Powered By Blogger

Jumat, 13 April 2012

JK Harga Diri Sulsel

*Demokrat Siap Usung

MAKASSAR, FAJAR--Terkesan diabaikan Golkar Sulsel, mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla malah mendapat simpati dari beberapa partai di Sulsel. Partai tersebut antara lain Demokrat, PKS, PBB, dan PKB.
    Di internal Demokrat Sulsel sendiri, pembicaraan untuk mengusung JK sebagai capres di partai berlambang mercy ini sudah jauh harus dibahas di internal Demokrat. Makanya, ketika ada forum yang membahas masalah capres di Demokrat misalnya mukernas, Demokrat Sulsel sudah sangat siap untuk membawa nama JK sebagai tokoh yang akan diusulkan sebagai capres di Demokrat.
    Keinginan Demokrat mengusung JK sebagai capres ini cukup beralasan. Tokoh Sulsel ini dianggap sukses mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada pemerintahan lalu, kendati pada periode kedua JK tidak bersama SBY dan memilih maju sendiri melalui partai Golkar. Kisah sukses JK bersama SBY inilah yang dilihat Demokrat sebagai alasan mengusung JK capres di Demokrat mendatang.
    "JK itu tokoh kita dari Sulsel dan bukan tokoh sembarangan. Track record dan kapasitasnya diakui secara nasional. Tidak ada yang meragukan kapasitas JK sampai saat ini di level nasional," tandas Sekretaris DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah, Kamis, 12 April.
    Keinginan Demokrat ini bukan karena Golkar terkesan mengabaikan sosok JK, tapi memang berbagai pertimbangan. Kalau dilihat kembali pada 2004 lalu, Demokrat Sulsel adalah partai yang pertama kali mengajukan nama JK untuk menjadi cawapres SBY.
    "Kita bisa buka file bahwa Demokrat Sulsel yang mengusung JK cawapres SBY dan JK maju di pemilu 2004 itu bukan diusung oleh Golkar. Karena SBY tidak mungkin lagi kita usung kembali, memang sebaiknya Demokrat mengusung JK capresnya," tandas Ni'matullah.
    Dia menegaskan, keinginan Demokrat mengusung JK pada pemilu 2014 mendatang bukan suatu hal yang dibuat-buat. Sampai saat ini juga, sosok JK masih sangat dekat dengan Demokrat termasuk dengan Pembina Demokrat SBY. Kalau ditarik ke Sulsel, JK dan Demokrat malah dianggap memiliki sejarah panjang dalam panggung politik kendati pada pemilu lalu berseberangan.
    Wakil Ketua Demokrat Sulsel, Andry Arief Bulu juga mempertegas keinginan Demokrat mengusung JK capres 2014 mendatang. "Demokrat itu memakai ukuran popularitas dan elektabilitas melalui pendekatan survei. Jika JK memenuhi kriteria itu, Demokrat Sulsel tidak pernah ragu mengusung JK," tegas calon wali kota Makassar ini.
    Apalagi, JK memiliki pengalaman yang cukup baik untuk diusung jadi capres. "Pokoknya kita lihat saja perkembangannya. Pastinya, keinginan internal Demokrat Sulsel terhadap JK sudah lama muncul," tandas Andry.
    Sekretaris DPW PKS Sulsel, Amru Saher juga menegaskan keinginan partai berbasis Islam ini mengusung JK sebagai capres dari partai ini. Kendati deretan nama kader PKS sudah digadang-gadang jadi capres seperti Presiden PKS, Lutfhi Hasan Ishaaq, Sekjen PKS Anis Matta, mantan presiden PKS, Tifatul Sembiring dan sejumlah tokoh PKS lainnya.
    "PKS sangat berkeinginan mengusung JK sebagai capres dari PKS pada pemilu 2014 mendatang. Kami bahkan ada harapan besar untuk itu," tegas Amru Saher.
    Golkar sendiri sebenarnya tidak mengesampingkan sosok JK. Kendati di mata Ketua DPD Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo JK adalah sosok terhormat dan segalanya bagi Golkar, namun partai ini tidak memunculkan namanya sebagai salah satu capres yang akan diusulkan dari Sulsel.
    Dukungan mayoritas DPD Golkar se-Indonesia yang menghendaki Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie menjadi salah satu alasan Golkar Sulsel rasional melihat sosok JK.
   
Harga Diri Sulsel
Pengamat Politik Unhas, Adi Suryadi Culla menyatakan bahwa keputusan sejumlah partai di Sulsel untuk mengusung JK sebagai capres adalah pilihan yang sangat tepat. JK punya pengaruh luas tidak hanya di Sulsel tapi juga di luar Sulsel. Tidak begitu banyak tokoh yang bisa muncul di nasional yang selevel dengan JK.
    "Itu malah menjadi harga diri bagi partai di Sulsel untuk mengangkat JK. Kalau JK saat ini diinginkan banyak partai, itu sebenarnya  beban politik sekaligus tanggung jawab politik untuk tidak mengabaikan begitu saja posisi JK sebagai aset politik Sulsel," tegas Adi Culla.
    Sekarang ini, JK tidak hanya menjadi harapan di Sulsel sulsel tapi juga di provinsi lain. Alasannya ada kecenderungan kepemimpinan nasional tidak akan muncul figur yang bisa memberikan harapan yang diinginkan masyarakat Indonesia untuk ciptakan perubahan.
    Dari sejumlah tokoh yang ada, sebagian ada masalah atau memiliki kasus penyimpangan di dalam tataran politik atau dengan perusahaan yang dimilikinya. "Jadi JK itu menjadi harapan semua kalangan termasuk tokoh muda untuk mengambil estapet pada pemilu 2014. Tokoh nasional yang ada saat ini tidak punya rekam jejak sebanding JK," tandas Adi Culla.
    Bisa dilihat, JK pascawapres dengan SBY, tetap diperhitungkan secara nasional termasuk melalui PMI. Banyak dampak perubahan dan gagasan yang diberikan JK yang memiliki pengaruh besar terhadap perubahan di Indonesia. Hal ini kenapa JK menjadi figur yang sangat diharapkan memimpin Indonesia ke depan.
    "Bagaimana pun JK tetap menjadi daya tawar nasional yang bisa diajukan oleh masyarakat Sulsel menjadi capres. Sangat tepat keputusan partai mendukung JK. Jangan kehilangan momentum dan  partai jangan kehilangan sensitifitas terhadap sosok JK," tambah Adi Culla. (hamsah umar)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar