Kamis, 10 Januari 2013

IA: Coblos Gambar yang Tersenyum


MAKASSAR, FAJAR--Ajakan cagub Sulsel untuk mencoblos gambar pasangannya terus disuarakan saat kampanye. Cagub urut 1, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) misalnya mengajak masyarakat Sulsel mencoblos gambar pasangan calon yang tersenyum.
Begitu juga masyarakat Sulsel harus memilih calon pemimpin yang murah senyum. "Jangan ki lupa, tanggal 22 Januari nanti pilihki kandidat yang senyum. Satu ji itu kandidat yang memiliki foto tersenyum di surat suara," ajak Ilham, saat kampanye di Enrekang, Rabu, 9 Januari.
Ilham menyebut senyum adalah tanda pemimpin yang bersahabat dan selalu terbuka untuk dikritik, selalu membuka ruang partisipasi bagi rakyatnya. Bukan pemimpin yang suka menekan rakyatnya, refresif, intimidatif, apalagi menakut-nakuti rakyat dan bawahannya.
Pemimpin yang murah senyum juga selalu mengembangkan demokrasi yang baik, bukan demokrasi yang tidak saling menghargai dan mengedepankan kearifan lokal. Dia mengaku sudah menerapkan selama memimpin Makassar, dimana nilai leluhur yang saling menghormati, menghargai, tidak suka mengarang-ngarang kejelekan orang lain adalah bagian dari nilai-nilai demokrasi yang harus terus dikembangkan.
"Demokrasi yang baik itu mengembangkan partisipasi public. Makanya jika dipercaya memimpin Sulsel, hal yang juga tak kalah pentingnya dibenahi adalah Indeks Demokrasi Sulsel yang saat ini berada di peringkat 30 dari 33 provinsi di Indonesia," kata Ilham.
Saat kampanye di Enrekang, pasangan ini menghadirkan kesan religi saat kampanye akbar di lapangan Maroanging, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Maiwa. Di kampanye ini, gema shalawat badar yang dikumandankan oleh Band Art2 Tonic menjadi pengiring saat pasangan nasionalis religius ini berjalan di antara ribuan kerumunan massa yang menyemut. Juga Band Setia yang digawangi oleh Charlie membawakan lagu Kebesaranmu.
"Saya bagian dari sekian banyak da'i yang mendukung pasangan Ilham-Aziz. Saat ini sangat sedikit pemimpin yang sesuai perkataan dengan perbuatan. Itulah salah satu alasan mengapa saya  menjadi bagian dari iktiar ini. Setiap kata dan perbuatan pak Ilham dan Pak Aziz selalu mengandung kebenaran yang bernilai ibadah," kata ustad Das'ad Latief.
Dalam kampanyenya di Enrekang, Ilham menegaskan dirinya dan Aziz maju karena melihat banyak rakyat Sulsel yang masih terpuruk dan miskin. Dia menyinggung kepemimpinan Syahrul selama lima tahun yang tidak memberikan perubahan signifikan bagi masyarakat Sulsel.
"Bahkan Sulsel kini terpuruk sebagai provinsi terkorup di Sulawesi. Demikian pula tingkat kesejahteraan kita, IPM kita tetap stagnan diurutan 19, padahal kita dijanjikan untuk masuk keurutan 10 besar. Jadi memang fatal jika situasi ini terus dilanjutkan," papar Ilham.
Dia juga mengulas manfaat kartu semangat baru yang kini menjadi fenomenal ditengah masyarakat. " Insya Allah, jika kami dipercaya, kedepan tidak boleh lagi ada warga  sulsel yang ditolak di rumah sakit hanya karena tdk ada uang. Kartu ini  akan  membiayai  biaya  pengobatan untuk seluruh rakyat  sulsel," sebutnya. (hamsah umar)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar