Powered By Blogger

Sabtu, 24 September 2011

Pos Satlantas Diserang Bom Melotov


MAKASSAR, FAJAR--Tiga pos Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar, menjadi sasaran penyerangan oknum tidak dikenal Sabtu, 24 September sekira pukul 03.15 dini hari. Selain melempari pos dengan batu, pelaku juga menyerang pos menggunakan bom melotov.
Pos Satlantas yang diserang pelaku yang menggunakan kendaraan bermotor itu yakni pos Karebosi, pos depan Liman, serta pos PLTU Tello. Diduga, pelaku tersebut adalah pelaku yang sama dari satu pos ke pos yang lainnya, karena kejadiannya hampir bersamaan.
Menurut Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Muh Hidayat menyebutkan bahwa kawanan pengendara sepeda motor yang melakukan penyerangan dan perusakan pos Satlantas itu, diperkirakan berjumlah enam motor. Pengendara tersebut berboncengan dengan menggunakan helm standar sehingga saat melakukan aksinya sulit dideteksi.
Salah seorang anggota Satlantas Polrestabes Makassar yang bertugas di pos PLTU Tello, Briptu Hasanuddin sempat melihat pelaku yang berboncengan tersebut. Dia memperkirakan jumlah pelaku mencapai enam motor.
Pelaku penyerangan terhadap pos polisi itu diduga telah melakukan perencanaan sebelumnya. Pasalnya, hasil pengamatan yang dilakukan petugas kepolisian, sepeda motor yang digunakan pelaku berusaha ditutupi identitasnya dengan cara mencopot nomor polisinya atau DD. 
"Pelaku ini membuka nomor pelat motornya. Mereka membawa botor berisi bensin (bom melotov) yang kemudian dilemparkan ke pos polisi, namun bom melotov tersebut tidak sampai meledak," kata Hidayat.
Belum diketahui siapa yang melakukan aksi tersebut, namun pihak kepolisian sempat melihat ciri-ciri motor yang digunakan pelaku salah satunya motor Thunder merah. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan helm tertutup, bahkan menggunakan rambut palsu yang panjangnya hingga di pinggang.
Bahkan, salah seorang anggota polisi Aiptu Sahabuddin sempat disabet samurai di depan STMIK Dipanegara Makassar. Pelaku tersebut diduga adalah orang yang sama. Untungnya dalam peristiwa itu, Sahabuddin menangkisnya menggunakan lampu senter lantas sehingga korban hanya mengalami luka goresan di dahinya. 
"Ini adalah tindakan seorang pengecut dan tidak bertanggung jawab karena menutupi identitasnya," tegas Hidayat. (hamsah umar)   
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar