Powered By Blogger

Rabu, 14 November 2012

Pimpinan DPRD Bertekad Menangkan IA di Jeneponto


MAKASSAR, FAJAR--Pimpinan DPRD Jeneponto, Andi Tahal Pasni Karaeng Sutte bersama sejumlah tokoh masyarakat Jeneponto, menyampaikan tekadnya untuk memenangkan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) di Jeneponto pada pilgub 2013.
Tekad wakil ketua DPRD Jeneponto ini disampaikan saat Ilham hadir di tengah-tengah masyarakat di Desa Kampala, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto. Di daerah ini, kebetulan ada kegiatan sosial berupa sunatan massa. Kehadiran Ilham di tengah-tengan sunatan ini disambut meriah oleh warga Jeneponto.
Ilham dan Karaeng Sutte yang juga politisi PKS ini tampak bercengkerama dengan sejumlah tokoh masyarakat dan kepala desa. Mereka banyak mendiskusikan agenda kerja politik jelang pilgub 22 Januari 2013, utamanya bagaimana menggalang dukungan warga Jeneponto.
Para tokoh masyarakat setempat menargetkan kemenangan buat pasangan Ilham-Aziz yang bernomor urut satu di Jeneponto. "Dengan cara kerja yang rapih dan sistematis, kami optimistis meraih kemenangan di Jeneponto," kata Karaeng Sutte.
Usai menghadiri acara sunata di Kampala, Ilham juga mampir di rumah tokoh masyarakat ternama Jeneponto, H Hambali di Jalan poros  Bontosunggu, Kecamatan Binamu.
Pengusaha meubel di Jeneponto ini memberi support kepada Ilham-Aziz. Dia pun berjanji akan mengajak dan menyampaikan seluruh keluarga dan kerabatnya di Jeneponto untuk memenangkan pasangan bertagline Semangat Baru peduli rakyat.
Dari Wajo, sejumlah petani mengungkaph kegalauannya saat bertemu  cawagub Sulsel, Aziz Qahhar Mudzakkar di salah satu rumah rakyat  Desa Leppangeng, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo. Ambo Asse misalnya, petani asal mengeluhkan bibit jagung berlabel pemerintah namun diperjualbelikan di pasar.
"Setahu kami bantuan pemerintah itu dibagikan gratis kepada petani, tapi kenapa bibit jagung yang jelas - jelas tertulis di kemasannya bantuan pemerintah diperjualbelikan di pasar. Artinya memang bantuan ini sudah dikorupsi," ujarnya memelas.
Lain pula permasalahan yang disampaikan oleh Yasir, petani lainnya dari desa yang sama. Yasir mengeluhkan hasil panennya tidak pernah maksimal karena bendungan di kampungnya tak kunjung di selesaikan.
"Hasil pertanian kami masih sangat bergantung pada alam Pak, jadinya tidak menentu. Padahal  masyarakat Belawa sangat mendambakan sistem pengairan, namun sepertinya pemerintah belum bisa membantu," ujarnya.
Aziz Qahar yang mendengar keluh kesah petani ini mengaku telah berkeliling dan menemui ribuan petani di pelosok - pelosok terdalam di Sulsel dan mayoritas mengeluhkan hal yang sama, yakni kurangnya perhatian pemerintah.
"Begitu banyak permasalahan petani kita yang butuh sentuhan yang lebih besar. Insya Allah, ekonomi kerakyatan yang kami berjuangkan bersama Pak Ilham, akan fokus pada perbaikan nasib rakyat kecil," jelas Aziz. (hamsah umar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar