Powered By Blogger

Jumat, 08 Februari 2013

Fadel: Kita Akan Perbaiki


MAKASSAR, FAJAR--DPP Golkar mulai mempertimbangkan melakukan perbaikan atau revisi rekomendasi penetapan cabup Golkar Enrekang. Sikap elit pusat ini menyusul penolakan keras Golkar Sulsel dan Enrekang.
Wakil Ketua Umum DPP Golkar yang juga Korwil Bappilu Indonesia Timur DPP Golkar, Fadel Muhammad menyatakan DPP akan mempelajari apa yang menjadi keinginan Golkar Sulsel dan Enrekang.
"Kita akan pelajari. Kita menunggu usulan DPD I yang baru kemudian kita cek lagi kader Golkar yang bagus," kata Fadel Muhammad melalui pesan singkat, Kamis, 7 Februari.
Fadel mengaku sudah mendapat masukan dari Ketua DPD Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sehingga partai memungkinkan melakukan perbaikan atas rekomendasi yang telah dikeluarkan dalam hal ini mengusung pasangan Muslimin Bando-Amiruddin.
Ketua DPD Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang dikonfirmasi terpisah mengaku pihaknya juga menunggu hasil pleno diperluas DPD Golkar Enrekang. Setelah itu, Golkar Sulsel juga akan menggelar pleno untuk memperjelas sikap Golkar Sulsel atas penentuan cabup Enrekang di pemilukada mendatang.            
"Kalau apa yang sudah diputuskan Golkar Enrekang sudah ada laporannya, kita juga akan plenokan. Karena saat ini belum ada laporannya, saya kira untuk sementara dikendalikan kordanya. Nanti kalau sudah kita pleno, baru kita teruskan ke DPP. Yang pasti, kita ingin kita kembalikan bahwa suara rakyat adalah suara Golkar," tandas Syahrul di kantor Golkar Sulsel, Kamis, 7 Februari.
Menyikapi sikap Ketua DPD Golkar Enrekang, La Tinro La Tunrung yang mengancam jadi wakil ketika DPP Golkar ngotot mengusung Muslimin-Amiruddin, Syahrul menilai pernyataan itu adalah bentuk emosional sesaat. "Saya kira itu emosional sesaat. Saya kira kita akan kembali pada prosedur awal, tapi tidak berarti semua salah," kata Syahrul.
Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel, HM Roem menambahkan partai ini secepatnya menindaklanjuti keputusan pleno DPD Golkar Enrekang. "Ini kan kita harus tahu bagaimana keputusan DPD II, tapi tentu ini akan kita tindaklanjuti secepatnya. Dalam menetapkan calon saya kira kita berpegang pada juklak, kalau itu dilewati saya kira tidak ada masalah," sebut Roem. (hamsah umar)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar