Powered By Blogger

Senin, 16 Juli 2012

Parpol Terbuka Bagi Keturunan


MAKASSAR, FAJAR--Peluang untuk mendorong tokoh keturunan bertarung di pilwalkot Makassar makin terbuka. Selain diapresiasi tokoh Tionghoa sendiri, partai politik (parpol) di Makassar juga siap membuka ruang.
Regulasi yang memberi ruang kepada setiap warga negara Indonesia menjadi kepala daerah, tanpa melihat apakah dia pribumi atau nonpribumi, menjadi alasan kuat untuk mendorong siapa pun tokoh di Makassar maju menjadi cawali maupun cawawali. Yang menjadi pertimbangan tinggal siapa tokoh yang memiliki kriteria dan punya kepedulian untuk membangun daerah dan masyarakat.  
Sekretaris DPD PKS Makassar, Mudzakkir Ali Djamil mengatakan, tokoh Tionghoa di Makassar cukup banyak yang memiliki potensi. Masyarakat juga saat ini cukup cerdas dan modern dalam menentukan pemimpinnya. Sehingga figur yang dinilai memiliki potensi membawa kemajuan pembangunan termasuk memajukan kehidupan masyarakat, maka itulah yang akan menjadi pilihan masyarakat.
"Belajar pada pemilu legislatif, tokoh Tionghoa sudah mendapat kepercayaan masyarakat Makassar. Di DPRD Makassar saat ini sudah ada teman kita, Eric Horas (Gerindra) yang berasal dari tokoh keturunan. Jadi untuk pilwalkot saya kita sangat terbuka, begitu juga partai akan membuka diri," kata Mudzakkir.
PKS sebagai partai terbuka, bukan tidak mungkin membuka diri bagi tokoh keturunan di Makassar. "Partai itu kan melayani. Jadi kalau misalnya ada tokoh keturunan yang membangun komunikasi dengan PKS, kita tidak menutup diri. PKS ini pada prinsipnya milik semua," kata Mudzakkir.
Ketua DPD PDK Makassar, Samsu Niang juga menegaskan hal sama. Ada tidaknya warga Tionghoa yang bisa didorong di pilwakot Makassar sangat bergantung tokoh keturuna itu sendiri. Sepanjang memenuhi kriterian untuk menjadi calon pemimpin, tidak ada alasan partai untuk tidak membuka diri. Kriteria dimaksud harus penya pengetahuan, wawasan, religius, dan berjiwa enterpreneurship.
"Makassar ini harus dipimpin orang seperti. Juga harus memahami fenomena Makassar karena kami juga tidak ingin ada pemimpin yang tidak memahami betul permasalahan di Makassar. Kita di Makassar kebanyakan pemilih cerdas, rasional sehingga siapa yang mampu berikan yang terbaik memimpin Makassar,  entah itu keturunan atau bukan maka itulah yang akan diberi kepercayaan," kata Samsu.
Bahkan, sekiranya ada tokoh keturunan yang siap menjadi pendamping Ketua DPP PDK Sulsel, Adil Patu di Pilwalkot Makassar, Samsu Niang menyatakan kesiapannya membuka ruang di partainya. (hamsah umar)  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar