Powered By Blogger

Selasa, 19 Februari 2013

HAMBA Tawarkan Pemerintahan Bersih


MAKASSAR, FAJAR--Mewujudkan pemerintahan dan pengelolaan anggaran yang baik, kuncinya cukup sederhana yakni menghadirkan pemerintahan yang bersih tanpa korupsi.
Ketua DPD PAN Makassar, HM Busrah Abdullah (HAMBA) mulai menjual program untuk direalisasikan ketika terpilih wali kota Makassar 18 September mendatang. Cawali ini ingin menghadirkan pemerintahan bersih bebas korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).
Tawaran program pemerintahan bersih ini disampaikan HAMBA saat menjadi narasumber dalam diskusi bertema Makassar memilih, membedah visi misi calon wali kota/calon wakil wali kota Makassar, yang digelar Harian Berita Kota Makassar, Senin, 18 September.
"Kenapa saya tempatkan pemerintahan bersih bebas KKN karena inilah kunci utama kalau kita ingin mewujudkan pemerintahan yang berpihak pada masyarakat. Sistem pemerintahan dan pengelolaan anggaran tidak akan bisa berjalan baik kalau praktik KKN masih terjadi di lingkungan pemerintahan. Di sinilah perlunya pemimpin yang amanah, jujur, berani, tegas, dan konsisten," kata HAMBA.
Dalam diskusi ini yang dipandu Redaktur Politik BKM, Irwan Lupus ini, HAMBA memaparkan setidaknya lima visi misi yang akan ditawarkan saat terpilih. Selain pemerintahan bersih, dia juga ingin membuat master desain tata ruang yang terencana dalam rangka mengatasi persoalan kemacetan dan banjir. Saluran pembuangan air kata dia harus diperhatikan kalau kota ini ingin bebas dari banjir.
"Poin lain adalah menghadirkan pemerintahan yang bisa memberikan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat secara maksimal. Tidak boleh lagi ada keluhan masyarakat dalam hal pelayanan dasar ini," paparnya.
HAMBA juga berjanji akan menghadirkan ekonomi kerakyatan dan pengentasan kemiskinan. Apalagi di Makassar kata dia, masih ada sekitar 62 ribu kepala keluarga (KK) yang masih kategori miskin.
Hal lain adalah penegakan hukum dan HAM dengan memaksimalkan kerja sama semua stakeholder terkait, termasuk media massa. Dalam kesempatan ini, HAMBA juga menyinggung bagaimana nasib buruh yang perlu diperhatikan, honor RT/RW, guru mengaji, dan imam masjid pun harus jadi perhatian. "Guru mengaji dan imam masjid misalnya honornya tidak sebanding dengan pengabdian yang diberikan ke masyarakat," katanya. (hamsah umar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar