Powered By Blogger

Selasa, 05 Februari 2013

Golkar Sulsel Tolak Muslimin-Amiruddin


MAKASSAR, FAJAR--DPD Golkar Sulsel bereaksi keras dan menolak penetapan Muslimin Bando-Muh Amiruddin sebagai cabup/cawabup yang akan diusung Golkar di pemilukada Enrekang mendatang.
Penolakan Golkar Sulsel terhadap paket Muslimin-Amiruddin ini dituangkan dalam surat bernomor 018/DPD-I/PG/II/2013 perihal penolakan rekomendasi calon kepala daerah Golkar. Surat penolakan Golkar atas penetapan paket cabup/cawabup Golkar oleh DPP ini ditandatangani oleh Ketua DPD Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Sekretaris DPD Golkar Sulsel, Pangerang Rahim.
Surat penolakan Golkar Sulsel ini sudah disampaikan langsung DPD Golkar Sulsel ke Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie dan Sekjen Golkar Idrus Marham melalui faks. Partai berlambang pohon rimbun ini menolak keputusan DPP karena penetapan Muslimin-Amiruddin ini tidak sesuai mekanisme yang ada di Partai Golkar.
"Apa yang ditetapkan oleh DPP Golkar yang mengusung Muslimin Bando-Amiruddin sebagai cabup Golkar di pemilukada Enrekang, adalah keputusan yang tidak sesuai mekanisme. Bahkan penetapan cabup ini tidak melibatkan Golkar Sulsel," kata Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Golkar Sulsel, La Kama Wiyaka, Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel Yagkin padjalangi, Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel Arfandi Idris, Sekretaris Golkar Sulsel Pangerang Rahim dan sejumlah pengurus Golkar Sulsel lainnya saat memberikan keterangan di kantornya, Senin, 4 Februari.
Salah satu mekanisme yang dilanggar dalam penetapan cabup Golkar Enrekang ini yakni tidak adanya proses pendaftaran di Golkar Enrekang. Salah satunya tahapan yang dilalui hingga ada penetapan cabup adalah survei, dimana DPP Golkar sebelumnya sudah meminta daftar nama yang layak disurvei sebagai cabup Golkar.
Muslimin adalah Ketua DPD PAN Enrekang dan saat ini tercatat sebagai calon terkuat di daerah berjuluk Bumi Massenrempulu ini. Amiruddin tercatat sebagai Sekkab Enrekang.
Lebih ironis lagi, penetapan cabup Enrekang ini tidak seperti biasanya dimana DPP tidak melibatkan Golkar Sulsel. La Kama menyatakan rekomendasi itu tidak sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak)  No.13 Tahun 2011 tentang pemilihan kepala daerah.
Penetapan Muslimin-Amiruddin sebagai cabup Golkar Enrekang ini bahkan telah diputuskan DPP Golkar sejak 17 Januari lalu. Rekomendasi DPP Golkar ini bernomor R.426/Golkar/I/2013, tentang pengesahan pasangan calon kepala daerah Enrekang. Dalam surat rekomendasi itu ditegaskan bahwa Muslimin Bando adalah figur yang memiliki elektabilitas tertinggi dan bersedia dicalonkan oleh Golkar.
Atas putusan ini, DPP Golkar menginstruksikan Golkar Sulsel dan Enrekang untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut, termasuk mendaftarkan pasangan ini ke KPU Enrekang mendatang.
Hal lain yang disesalkan kader Golkar Sulsel karena rekomendasi DPP Golkar ini lebih awal diterima oleh pasangan Muslimin-Amiruddin dari pada pengurus Golkar Sulsel sendiri.
Korda Enrekang DPD Golkar Sulsel, Ian Latanro juga mengaku kecewa dengan keputusan DPP Golkar ini. "Kita tidak menduga kalau keputusannya akan seperti ini. Kalau pun misalnya cabupnya harus Pak Muslimin Bando, paling tidak kita dorong kader sendiri untuk posisi wakil. Ini sama saja kita serahkan partai kita dikendarai orang lain," kata Ian Latanro. (hamsah umar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar