaksi Harian FAJAR, Faizal Syam.             
Pada kesempatan ini, Yasin menegaskan bahwa pada saat grand launching Misi Depo Bangunan itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah kejutan. Bahkan 500 pembeli pertama langsung mendapatkan hadiah hiburan dari PT MIS. "500 pembeli pertama langsung mendapat hadiah tanpa diundi. Kita juga siapkan ratusan  handphone kepada konsumen semuanya tanpa diundi," jelas Yasin.
Selain ratusan hadiah kejutan yang disiapkan saat grand launching, harga yang ditawarkan di Misi Depo Bangunan ini juga terjangkau dan dipastikan lebih murah dari harga pasaran. Di sini, masyarakat yang akan berbelanja tidak perlu melakukan tawar menawar harga, karena harga yang diberlakukan di Depo Bangunan ini sudah ditetapkan.
Untuk produk, meski baru dilakukan launching masyarakat tidak perlu khawatir barang yang dicari tidak tersedia. Pasalnya, ratusan ribu item produk mulai dari bahan bangunan, elektronik, peralatan rumah tangga, hingga furniture tersedia di Misi Depo Bangunan yang berlantai IV ini.
Anwar S menambahkan bahwa, produk-produk yang tersedia di Misi Depo Bangunan ini cukup beragam dan memiliku kualitas tinggi, seperti produk asal Jerman, Cina, Jepan, dan sejumlah suplier lainnya. Saat grand launching sendiri, sejumlah suplier dari luar negeri juga dijadwalkan hadir pada acara penting tersebut.
Menanggapi hadirnya Misi Depo Bangunan terbesar di Indonesia Timur itu, Direktur Utama PT Media FAJAR, Syamsu Nur berharap Depo Bangunan ini bisa berkembang dan maju, serta melayani kebutuhan masyarakat dengan baik. "Apalagi kalau pelayanannya cepat, saya kira kita berharap mengalami kemajuan," kata Syamsu Nur.
Sementara Komisaris PT Media FAJAR, Zulkifli Gani Otto menyatakan siap mendukung Misi Depo Bangunan bahkan bekerja sama untuk saling mendukung. "FAJAR prinsipnya siap bekerja sama dan menerima siapa saja, dan memberi dukungan termasuk dalam hal pemberitaan," kata Zulkifli. (hamsah umar)                      

Pos Satlantas Diserang Bom Melotov


MAKASSAR, FAJAR--Tiga pos Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar, menjadi sasaran penyerangan oknum tidak dikenal Sabtu, 24 September sekira pukul 03.15 dini hari. Selain melempari pos dengan batu, pelaku juga menyerang pos menggunakan bom melotov.
Pos Satlantas yang diserang pelaku yang menggunakan kendaraan bermotor itu yakni pos Karebosi, pos depan Liman, serta pos PLTU Tello. Diduga, pelaku tersebut adalah pelaku yang sama dari satu pos ke pos yang lainnya, karena kejadiannya hampir bersamaan.
Menurut Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Muh Hidayat menyebutkan bahwa kawanan pengendara sepeda motor yang melakukan penyerangan dan perusakan pos Satlantas itu, diperkirakan berjumlah enam motor. Pengendara tersebut berboncengan dengan menggunakan helm standar sehingga saat melakukan aksinya sulit dideteksi.
Salah seorang anggota Satlantas Polrestabes Makassar yang bertugas di pos PLTU Tello, Briptu Hasanuddin sempat melihat pelaku yang berboncengan tersebut. Dia memperkirakan jumlah pelaku mencapai enam motor.
Pelaku penyerangan terhadap pos polisi itu diduga telah melakukan perencanaan sebelumnya. Pasalnya, hasil pengamatan yang dilakukan petugas kepolisian, sepeda motor yang digunakan pelaku berusaha ditutupi identitasnya dengan cara mencopot nomor polisinya atau DD. 
"Pelaku ini membuka nomor pelat motornya. Mereka membawa botor berisi bensin (bom melotov) yang kemudian dilemparkan ke pos polisi, namun bom melotov tersebut tidak sampai meledak," kata Hidayat.
Belum diketahui siapa yang melakukan aksi tersebut, namun pihak kepolisian sempat melihat ciri-ciri motor yang digunakan pelaku salah satunya motor Thunder merah. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan helm tertutup, bahkan menggunakan rambut palsu yang panjangnya hingga di pinggang.
Bahkan, salah seorang anggota polisi Aiptu Sahabuddin sempat disabet samurai di depan STMIK Dipanegara Makassar. Pelaku tersebut diduga adalah orang yang sama. Untungnya dalam peristiwa itu, Sahabuddin menangkisnya menggunakan lampu senter lantas sehingga korban hanya mengalami luka goresan di dahinya. 
"Ini adalah tindakan seorang pengecut dan tidak bertanggung jawab karena menutupi identitasnya," tegas Hidayat. (hamsah umar)   
               

Penikam Wartawan Ditahan


MAKASSAR, FAJAR--Akbar (25), salah seorang warga Jalan Cambajawaya, Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang Makassar akhirnya harus mendekam di sel Polsekta Panakkukang sejak Jumat malam. Warga yang  berprofesi sebagai buruh bangunan ini adalah tersangka kasus penikaman terhadap salah seorang wartawan SCTV, Zainuddin.
Sebelum ditahan, tersangka dilaporkan menyerahkan diri ke petugas Polrestabes Makassar melalui salah seorang anggota keluarganya, yang kebetulan anggota Polrestabes Makassar. Dari situ, penyidik Polsekta Panakkukang menjemput tersangka dan membawanya ke Polsekta Panakkukang untuk diinterogasi.
Namun informasi lain menyebutkan, tersangka tersebut ditangkap petugas Polrestabes Makassar saat berada di Aspol Toddopuli Blok C No.22 Makassar. Saat diamankan Unit Intelkam Polrestabes Makassar yang dipimpin Kanit Opsnal Aipda Surahman, tersangka tidak melakukan perlawanan. Proses penangkapan terhadap tersangka itu setelah petugas menerima keberadaan tersangka di rumah tersebut.
Kapolsekta Panakkukang, Kompol Muh Nur Akbar menegaskan bahwa tersangka penikaman tersebut sebenarnya tidak ditangkap melainkan menyerahkan diri. "Jadi bukan ditangkap  saat sembunyi di rumah polisi. Itu tidak benar. Yang benar dia menyerahkan diri setelah kita melakukan koordinasi dengan baik dengan pihak keluarganya, termasuk keluarganya yang anggota polisi," kata Akbar.
Mengenai motif penikaman terhadap Zainuddin, Akbar menegaskan bahwa tindakan tersangka itu dilakukan karena tidak terima ditegur oleh korban saat melintas di depan rumahnya. Pelaku yang saat itu menggunakan sepeda motor RX King langsung adu mulut dengan korban, kemudian menikam korban dengan pisau.
"Korban dan pelaku ini kan sebenarnya bertetangga. Jarak rumahnya itu sekitar 100 meter. Cuma karena pelaku ini tidak terima ditegur keluarga korban, sehingga melakukan penikaman," kata Akbar.
Menurut Akbar, tersangka akan dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) tentang Penganiayaan, dengan ancaman pidana paling lama 30 bulan. (hamsah umar)               

Kamis, 22 September 2011

Lima Mahasiswa FBS UNM Ditangkap


MAKASSAR, FAJAR--Lima mahasiswa dan mantan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) Parangtambung, ditangkap pihak kepolisian karena dianggap mengacaukan aktivitas perkuliahan dan provokasi terhadap mahasiswa lain untuk memboikot kampus.
Kelima orang yang ditangkap polisi itu terdiri dari duamahasiswa yang telah dipecat atau drop out (DO) dan tiga orang masih tercatat sebagai mahasiswa FBS UNM. Kelimanya ditangkap usai  melakukan aksi  unjuk rasa di depan FBS, Kamis, 22 September.
Mereka ditangkap petugas dari Polsekta Tamalate dan Polrestabes Makassar dan selanjutnya digiring ke Polrestabes Makassar. Kelimanya adalah Arham Kadir, Abdul Khalid, Fendy, Fajri, dan Hasbi. "Kita tangkap karena telah melakukan upaya provokasi terhadap mahasiswa lain, dengan melakukan aksi di ruang perkuliahan," kata Kapolsekta Tamalate, AKP Agung Setio Wahyudi.
Aksi mereka itu juga dianggap sebagai bentuk menghalang-halangi jalannya aktivitas perkuliahan, sehingga berakibat merugikan ratusan bahkan ribuan mahasiswa di fakultas tersebut. Padahal, jumlah mahasiswa dan mantan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa ini hanya mencapai puluhan orang.
"Sebenarnya yang melakukan demo ini adalah mereka yang sudah kita DO, karena telah melakukan berbagai macam pelanggaran di kampus. Aksi ini membuat mahasiswa lain ikut-ikutan demo, sehingga aktivitas perkuliahan dikacaukan," kata Pembantu Dekan III FBS UNM, Syukur Saud.
Makanya, pihak kampus sangat mendukung langkah petugas kepolisian melakukan penangkapan terhadap para pengunjuk rasa itu. Apalagi, ulah mereka utamanya yang sudah DO itu sudah sangat berlebihan. Mereka mengancam pihak fakultas untuk melakukan pembunuhan mulai dari dekan, pembantu dekan hingga keluarganya.
"Dua hari lalu saya diancam melalui SMS. Katanya saya akan dieksekusi termasuk istri dan anak saya. Jadi apa yang mereka lakukan ini sudah sangat berlebihan," kata Dekan FBS UNM, Kisman Salija.
Ancaman  mahasiswa maupun mantan mahasiswa itu, kata Kisman bahkan sudah dilaporkan secara resmi kepada pihak kepolisian. Dia mengaku sudah menyerahkan bukti SMS dan nomor telepon  yang digunakan pelaku melakukan ancaman. Dia berharap, polisi  bisa mengungkap pelaku teror SMS itu untuk diproses secara hukum.
Sebelumnya, pihak fakultas memecat sedikitnya 19 mahasiswa karena telah melakukan  berbagai pelanggaran akademik. Salah satunya adalah melakukan pungutan liar terhadap mahasiswa baru, dengan melakukan ospek mahasiswa baru secara ilegal. Padahal sebelumnya pihak kampus sudah melarang adanya aktivitas ospek terhadap mahasiswa baru. Pungutan ilegal mahasiswa yang di DO ini mencapai Rp100 ribu per mahasiswa.  (hamsah umar)                         

Sepuluh Pelajar SMKN 2 Dilepas


MAKASSAR, FAJAR--Sempat diamankan di Polsekta Tamalate Makassar karena melakukan razia pelajar, penganiayaan dan perusakan, sepuluh pelajar SMKN 2 Makassar akhirnya dibebaskan penyidik. Pelajar tersebut dikembalikan kepada orang tuanya untuk dibina agar aksi tidak terpuji tidak terulang dilakukan.
Kendati para siswa tersebut sudah dibebaskan setelah diperiksa dan diambil biodatanya, pihak kepolisian masih memungkinkan melakukan pemanggilan terhadap para pelajar tersebut, apabila di antara mereka ada yang terbukti melakukan penganiayaan atau perusakan terhadap mobil angkutan yang melintas.
"Tetap akan kita panggil kembali kalau ada di antara mereka yang dianggap melakukan pelanggaran pidana. Karena kasus ini tetap kita proses sesuai aturan yang ada," kata Wakapolsekta Tamalate, AKP Salam Paningo.
Dia menegaskan bahwa kesepuluh pelajar SMKN 2 Makassar yang ditangkap di Jalan Sultan Alauddin itu karena dugaan melakukan razia pelajar, penganiayaan dan perusakan. Namun kata dia, tidak semua pelajar tersebut melakukan penganiayaan atau perusakan. Namun saat kejadian mereka berada di lokasi sehingga petugas kepolisian langsung mengamankan mereka.
Sebagaimana dilansir sebelumnya, sepuluh pelajar SMKN 2 Makassar itu ditangkap polisi, karena merazia, menganiaya, bahkan merusak angkutan umum di Jalan Alauddin. Para pelajar tersebut dendam dengan pelajar SMAN 8 Makassar, karena diduga terlibat saling ejek di jejaring sosial Facebook.
Dalam aksinya itu, seorang pelajar SMAN 8 Makassar, Andre (17) menjadi korban, namun polisi sejauh ini belum mengidentifikasi siapa pelajar SMKN 2 tersebut yang telah melakukan penganiayaan. Pasalnya, saat polisi berusaha melakukan penangkapan, sejumlah pelajar berhasil melarikan diri. (hamsah umar)