Powered By Blogger

Senin, 12 September 2011

Siswi SMP Digilir Empat Pemuda


MAKASSAR--Mawar (samaran) salah seorang warga Datu Museng Makassar, digilir empat pemuda di sebuah semak-semak di Tanjung Bunga, Minggu, 11 September. Akibat ulah pelaku itu, siswi salah satu SMP swasta di Makassar ini mengalami trauma.
Dari empat pelaku yang melakukan pemerkosaan terhadap korban itu, dua tersangka sudah diamankan petugas Polsekta Tamalate beberapa saat setelah menerima laporan dari korban. Kedua tersangka tersebut ditangkap di rumahnya, sementara dua lainnya saat ini masih buron dan dalam pengejaran petugas kepolisian.
Kedua tersangka yang sudah ditangkap polisi itu yakni Irsial alias Ical dan Rafli Vebrianto. Kedua tersangka ini diketahui beralamat di Jalan Kumala No.79 dan Jalan Mannuruki II No.10. Sementara dua tersangka lain masing-masing Pandi dan Dato hingga saat ini masih dalam pengejaran kepolisian. Dia diduga bersembunyi untuk menghindari penangkapan petugas.
Kasus pemerkosaan terhadap siswi SMP yang baru berumur 13 tahun itu, berawal saat korban bertamu di rumah salah seorang temannya di Jalan Mallengkeri Makassar sekira pukul 20.00. Usai bertamu di rumah temannya itu, korban pulang diantar salah seorang temannya menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan pulang, motor yang digunakan teman korban tersebut kehabisan bensin di tengah jalan tepatnya di Jalan Daeng Tata Makassar.
Karena ingin cepat sampai di rumah, korban kemudian meminta temannya tersebut untuk tidak mengantarnya sampai di rumah dan memilih jalan kaki. Beberapa saat jalan kaki, korban melihat pemuda pada salah satu bengkel di Jalan Daeng Tata. Dia pun memberanikan diri untuk minta tolong diantar ke rumahnya, meski korban tidak mengenal pelaku.
Keempat pelaku yang melihat pelaku terlihat seperti orang mabuk karena pengaruh alkohol, memilih membawa korban ke Tanjung Bunga Makassar setelah sebelumnya sempat singgah di rumah salah seorang pelaku. Begitu sampai di Tanjung Bunga, pelaku singgah di salah satu bangunan di sekitar danau. Pelaku tidak langsung melakukan aksinya namun memilih ngobrol bersama teman-temannya.
Tidak lama kemudian korban beranjak minta pulang, namun pelaku beralasan motornya kehabisan bensin. Dari situ, pelaku mulai beraksi. Dia menarik korban bersama-sama kemudian membaringkannya di sebuah semak-semak. Korban kemudian diperkosa secara bergiliran.
Kapolsekta Tamalate, AKP Agung Setio Wahyudi yang dikonfirmasi membenarkan kasus asusila tersebut. Saat ini, kedua tersangka yang sudah ditangkap sudah ditahan. "Dua tersangka yang ditangkap sudah kita tahan. Sedang lainnya masih kita cari," kata Agung. (hamsah umar)                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar