Powered By Blogger

Minggu, 13 November 2011

Rumah Legislator Jeneponto Dibobol


*Berlian, Emas dan Pin Raib

MAKASSAR, FAJAR--Rumah salah seorang anggota DPRD Jeneponto, Bakri Mahmud yang terletak di Kompleks IDI Blok GA No.8 Makassar dibobol maling, Minggu, 13 November siang.
Ulah maling yang beraksi di siang hari itu mengakibatkan sejumlah barang berharga milik korban raib digondol maling. Beberapa  barang berharga yang dicuri pelaku itu berupa laptop Toshiba dan Acer, emas dengan berat sekitar 100 gram, satu set berlian, serta pin anggota Komisi I DPRD Jeneponto ini.
Aksi pelaku itu dengan mudah mengobrak-abrik rumah korban. Pasalnya, saat itu rumah elit berlantai II itu sedang kosong karena  penghuni rumah tersebut dikabarkan sedang melayat, sementara anggota keluarga lainnya mengikuti hajatan pernikahan.
Pembobolan ini baru diketahui pemilik rumah setelah salah seorang anak legislator Jeneponto, Didit (12) mendapati rumahnya dalam kondisi berantakan. Saat itu, dia baru saja kembali dari tempat belajarnya. Kondisi rumah saat itu sudah terbuka lebar sementara empat kamar di rumah ini juga diobrak-abkrik.
Tahu rumahnya telah kecurian, Didit mengabari orang tuanya yang kemudian dilaporkan ke Polsekta Panakkukang. Hasil pemeriksaan polisi, pelaku diduga lewat dari bagian belakang dengan memanjat tembok. Pelaku kemudian membuka paksa pintu korban. "Pelaku diduga menggunakan linggis untuk mencungkil pintu dan lemari korban," kata Kapolsekta Panakkukang, Kompol Muh Nur Akbar.
Akbar menjelaskan bahwa, pihaknya sedang menyelidikan pelaku pembobolan tersebut sambil mengumpulkan keterangan saksi, baik dari korban maupun dari pihak lain yang kemungkinan melihat orang mencurigakan. 
Dia kemudian berharap agar warga utamanya di kompleks perumahan yang sepi, agar melakukan koordinasi dengan petugas keamanan kompleks begitu meninggalkan rumah dalam kondisi kosong. Menurutnya, tidak ada salahnya minta tetangga atau satpam mengawasi rumah yang ditinggal dalam kondisi kosong. (hamsah umar)    
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar