Powered By Blogger

Selasa, 26 Februari 2013

Idris Galigo Pilih MPC


*Kahar-Rustan Bersaing

MAKASSAR, FAJAR--Mantan Ketua DPD Golkar Bone, Andi Idris Galigo urung menjadi Ketua DPC Demokrat Bone. Bupati Bone ini memilih posisi Majelis Partai Cabang (MPC) di partai berlambang Mercy ini.
Sementara putranya, Andi Irsan Idris Galigo yang sebelumnya ikut disebut-sebut akan bersaing menjadi ketua juga batal. Informasi yang diperoleh, mantan anggota DPRD Sulsel ini memilih menjadi calon legislatif (caleg) DPR RI di pemilu 2014 mendatang.
"Pada awalnya Pak Idris menginginkan untuk menjadi ketua partai, tapi perkembangan terakhir dia lebih memilih menjadi majelis partai. Jadi saat ini hanya dua kader yang akan maju," kata Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah, Senin, 25 Februari.    
Penanggung jawab musyawarah cabang luar biasa (muscablub) DPC Demokrat Bone ini menyatakan dua kader yang akan bersaing menjadi ketua adalah Wakil Ketua DPC Demokrat Bone, Kaharuddin dan Sekretaris Demokrat Bone, Rustan. Kedua kader ini sama-sama tercatat sebagai anggota DPRD Bone saat ini.
Rencananya, muscablub DPC Demokrat ini akan digelar Rabu, 27 Februari besok. Muscablub akan digelar di Hotel Asyra Jalan Maipa Makassar. Ni'matullah mengatakan, muscablud Demokrat ini digelar di Makassar agar memudahkan koordinasi dengan DPD Demokrat Sulsel.
Dia menambahkan, Idris Galigo punya peluang besar untuk menjadi Ketua MPC Demokrat Bone. Namun penetapan ini akan dilakukan bersamaan dengan muscablub. Ni'matullah berharap, setelah terjadi pemilihan ketua yang baru, proses konsolidasi di partai ini segera dilakukan, dan mematangkan persiapan menghadapi pemilu 2014 mendatang. (hamsah umar)
 

Takut Ganda, Independen Perbanyak KTP


MAKASSAR, FAJAR--Jumlah dukungan KTP yang disiapkan calon perseorangan dua kali libat dari jumlah yang disyaratkan KPU Makassar. Ini untuk menyiasati dukungan ganda dengan calon perseorangan lain.
Hingga saat ini, sejumlah calon independen mengaku sudah mengumpulkan dukungan KTP dari warga antara 70 ribu hingga 80 ribu, dari 45 ribu dukungan yang dibutuhkan. Kendati sudah dua kali lipat, mereka tetap mengumpulkan dukungan KTP warga Makassar untuk memastikan dukungan mereka valid.
Calon independen yang sudah mengumpulkan KTP hingga 80 ribu yakni Syaiful Saleh dan Herman Handoko. Adapun Erwin Kallo mengaku telah mengumpul KTP hingga 70 ribu. Tim calon independen ini juga sudah mulai melakukan sortir guna memastikan KTP yang diberikan warga ini masih berlaku alias tidak kedaluwarsa.
Pasangan Syaiful Saleh-Andi Herfida Attas mengaku kalau salah satu dorongan tim sehingga mengumpulkan dukungan KTP lebih banyak agar saat verifikasi oleh KPU, tidak ada lagi yang mesti diperbaiki. "Kita sementara sortir dukungan KTP yang telah kita dapatkan. Bukan tidak mungkin warga yang begitu bersemangat memberi kita dukungan sementara KTP mereka sudah tidak berlaku, makanya disortir," kata Syaiful Saleh.
Hal sama disampaikan calon independen lain, Herman Handoko. Ketua PKPI Makassar  ini menyatakan mempersiapkan banyak dukungan KTP agar jumlah dukungan tersebut tidak diragukan lagi saat diverifikasi faktual oleh KPU. "Yang kita antisipasi kan saat verifikasi faktual oleh KPU. Bukan tidak mungkin ada ganda dengan calon lain," kata Herman.
Makanya, Herman yang saat ini masih mencari calon pendamping yang tepat harus mengantisipasinya dengan memperbanyak dukungan dari masyarakat. Pastinya untuk saat ini, jumlah dukungan yang dimiliki Herman sudah siap untuk didaftarkan di KPU.
Ketua Tim Pemenangan Erwin Kallo, Faizal Habib juga menandaskan dukungan KTP yang dimiliki tim saat ini sudah melebihi syarat administrasi yang dibutuhkan KPU Makassar. Meski baru terkumpul sekitar 70 ribu KTP, Faizal memastikan jumlah ini terus meningkat karena tim masih bekerja dan mengumpulkan dukungan di masyarakat.
"Kita akan terus tambah biar kita bisa memastikan dukungan KTP ini tidak bermasalah lagi. Makin banyak KTP yang kita kumpulkan saya kira akan lebih baik, sehingga agenda untuk bertarung di pilwalkot Makassar tidak terkendala. Kita juga hindari dukungan ganda dengan calon lain," sebut Faizal. (hamsah umar)

Imbar: Hanura Resminya ke Irwan-Takdir


MAKASSAR, FAJAR--Langka pasangan Andi Irwan Patawari-Takdir Hasyim mengadukan KPU Sinjai ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Bawaslu, dan KPU RI bakal mengancam KPU Sinjai.
Itu karena ditengarai penyelenggara pemilu ini melakukan kekeliruan dan pelanggaran dalam penetapan calon bupati yang lolos pemilukada Sinjai. Salah satunya dari dukungan sah Partai Hanura. Partai yang memiliki dukungan ganda yakni ke Mahyanto-Massalinri dan Irwan-Takdir ini kabarnya resminya mendukung Irwan-Takdir, tapi yang diakui KPU Sinjai malah Mahyanto-Massalinri.
Wakil Ketua DPD Hanura Sulsel, Imbar Ismail mengaku tidak habis pikir dengan sikap KPU Sinjai. Partai ini mengaku kalau yang direkomendasi pertama adalah pasangan Mahyanto. "Tapi belakangan Mahyanto tidak penuhi komitmen politiknya dengan Hanura. Yang kita rekomendasi kan dia gandeng kader kita dalam hal ini Takdir Hasyim," kata Imbar, Senin, 25 Februari.
Karena alasan Mahyanto ingkar, tidak memilih Takdir sebagai wakilnya, DPP Hanura kemudian mengalihkan dukungan ke Irwan karena bersedia menggandeng Takdir sebagai wakilnya. Imbar menegaskan Hanura telah mencabut dukungan ke pasangan Mahyanto-Massalinri.
Dia bahkan mengungkap, saat KPU Sinjai melakukan verifikasi dukungan resmi ke pusat, DPP Hanura menegaskan bahwa dukungan partai ini yang sah adalah ke Irwan-Takdir. "Saya lihat KPU Sinjai yang berani sehingga terkesan tidak mengacu hasil verifikasi yang dilakukan ke DPP Hanura," tambah Imbar. (hamsah umar)

PKS Incar 6 Kursi Senayan


MAKASSAR, FAJAR--DPW PKS Sulsel mulai memasang target besar di pemilu legislatif 2014 mendatang. Untuk senayan, partai berlambang bulan sabit kembar ini mengincar 6 kursi di parlemen.
Partai ini ingin jumlah kursi yang diraih PKS di Senayan naik 100 persen. Saat ini, PKS memiliki tiga anggota DPR RI seperti Tamsil Linrung, Andi Rahmat, dan Anis Matta (PAW). Di pileg 2014 nanti, PKS tidak lagi mengandalkan Anis Matta sebagai caleg karena Presiden PKS ini dipastikan tidak akan mencaleg lagi. Di internal PKS presiden dan sekjen tidak boleh lagi menjadi caleg.
"Sudah ada keputusan DPP PKS bahwa Presiden Partai dan Sekretaris Jenderal tidak jadi lagi caleg. Dengan begitu, Pak Anis Matta secara otomatis juga tidak akan menjadi caleg lagi dari Sulsel," kata Ketua DPW PKS Sulsel, Akmal Pasluddin.
Kendati Anis Matta tidak lagi mencaleg di pileg 2014 nanti, PKS Sulsel tetap punya kenyakinan besar untuk meloloskan kadernya ke senayan. Pastinya, partai ini masih akan mengandalkan Tamsil Linrung dan Andi Rahmat. Sedang untuk wajah baru ada Akmal Pasluddin, Syamsari Kitta, Amru Saher, dan Devy Santi Erawati.    
Selain sejumlah nama yang punya kapasitas dan basis ini, PKS juga tetap masih menggodok sejumlah nama untuk jadi caleg senayan, baik dari internal maupun eksternal. Namun, PKS sejauh ini belum mau membeber siapa saja tokoh yang akan didorong menjadi caleg senayan.
Kalau PKS Sulsel menaruh target tinggi untuk senayan pileg mendatang, DPD Demokrat Sulsel tidak demikian. Partai ini sekadar ingin mempertahankan perolehan kursi dari pemilu sebelumnya.
"Kalau kita tentu mau lebih banyak. Tapi target kita bagaimana mempertahankan kursi saat ini. Itu target minimal," kata Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah. (hamsah umar)

Luwu Raya Terbesar, Toraja Terkecil


*Kuota Kursi DPRD Sulsel

MAKASSAR, FAJAR--KPU Sulsel bersama partai politik, panwaslu, dan stakeholder untuk sementara menyepakati pembagian dapil dan alokasi kursi DPRD Sulsel di pileg 2014.    
Kendati masih akan dikonsultasikan dengan KPU pusat, penataan dapil dan jumlah kursi diperkirakan sudah tidak akan berubah. Hasil konsultasi publik yang dilakukan KPU Sulsel kemarin memastikan Tana Toraja dan Toraja Utara menjadi dapil tersendiri dengan 5 kursi, sedang Enrekang bergabung Sidrap dan Pinrang, 9 Kursi.
Dari penataan dapil yang disepakati sementara ini, dapil 11 meliputi Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur (Luwu Raya) menjadi dapil yang akan memperebutkan jumlah kursi terbesar yakni 11 kursi, sedang Toraja menjadi daerah terkecil dalam perebutan jumlah kursi (5 kursi).
Dari tujuh dapil yang dilakukan penataan ulang ini, hanya dua dapil yang tidak mengalami perubahan dari pemilu sebelumnya. Dapil tersebut yakni Luwu Raya dan dapil IV meliputi Maros, Pangkep, Barru, dan Parepare (saat ini dapil VI).   Ketua Devisi Teknis Pemilu KPU Sulsel, Ziaur Rahman Mustari menjelaskan hasil konsultasi publik tentang penataan dapil dan alokasi kursi ini rencananya akan dikonsultasikan ke KPU RI pada 2 Maret mendatang. "Kita akan serahkan rancangan dapil Sulsel dan 24 kabupaten/kota ke pusat. Yang menentapkan nanti adalah KPU RI," kata Ziaur Rahman.
Dalam diskusi publik yang berlangsung kemarin, dapil yang banyak diperbincangkan terkait posisi Enrekang dan Makassar. Khusus Makassar lebih banyak pada kecamatan yang harus bergabung jadi satu dapil. Hasilnya empat kecamatan yakni Panakkukang, Manggala, Biringkanaya, dan Tamalanrea (Makassar B) menjadi satu dapil dengan 6 kursi, sedang 10 kecamatan lainnya memperebutkan 9 kursi.
Penataan dapil dan alokasi kursi khusus Makassar ini juga disusuaikan dengan dapil untuk DPRD Makassar. "Tadinya Makassar B akan mengambil Tallo dan Ujung Tanah, tapi sedikit ada kerancuan dengan dapil Makassar sehingga hanya empat kecamatan yang gabung," kata Wakil Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah.
Diskusi publik ini juga dihadiri perwakilan Himpunan Keluarga Massenrempulu (HIKMA), Ridwan J Silamma. Dalam kesempatan ini, Ridwan juga berpendapat bahwa penataan dapil khusus Enrekang memang lebih ideal kalau mempertimbangkan sosial kultur dan pertimbangan teknis. (hamsah umar)