Powered By Blogger

Minggu, 10 Februari 2013

Pendamping Adil Patu Wajib Bawa Kursi


*Bangun Koalisi PKS dan PPP

MAKASSAR, FAJAR--Ingin mendampingi calon wali kota Makassar Adil Patu di pilwalkot Makassar, siap-siap membawa kursi untuk menggenapkan kursi PDK.
Keharusan menggenapkan kursi partai pendukung ini menjadi salah satu prasyarat bagi Ketua DPP PDK Sulsel ini melirik tokoh yang akan mendampinginya. Kendati, pertimbangan popularitas dan elektabilitas calon juga tidak bisa dikesampingkan. 5 kursi PDK di DPRD Kota Makassar belum memenuhi syarat Adil Patu bisa maju di pilwalkot Makassar.
Makanya, untuk menggenapkan kekurangan tiga kursi ini, Adil Patu berharap pendampingnya memiliki kemampuan untuk menggenapkan syarat yang ditetapkan KPU. "Jadi salah satu pertimbangan kita menggaet wakil adalah yang bisa penuhi syarat pencalonan. PDK ini kan butuh tiga kursi lagi, sehingga kita mau wakil yang diajak komunikasi bisa menggenapkan kursi kita," kata Adil Patu didampingi Ketua DPK PDK Makassar, Syamsu Niang, Jumat, 8 Februari.
Kendati diwajibkan menggenapkan syarat dukungan, Adil Patu juga tidak menjadikan ini sebagai syarat mutlak. Karena yang jadi pertimbangan utama tetap melihat popularitas dan elektabilitas calon. "Kalau surveinya tinggi dan menyakinkan bisa kita menang tapi tidak ada kursinya, kita yang akan cari kursi," tandas Adil Patu.
Syamsu Niang menambahkan bahwa PDK Makassar saat ini sudah intens membangun komunikasi dengan sejumlah figur yang ingin bertarung di Makassar, termasuk dengan partai politik. Untuk figur, PDK menginventarisasi sedikitnya 11 tokoh yang diincar menjadi wakilnya. Mereka berasal dari politisi, birokrat, dan pengusaha.
Adapun partai yang coba diajak membangun koalisi adalah PKS, PPP, PBR, PDS, PDIP dan Gerindra. Dari sejumlah partai yang diincar ini PDIP, PKS, PDS memiliki kader yang didorong bertarung baik wakil maupun wali kota. "Dan kelihatannya partai-partai ini membuka peluang koalisi dengan kita," kata Syamsu Niang.
Sementara itu, cawali PKS Iqbal Djalil (Ije) terus memperkuat dukungan di tengah masyarakat dengan merangkul sejumlah komunitas di Makassar. Ije bahkan mengklaim sudah didukung sedikitnya 53 komunitas di Makassar.
"Popularitas dan elektabilitas Ije saat ini juga sudah menjanjikan. Terbukti sejak deklarasi banyak komunitas muda, religi, lintas agama, profesi kini bergabung dan menyatakan siap mendukung Ije menjadi wali kota Makassar," kata jubir Ije, Anas Raja Andi.
Sosok Ije yang mudah bergaul dengan semua kalangan menjadikan calon yang satu ini mudah meraih simpati masyarakat. "Tipe kepemimpinan Ije mempunyai konsep pembangunan yang baik, dan dia ini memiliki keinginan untuk melibatkan masyarakat dalam membuat kebijakan," kata Ketua Komunitas Jazz Eksekutif Club Makassar, Rustam. (hamsah umar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar