Powered By Blogger

Minggu, 11 September 2011

Aborsi, Sepasang Mahasiswa Ditangkap


MAKASSAR--Petugas Polsekta Rappocini Makassar menangkap mahasiswi Akper Bantabantaeng, AS dan kekasihnya mahasiswa Fakultas Olharaga UNM, Rs Minggu, 11 September dini hari. Kedua pasangan kekasih ini ditangkap polisi karena tertangkap tangan petugas Patroli Polsekta Rappocini sedang mengubur janin hasil hubungan gelapnya.
Sebelumnya, kedua mahasiswa beda perguruan tinggi ini melakukan aborsi di salah satu rumah di Minasa Upa. Informasi yang diperoleh, tindakan nekad melakukan aborsi tersebut dilakukan pasangan ini dibantu temannya. Kedua berhasil melakukan aborsi pada tengah malam. Setelah itu, mereka mengubur hasil hubungannya itu di lahan kosong di sekitar Balai Pertemuan Jalan Minasa Upa.
AS yang merupakan mahasiswi angkatan 2009 Akper  itu diketahui berasal dari Kelurahan Lembang, Bantaeng, sementara Rs adalah warga Jalan Minasa Upa Selatan 13 Blok G, Kelurahan Gunung Sari Makassar. Adapun teman pasangan mahasiswa  yang membantu proses aborsi itu yakni Hr, warga Jalan Minasa Upa Blok A juga diamankan polisi. Ketiganya langsung digiring ke Polsekta Rappocini untuk menjalani pemeriksaan sekaligus dilakukan penahanan.
Ulah mahasiswa ini terbongkar ketika petugas Patroli Polsekta Rappocini melakukan patroli rutin di wilayah yang memang dikenal agak rawan aksi kriminal. Saat melintas di areal lahan kosong itu, polisi melihat pasangan yang melakukan aborsi hendak mengubur hasil aborsinya. Menurut pengakuan tersangka, usia janin yang dipaksa keluar itu sekitar tiga bulan.
Saat diinterogasi petugas, kedua tersangka mengaku menggugurkan hasil hubungan gelapnya karena takut ketahuan orang tua, serta teman kuliahnya. Untuk memuluskan rencananya tersebut, dia mengaku mengonsumsi sejumlah obat untuk menggugurkan kandungannya.
Mahasiswi yang diketahui kos di Jalan Tidung II ini nekad aborsi karena perutnya semakin membesar. "Saya dibantu pacar dan temannya mengeluarkannya," katanya.
Ironisnya, Rs yang diketahui kuliah di UNM itu merupakan salah satu anak dosen yang juga mengajar di Fakultas Olahraga UNM. Dia mengaku tidak pernah memaksa pacarnya melakukan aborsi, tapi semata dilakukan karena pacarnya tersebut malu dan takut ketahuan orang tuanya.
Kanit Reskrim Polsekta Rappocini, AKP Arifuddin menegaskan kedua mahasiswa serta temannya yang membantu proses aborsi untuk sementara ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Sementara dimintai keterangan dan kita tahan," tegas Arifuddin. (hamsah umar)            
 
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar